Belajar Tentang Alam di Jendela Alam

Salah satu lokasi wisata di Bandung yang kami kunjungi saat liburan kemarin adalah ”Jendela Alam” yang terletak di daerah Lembang, Bandung.   Entah mengapa tempat ini relatif kurang dikenal dibandingkan dengan ”Kampung Gajah” yang lokasinya terhitung berdekatan.  Namun menurut pengelola di sana, umumnya yang datang itu rombongan anak sekolah. Bisa dipahami karena memang di sini ini lebih kental nuansa pendidikannya dibanding rekreasinya.

Jendela Alam ini benar-benar area wisata yang menurut saya ”semua ada”, mengapa begitu? Karena mulai dari mini playground sampai ”pasar” sayur dan buah segar ada disini.  Jadi untuk anaknya bisa bermain puas, dan untuk orangtua terutama para ibu bisa puas belanja sayur mayur atau hasil panen yang mereka sediakan.  Mulai dari tomat, stroberi, kangkung, atau bayam merah hidroponik, telur bebek, telur ayam Arab , sampai susu sapi segar semua dijual di sini.  Dan semua dilakukan dengan konsep ”fresh from the oven” alias kita yang terjun langsung mengambilnya, misal: mau beli tomat ya petik tomat sendiri, mau beli telur bebek ya ke kandang bebek, dsb.

Konsep lokasi ini pun benar-benar bersahabat sekali, jujur … saya benar-benar kagum dengan pelayanan yang mereka coba berikan kepada pengunjungnya.  Memang lokasinya mungkin tidak terlalu besar, tetapi keramahan dan kehangatan pelayanan yang diberikan oleh para petugas di sana yang membuat kami jatuh hati.  Bagaimana tidak, saat saya sedang menemani Rayssa melihat bebek dan angsa yang asyik berenang, di area kebun hidroponik ada seorang ibu petugas yang tampak sedang merawat bayam merah, dan tiba-tiba ia keluar untuk menghampiri kami yang lagi asyik bercerita ke Rayssa tentang bebek dan angsa.  Ia pun mencoba berkenalan dengan Rayssa, lalu secara singkat menjelaskan tentang perbedaan bebek dengan angsa dan menawarkan diri untuk mengantar berkeliling area.  Kami diantar ke kandang kuda, bahkan kami pun dijelaskan mengenai khasiat daun rosemary dan bunga lavender.  Rayssa pun diajak ke kebun bayam merah hidroponik, di sana lagi-lagi beliau menjelaskan bagaimana konsep hidroponik itu dan langkah-langkah singkat apabila kami ingin berkebun sayur secara hidroponik.

Dan semua itu ia jelaskan sambil selalu tersenyum dengan bahasa yang mudah dimengerti bahkan oleh saya yang awam sekalipun tentang berkebun.  Jadi benar-benar ”dapat” konsep pendidikannya dan terlihat sekali kalau ia melakukannya karena cinta dengan pekerjaan, bukan sekedar tuntutan profesi.  Bahkan saat akan keluar dan sedang mengamati ular di kotak kaca di depan, kami berkesempatan langsung bertemu dengan pemiliknya yang lagi-lagi dengan senangnya menjelaskan dan mengantar kami berkeliling untuk mengenalkan bermacam satwa yang ada di ruang pamer tersebut. Sama persis seperti yang dilakukan oleh petugas yang sebelumnya mengantar kami berkeliling area perkebunan.

Area wisata Jendela Alam ini terbagi menjadi sekitar 5 area, yaitu Water Ball/Water Boom atau area permainan air atau arena kolam renang sederhana lengkap dengan papan seluncurnya, Area Playground yang berisi berbagai permainan anak-anak seperti papan jungkat-jungkit, trampolin, rumah perosotan, dll.  Area Jendela Sahabat, yaitu area permainan seperti penyewaan sepeda mini, menunggang kuda poni, penyewaan sepeda yang digerakkan dengan tenaga baterai, sampai ke arena Outbond lengkap dengan wall climbing-nya.  Area Jendela Tumbuhan yang berisi berbagai macam kebun dan tanaman obat yang sebagian bisa kita beli dan petik langsung jika memang waktunya panen, dan yang terakhir Area Jendela Hewan yang berisi berbagai macam hewan dan juga sebagian hasil peternakannya bisa kita beli seperti telur ayam arab, telur bebek, susu sapi segar. Semuanya kita ambil sendiri lho. Menarik kan?

Fasilitas umum seperti kantin, musala dan toilet pun tersedia di sana, bahkan disediakan beberapa gazebo atau saung yang bisa digunakan oleh pengunjungnya untuk beristirahat sambil makan, baik makan dari makanan kantin ataupun memakan bekal yang dibawa dari rumah.

Oh ya, saat akan pulang dari lokasi, sempatkan waktu mengisi sedikit kuesioner di lokasi pembelian tiket, karena setelah mengisi kuesioner kita akan diberikan satu pak bibit pohon lengkap dengan panduan sederhana menanamnya serta penjelasan singkat ciri dan khasiat tanaman tersebut.

Secara keseluruhan, dengan tiket per orang seharga Rp 10.000 kami cukup puas berwisata sambil belajar di Jendela Alam ini. Dan kami merekomendasikan lokasi ini untuk para orangtua yang memiliki putra-putri dan ingin belajar langsung tentang alam.  Menguntungkan bukan jika liburan anak pun diisi oleh hal yang mendidik dan memberikan mereka banyak pengalaman serta pengetahuan.

Jendela Alam,

Komplek Perumahan Graha Puspa

Jl. Sersan Bajuri Km 4,5 Cihideung,

Lembang, Bandung

(022) 278 8482, 278 8513, 695 972 68

www.Jendela-Alam.com

*Dikirim oleh Amelia (@mylilaira), Ibu dari Aimeenindya Imtiyaz Rayssa (20bulan)


14 Comments - Write a Comment

Post Comment