Trik Menyusun Buku di Rak

Pasti dong Mommies punya banyak buku di rumah? Baik buku pribadi ataupun buku anak-anak. Nah, suka iri nggak, sih, dengan gambar-gambar rak buku yang bukunya tersusun dengan rapih dan cantik di katalog-katalog IKEA ataupun majalah-majalah desain interior? Dulu saya sering mikir, “Kok bisa, yah?” “Kok kalo di rumah saya berantakan?” atau “Rak bukunya kurang keren, yah?” :D. Tapi setelah diteliti lagi, ternyata … ya memang nggak mungkin bisa karena:

  • Ternyata buku-buku yang disusun itu terlihat rapih karena berdiri sama rata, alias tinggi bukunya sama semua which is susah lah yah, masa mau beli buku mesti disesuaikan dulu tingginya?
  • Buku-buku tersebut disusun berdasarkan warna. Bukan berdasarkan author ataupun genre atau asal saja, seperti saya di rumah.
  • Selain berdasarkan warna, buku-buku tersebut juga ada yang diberi sampul polos. Jadi harmonis sekali keliatannya.
  • Yang ditampilkan adalah buku-buku berseri yang notabene, ukuran dan warnanya sama.

Intinya, gambar-gambar rak buku itu memang nggak realistislah. Jadi jangan sedih dulu kalau rak buku kita terlihat berantakan, justru terlihat lebih nyata dan lebih menarik karena warna dan bentuknya yang beragam. Tapi tidak bisa dipungkiri sih, memang tetap harus ada triknya dalam menyusun buku. Nah, karena saya tidak punya 1 rak buku yang besar untuk menampung semua buku-buku saya, maka saya membaginya dalam beberapa tempat.

  • Rak di atas dispenser. Karena melihat kok dispensernya lonely sekali ya mojok sendirian, gitu. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat rak panjang untuk menempatkan buku-buku. Setiap rak dikhususkan untuk warna yang berbeda. Paling atas yang bukunya warna putih, tengah agak kebiruan dan yang paling bawah untuk yang berwarna merah. Dari jauh memang terlihat lebih harmonis, sih.
  • Karena di rumah saya dapurnya dapur jadi-jadian alias nggak dipakai untuk masak, maka kabinet transparan di atasnya saya taruh untuk meletakkan, buku-buku dan majalah yang belum disortir. Supaya terlihat lebih rapih, saya tumpuk dalam keadaan tiduran. Susunan seperti ini sebenarnya kurang praktis karena kalau mau ambil buku yang paling bawah, duh PR deh semua harus diturunin. Dan kasian buku yang paling bawah harus menanggung beban seberat itu.
  • Buku tidak perlu disusun berdasarkan tinggi (walaupun yang deretan warna putih terlihat seperti itu, ya), untuk memainkan tekstur dan dimensi.
  • Mainkan susunan buku, ada yang berdiri dan ada yang tiduran dalam satu rak (seperti deretan warna merah)
  • Tambahkan foto atau vas bunga di antara buku-buku tersebut. Karena rak saya kecil, jadi tidak ditambahkan apa-apa kecuali mangkuk warna silver
  • Sisanya masih ada di rak buku atas dan di kamar, serta diungsikan ke kantor atau di kardus. Cita-cita sih ingin punya perpustakaan kecil-kecilan di rumah. Mudah-mudahan bisa terlaksana, amiin :)

 

Kalau Mommies ada kiat khusus nggak dalam menyusun buku-buku di rumah?

*note to self: get a cover for the water galloon. Ada yang bagus di dreamesh.com hmmm ….


23 Comments - Write a Comment

  1. eeng.. kalok gue ngaturnya buku berdasarnya topik buku.. kayak di toko2 bukulah :D trus untuk rak buku naya [buku dia sendiri] gue pisahin.. sementara untuk buku2 anak2 [macam komik2 koleksi gue dan suami, novel anak2 jaman dulu, kayak trio detektif, lima sekawan dsb] dipisahin juga.. :D

    trus, penempatan diatur berdasarkan tinggi buku, biar rapih :D

  2. Sama kayak @alinarie, gw menata buku di rumah berdasarkan topik. Jadi ada deretan buku masak. Ada deretan buku traveling. Ada deretan novel. Ada deretan komik, dst.

    Berhubung tinggal bareng mertua, yang diurusin waktu mo nikah cuma ruangan kamar dan sekitarnya (kamar mandi, ruang kerja, ruang kosong buat anak/main/host tamu). Selain tempat tidur dan lemari baju, 2 perabotan ‘wajib’ yang gw request ke suami: meja rias dan rak buku :D

Post Comment