Keluarga Nugraha: The Picture Perfect Family

Para ibu yang rajin berselancar di dunia maya, pasti sering ‘nyasar’ ke blog Keluarga Nugraha. Entah sekedar blogwalking atau mencari resep! Ya, kehidupan keluarga Nugraha memang menyenangkan untuk disimak. Pemiliknya, Astri Nugraha, rajin bercerita secara rutin kehidupan keluarga mereka di benua Australia sana.

Membaca blog-nya, saya suka ngebatin, deh, Mbak Astri ini perempuan super. Gimana nggak? Tinggal jauh dari keluarga (berarti tidak bisa menitipkan anak-anak ke siapapun), memiliki 4 anak (Khadeeja Nugraha (7 tahun), Fateema Nugraha (5 tahun), Salahuddin Nugraha (3 tahun), dan Mareeam Nugraha (1 tahun)), punya bisnis makanan, dan rajin nge-blog pula!

Belum lagi hubungan dengan Hendra Nugraha, suaminya, terlihat adem ayem tenteram. They make picture perfect  family!

Kebetulan saya pernah berkenalan dengan Mbak Astri walaupun hanya sebatas dunia maya dan tertarik untuk melontarkan beragam pertanyaan bodoh seperti, “Apa nggak pernah berantem ya?” atau “Apa nggak pernah marah sama anak-anak?” Hihihi .…

Banyak sekali kaum ibu yang merujuk Mbak Astri sebagai ibu yang sempurna. Bagaimana komentar Mbak Astri mengenai hal ini?

Alhamdulillah … hehehe … bersyukur walaupun tetap tidak habis pikir kenapa, oh ,kenapa. Karena masih banyak yang jauh lebih hebat dan jauh lebih sempurna daripada diriku. Jawaban klise memang … tapi ya, memang demikian adanya. :)

Selain itu, keluarga Mbak Astri juga kalau dilihat dari cerita-ceritanya selalu bahagia, senang seperti tanpa masalah ….

Hahaha. Memangnya kalau ada masalah harus diumbar? :D
Kehidupan rumah tangga kita bukan seperti sinetron yang masalah pun diada-adakan. Hehehe ….

Kalaupun ada berantem atau masalah gitu, biasanya mengenai apa dan bagaimana penyelesaiannya?

Ada. Alhamdulillah ada. Lho kok Alhamdulillah? Ya, berarti kami masih normal :). Kami menikah hampir 12 tahun, tapi masih selalu berusaha menyesuaikan diri satu sama lain. Belum lagi harus terus belajar mendidik anak-anak. Dua ide dan dua prinsip dari dua individu (saya dan suami) yang terkadang masih suka berbeda, itu yang bikin rame di rumah.

Mbak Astri tinggal jauh dari keluarga, tapi bisa mengurus 4 anak seorang diri dan punya bisnis pula. Bagaimana mengatur waktunya?

Saya punya prinsip: bangun sepagi mungkin, tidur semalam mungkin, dan jangan buang waktu walau hanya sedetik. Lima menit saja, bisa kita pakai untuk bermacam hal: menyiapkan makanan untuk anak atau membersihkan toilet atau mengepel 2 ruangan. Bayangkan, itu baru 5 menit … bagaimana dengan 1 jam? :)

Mungkin juga karena anak saya banyak, jadi rasanya selalu bersaing dengan waktu. Mau istirahat sedikit, takut pekerjaan langsung numpuk. Jadi, biasanya begitu anak-anak tidur siang, saya langsung tancap gas beberes rumah atau masak.

Dengan segala hal yang perlu diurus, bagaimana Mbak Astri bisa punya me-time?

My me-time biasanya di malam hari setelah semua beres, tinggal tidur … baca buku atau majalah, apa pun, deh. Tapi memang, me-time yang di luar rumah sangat sulit dilakukan … biasanya sebulan sekali kumpul dinner dengan teman-teman.

Terkadang, me-time juga bukan berarti hanya bersenang-senang dan rileks seorang diri. Kadang saya hanya pergi dengan anak si sulung dan nomor 2, sementara anak ke-3 dan 4 dijaga suami.. Kami bertiga shopping dan makan bareng. :)

Pola parenting seperti apa, sih, yang Mbak Astri terapkan ke anak-anak?

Yang moderat! Anak-anak harus bisa bebas mengekspresikan perasaan mereka kepada kami sebagai orangtua.

Komunikasi tidak harus dari orangtua ke anak, tapi kita juga harus mau menerima kritikan dari anak-anak. Mungkin bisa dibilang sedikit liberal, tapi kita tetap menjaga supaya anak-anak bisa tetap memegang adat ketimuran.

Sekarang ini anak-anak lagi kita latih berbahasa Jawa walaupun hanya sepatah, dua patah kata. Jadi mereka kenal bahasa tradisional selain bahasa Indonesia dan Inggris.

Kalau membaca blog-nya, rasanya nggak kebayang Mbak Astri bisa marah. Pernah marah nggak Mbak, sama anak-anak?

Ya pernah laaaaaaaaah … memangnya saya malaikat … hahaha.
Kalau kata teman-teman, saya ini termasuk ibu yang penyayang tapi galak. Mungkin bukan galak, tapi tegas. Ditambah lagi suara saya bariton. Wah, klop, deh. Hehehe.

Saya memang disiplin ke anak-anak tapi tidak ekstrem juga. Menanamkan disiplin, mungkin harus dimulai dari kita dulu sebagai orangtua, karena bagaimanapun, anak pasti melihat ke orangtua. Misalnya, bagaimana anak mau disiplin salat kalau orangtuanya masih belum melaksanakan kewajiban yang lima waktu itu.

Jadi, kadang saya cukup kasih contoh saja dengan sikap sehari-hari, bagaimana menjalankan hidup yang sesuai dengan aturan seharusnya, tanpa harus berteriak-teriak pada anak … maksudnya, tanpa harus SERING teriak. Hahaha…

Saya juga tidak segan meminta maaf ke anak-anak kalau saya memang salah dengan maksud ingin memberi contoh ke anak-anak bahwa siapapun, tidak pandang usia atau gender, kalau bersalah harus bisa minta maaf.

Dengan jarak usia yang bisa dibilang berdekatan, ada tidak sibling rivalry? Lalu bagaimana mengatasi atau mengantisipasinya?

Oh, pasti itu. :)

Hubungan Khadeeja dan Fateema cukup dekat karena sama-sama anak perempuan. Walaupun begitu, mereka juga sering berantem. Nomor 3, karena dia cowok sendiri, sering jadi pemicu keributan di rumah. Dia sering defensif terhadap kakak-kakaknya, mungkin karena sering ditolak main … hahaha. Tapi kalau sudah akur, mereka bertiga bisa akur banget. Si bungsu aka Mareeam, sih, belum kelihatan. Dia masih nempel terus ama mommy-nya. :D

Kalau kencan dengan suami, gimana? Masih bisa dilakukan nggak? Caranya gimana?

Hahaha. Ini ngeledek, niiiiiiiih. :D

Menurut Mbak Astri, hal apa yang harus diperhatikan untuk membentuk keluarga yang harmonis?

Saling percaya dan komunikasi. Teorinya gampang tapi praktiknya emang rada susah … hahaha.

Saya sendiri sama suami masih saling mengingatkan kalau pas kita rada error komunikasinya. :D

Apakah keluarga yang telah Mba Astri dan suami bentuk saat ini adalah ideal atau sesuai dengan ekspektasi?

Ideal? Mungkin belum … soalnya anaknya belum 6. Hahaha. Gak, deng!

Insya Allah sudah :) Rasanya, sejak baru memiliki satu anak, saya sudah merasa ideal. Hehehe. Mungkin karena anak-anak masih kecil, belum banyak masalah, jadi masih relatif aman. Hehehe.

Insya Allah anak-anak bisa tumbuh jadi pribadi yang saleh di lingkungan yang mayoritas nonmuslim bahkan ateis ini. Tugas kita sebagai orangtua untuk membentuk keluarga ideal sepertinya memang tidak akan pernah berhenti, ya.

Ideal di mata manusia, belum tentu ideal di mata Allah SWT. Kita, sih, inginnya sakinah, mawaddah, dan rahmah. Insya Allah. :)

 

Wow! Banyak, ya, yang bisa kita ambil dari pernyataan-pernyataan Mbak Astri. Hari ini kebetulan bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional, semoga saja membaca pengalaman positif keluarga Nugraha bisa menginspirasi kita untuk menjadi keluarga yang lebih baik juga. Amin!

 


62 Comments - Write a Comment

Post Comment