Working (again) on weekend ?!

Mungkin beberapa orang yang mengenal saya akan mengernyitkan dahi ketika mereka membaca judul postingan saya ini …

Hey!! Are you nuts?? Working on weekend??
Kesannya seperti seorang istri yang tidak peduli terhadap suaminya sekaligus seorang ibu yang mengabaikan anaknya yang masih bayi.

What?? She has a husband and already has a baby??

YUP!
I’m a wifey of a great family-guy and a mom of 5 months 1 week handsome baby boy
:)
*very proud of myself*

Lho … kok bangga, sih?
Apa iya bangga dipandang gila kerja, sampe weekend pun bekerja?
Lalu bagaimana dengan tanggung jawab sebagai istri dan ibu?

Hahahaha….
Kalau sudah begini aku cuma bisa ketawa, deh!
Masa, ya, hanya karena saya menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai karyawan yang baik (baca: bekerja di hari Sabtu karena tuntutan pekerjaan sebagai seorang asisten direktur) lantas saya dengan semena-mena dicap sebagai seorang istri dan ibu yang tak bertanggung jawab?

Saya akui kalau saya bukanlah seorang ibu yang selalu ada untuk bayi saya setiap saat, pun sebagai seorang istri, saya juga tidak selalu ada di samping suami.

Saya bukanlah seorang Ibu Rumah Tangga yang stand-by di Istanaku sepanjang waktu.
Saya hanyalah seorang istri dan ibu yang juga berprofesi sebagai wanita karir biasa.

Namun bukan berarti orang-orang berhak mencap aku sebagai istri dan ibu yang tak bertanggung jawab.

Menjadi seorang istri dan ibu adalah peran yang memang saya pilih dengan penuh kesadaran, sekaligus anugerah yang tak terperi.
Namun tetap menjadi seorang wanita karir yang berdedikasi tinggi terhadap pekerjaan pun adalah pilihan hidup saya.
Saya tidak dapat memilih salah satu di antara keduanya, karena itu jangan memaksa saya memilih.

Tentu saja menjadi seorang Ibu Rumah Tangga (Full Time Mother/FTM) pun adalah hal yang indah dan LUARRR BIASA hebat! Saya sangat kagum dengan para ibu yang mendedikasikan hidupnya seutuhnya sebagai seorang Ibu Rumah Tangga >> Mama’ku juga seorang Ibu Rumah Tangga, lho! Dan saya akui bahwa pekerjaannya justru 24 jam/hari! NONSTOP! *phew*

Namun menjadi seorang istri dan ibu yang bekerja juga merupakan anugerah tersendiri (setidaknya ini yang kurasakan). Saya dituntut lebih pandai mengatur waktu antara bekerja dan mengurusi rumah tangga. Ya, saya tidak mau mengistilahkan membagi waktu antara bekerja dan menjadi istri+ ibu, karena saya menjalaninya bersamaan dalam kehidupan ini.
Sekalipun saya ada di kantor untuk bekerja, tidak serta-merta saya tidak mempedulikan suami ataupun tidak mengurus bayi saya yang ada di rumah dalam pengasuhan eyangnya. Saya selalu menyempatkan waktu untuk mengirim pesan singkat (sms) dan menelepon suami juga  anak di rumah.

Menelepon suami, sih, wajar, ya … kalau menelepon bayi?

Konyol? Tentu tidak, ya :)  Mama saya sendiri  yang bilang bahwa setiap saya menelepon menanyakan kabar si kecil, anak saya sontak melihat eyangnya yang sedang bercakap-cakap di telepon. Kadang juga ikutan ngoceh kencang-kencang, seolah-olah ingin menceritakan kondisinya pada saya :)

Ketika saya dan suami pulang kantor (kami pergi dan pulang kantor bersama-sama), anak kami sering kali sudah siap menyambut kami dengan senyum dan celotehnya. Ah! Seketika itu juga LENYAP, deh, segala keletihan kami. ^__^
Pun saat ia tertidur pulas ketika kami sampai di rumah, wajah lelapnya membawa damai ke dalam hati kami berdua :)

Sebagai kompensasi dari keberadaanku yang juga bekerja, maka kami (aku dan suami) memang dari awal mencanangkan Sabtu-Minggu dan Hari Libur lainnya sebagai FAMILY DAY! Tapi hal ini juga tidak MUTLAK diterapkan, sih. Bukan masalah tidak komitmen. Fleksibilitas ini kami jalankan mengingat kami pun perlu sesekali berkencan hanya berdua saja (si kecil diasuh dengan penuh cinta oleh eyang dan omanya), atau sekedar berkumpul dengan teman-teman lama kami, juga bekerja jika memang DIPERLUKAN. :)

Jadi … untuk para Ibu Rumah Tangga, berbahagialah karena kalian punya waktu lebih banyak dan melimpah untuk suami dan anak-anak kalian. Dan untuk para working mom seperti saya … kita juga tidak perlu berkecil hati. Dengan saling pengertian dan pengaturan waktu yang baik, kita pun akan lebih mensyukuri peran kita sebagai karyawan, istri, dan ibu di saat bersamaan.

O, ya, dengan tetap berkarir pun saya jadi lebih banyak belajar mengucap syukur dalam segala hal, karena saya disadarkan bahwa TUHAN menempatkan orang-orang yang LUAR BIASA dalam kehidupan saya (baca: mama dan mami yang selalu dengan tangan terbuka mau membantu menjaga cucunya, atasan yang meskipun kadang membutuhkan saya di hari libur, tetaplah seorang atasan yang sangat perhatian terhadap saya dan keluarga serta masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu :) )

~ Kitty ~
*yang dengan santainya posting di blog saat si bos sedang meeting dengan kliennya* ^__^v

PS: O, ya, saat sedang asyik kerja, mami (ibu mertuaku) mengirimkan foto bayi saya yang sedang ada di rumahnya melalui BBM :)

 


7 Comments - Write a Comment

Post Comment