Rumah Cokelat: Must Read!

“Ini ceritanya gue banget!”


Itulah reaksi pertama saya saat membaca buku ini. Cukup bangga juga karena kami, Mommies Daily, diminta menjadi salah satu endorser untuk novel mom lit terbaru dari Buah Hati ini.

Rumah Cokelat karya Sitta Karina ini bercerita tentang Hannah, seorang ibu bekerja yang memiliki satu anak dari suami yang family man sekali plus tampan.

 
Kenapa, sih, “gue banget”?

 
Sebagai ibu bekerja, saya mengalami banyak kemiripan dengan Hannah (ehm-ehm). Seperti misalnya, ingin memiliki banyak waktu luang dengan anak, sekaligus masih memiliki mimpi atas karir yang telah saya bangun bertahun-tahun, ketidakrelaan saat melihat anak asyik bermain dengan pengasuhnya atau orang lain, dan banyak lagi.
Tapi yang paling kena banget buat saya nih, saat Hannah bilang ke Wigra (suaminya), “Aku nggak mau dikenal sama Raszha sebagai orang yang membelikan mainan saja.” Atau penggambaran saat Hannah sedang membaca majalah, sementara anaknya sibuk mengajak ngobrol. Antara ingin meladeni ocehan si kecil, tapi juga sedang asyik membaca artikel demi artikel yang seru.

Jleb pertama adalah: bikin saya me-review kembali berapa banyak waktu yang saya luangkan untuk benar-benar bisa bersama Langit. Sering, sih, ngajak Langit jalan berdua, tapi apa selalu keinginan Langit? Jalan ke mal A saja, karena saya ingin sekalian melihat diskon di toko tertentu. Atau hari libur, main di playground dekat rumah saja, padahal Langit sudah lama sekali minta main pasir. Tampaknya dia rindu pantai.
Jleb kedua, berapa sering saya merasa berat mengalihkan pandangan mata dari majalah, buku, gadget, atau televisi saat Langit mengajak saya ngobrol? Apakah waktu saya berkualitas saat bersama Langit, tapi saya sibuk dengan urusan sendiri dan Langit sibuk dengan mainan sendiri *mulai mewek*.

Sitta Karina, seperti biasa, berhasil membius saya dalam bukunya. Apalagi di Rumah Cokelat ada kedekatan isu dengan tokoh utama di novel ini. Selain masalah menjadi orangtua, Sitta Karina juga menyentil tentang relationship antara pasangan suami istri. Bagaimana kesibukan biasanya mengaburkan makna perkawinan, godaan dari orang ketiga hingga bagaimana kita mengingat hal-hal kecil yang membuat kita jatuh cinta serta memilih pasangan saat ini sebagai suami atau istri kita.

 
This is a must read book! Sudah beredar di toko buku mulai tanggal 20 Januari kemarin, lho! Yuk, segera dibeli dan ikuti diskusinya di forum mom lit ya ….


21 Comments - Write a Comment

Post Comment