Mulih Ka Desa

Pada suatu liburan, kami pergi ke Garut. Kenapa Garut? Waktu itu, sih, alasannya sederhana saja, karena kami belum pernah kesana.

Seperti biasa saya langsung sibuk googling info tentang Garut, dan menemukan tempat yang menyenangkan bernama Mulih Ka Desa. Di Mulih Ka Desa selain ada tempat makan (yang enak sekali) juga ada penginapan berupa pondok-pondok kecil di antara sawah. Totalnya ada 10 pondok di sana. Jadilah Mulih Ka Desa menjadi tempat menginap kami di Garut.

 

 

Sesampainya di sana, suasananya persis seperti yang terlihat di foto-foto di situs Mulih Ka Desa. Kami makan siang di saung, baru kemudian masuk ke pondok kecil kami. Cukup banyak yang bisa dilakukan anak-anak selama di sana. Ada kerbau yang bisa yang bisa dinaiki, juga bisa berkeliling dengan naik kuda. Mereka juga menyediakan aktivitas untuk anak-anak, tapi baru bisa diadakan kalau jumlah anaknya cukup banyak. Setelah bertanya ke staf penginapan, mereka menginformasikan kalau besok pagi ada rombongan keluarga yang sudah minta kegiatan anak-anak dan Aira bisa bergabung.

Di Mulih Ka Desa memang tidak ada kolam berenang, namanya juga pondok di tengah sawah, tetapi jika kita menginap di sana, kita bisa berenang gratis di kolam renang di Hotel Tirtagangga yang masih satu grup dengan mereka. Maka sorenya kami mengunjungi Hotel Tirtagangga untuk menikmati kolam renang air panas mereka.

 

 

Waktu kembali ke pondok kami, kami disambut dengan camilan malam hari berupa bandrek, serta kacang dan pisang rebus, semuanya disajikan dengan piring dan cangkir kaleng bergambar bunga-bunga, macam zaman nenek dulu, bahkan termos air panas di dalam kamar pun adalah termos kuno besar warna merah bergambar bunga.  Camilan tadi tentunya dimakan di teras pondok yang menghadap sawah sambil terdengar suara jangkrik bersahut-sahutan. Begitu juga keesokan paginya, ketika sarapan kami diantar ke pondok, berupa nasi goreng kampung dan roti goreng isi selai nanas, kami kembali menikmatinya di teras pondok sambil berjaket, karena udara pagi yang dingin. Bahkan Aira akhirnya sarapan sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.

Pagi itu Aidan sudah sibuk mengajak lihat kerbau lagi, sementara si kakak tidak sabar menunggu kegiatan yang sudah disiapkan staf Mulih Ka Desa. Setelah anak-anak lain berkumpul, kegiatan pun dimulai. Ada lomba balap karung, lomba bakiak, lomba mengisi pipa air, yang dilanjutkan dengan meniti jembatan bambu, menanam padi, dan memandikan kerbau. Walaupun setelah selesai ia kotornya minta ampun, tetapi Aira senang sekali.

 

 

Secara keseluruhan kunjungan kami ‘pulang ke desa’ menyenangkan sekali. Kami berencana untuk kesana lagi jika Aidan sudah lebih besar, agar dia juga bisa ikut bermain. Mungkin mengajak sepupu-sepupu Aira dan Aidan, biar lebih seru lagi.
Mulih Ka Desa

Jl. Raya Samarang Kamojang, Garut 44161

 


24 Comments - Write a Comment

Post Comment