Perempuan= Makhluk Multitasking :)

Perempuan adalah makhluk multitasking. Siapa yang setuju?

Menurut Dr. Aisyah Dahlan pada sebuah seminar yang pernah saya ikuti, korpus kalosum pada otak perempuan lebih tebal 30%, makanya bisa melakukan pekerjaan yang berbeda sekaligus.

Sudah jadi rahasia umum bahwa ketika seorang perempuan mengubah statusnya menjadi ibu, maka waktu untuk diri sendiri berkurang sekitar, enggg berapa persen, ya? Mungkin ada yang hanya 50%, tapi tidak sedikit juga yang bilang, punya 30 menit untuk diri sendiri saja sudah senang sekali.

Nih, ya, saya coba runut kegiatan harian di hari kerja; bangun tidur, salat, mandi, membuat sarapan anak, memandikan anak, menyuapi/menemani anak makan, mengantar sekolah, berangkat kerja. Setibanya dari kantor langsung mandi, makan, main sama anak atau menemani belajar, menidurkan anak, menemani suami makan, kemudian (akhirnya) baru tidur. Saya yakin sih, pasti banyak mommies yang aktivitasnya lebih padat lagi daripada saya.

Saya, sih, mengakui saja, bahwa saat bekerja di kantor adalah salah satu me time saya. Lho, kok, kerja me time, sih? Ya dong, ini keuntungan bagi saya yang selalu bekerja di bidang yang saya gemari. Walaupun tidak bisa dipungkiri juga, saat bekerja sesekali pikiran dan konsentrasi kepecah karena memikirkan Langit di rumah sedang beraktivitas apa, sudah makan atau belum, tidur siang atau tidak, nangiskah atau mencari ibunyakah. Lebay? Tentu tidak, ya, pasti banyak mommies yang bekerja kantoran atau saat berjauhan dengan si kecil juga merasakannya.

Walaupun hubungan antara ibu dan anak pasti ada di hati, tapi pasti banyak cara untuk mengobati rasa rindu, bisa menggunakan foto si kecil sebagai wall paper telepon selular, laptop, ringtone suara anak, merekam video (ini saya gunakan waktu zaman memerah ASI dulu, biar cepat LDR (Let Down Reflex) saya nonton video Langit dulu, hehehe), atau tidak sedikit juga yang berulang kali telpon ke rumah.

Banyak mommies yang untuk memantau si kecil dengan cara menelepon, menitipkan pada orangtua atau kerabat, sampai yang memasang CCTV. Kalau saya sejauh ini sudah sangat merasa terbantu dengan telepon. Nah, supaya murah, tahu sendiri dong, kalau telepon anak, kan, tidak mungkin hanya 2 menit, saya sengaja membelikan pengasuh Langit nomor dari provider yang sama. Saat ini saya menggunakan Indosat. Dengan paket bulanan hanya 50 ribu rupiah, saya bisa menelepon selama 1000 menit! Makanya saya sering banget telepon ke telepon selular pengasuh Langit di rumah lalu mendengarkan Langit membacakan buku atau bernyanyi :D

Kalau mommies gimana?


33 Comments - Write a Comment

  1. Pikiran langsung melayang ke aktivitas pagi, nih:) hehe
    Tapi part “bahwa saat bekerja di kantor adalah salah satu me time saya”, gue banget! Jadi, so far gue masih bersyukur, dalam satu hari dapet deh tuh, me time, qualiy time bareng Tara, dan istirahat cukup:)

Post Comment