Mommiespreneur: Dari Katering, Clodi Sampai Party Planner

 

Akhir Maret lalu, Mommies Daily diundang oleh majalah Femina untuk menghadiri “Power Lunch Wanita Wirausaha Femina”. Di acara tersebut hadir para pemenang dan finalis dari lomba Wanita Wirausaha Femina beserta pembicara yang terdiri dari wanita-wanita hebat seperti Ibu Martha Tilaar dan Anne Avantie. Mereka bercerita tentang pengalamannya membangun bisnis, dan tentu saja, kami sigap untuk meneruskan tip dan wejangan mereka ke Twitter untuk dinikmati oleh pembaca Mommies Daily. Ternyata karena banyak anggota forum Mommies Daily yang berwirausaha (dan sedang berpikir untuk berhenti bekerja), mereka menyambut topik ini dengan antusias. Waktu itu kami lontarkan ide untuk membuat acara dengan tema “Mommiespreneur”.

Nah, karena acara tersebut belum bisa direalisasikan, kali ini kami mau menampilkan beberapa mommiespreneur yang berjaya lewat bisnis online. Siapa tahu bisa menginspirasi Mommies. Mereka adalah Mariza Navratilova, pemilik http://www.metalmomshop, sebuah online shop yang menyediakan barang-barang bayi terutama clodi. Awalnya, Metalmomshop ini memang reseller clodi tapi Icha, begitu panggilan akrabnya, kemudian memutuskan untuk mengeluarkan label clodi sendiri. Mommiespreneur kedua adalah kakak beradik Neura Azzahra & Nandra Janniata dari http://www.bebitang.com, katering sehat untuk bayi dan balita. Kemudian juga ada Junita Najoan dari http://kinderplays.blogspot.com yang bermula dari penyewaan mainan sampai kini merambah ke dunia party planner.

Simak yuk penuturan mereka …

Cerita dong awal mula membuat bisnis?

Metalmomshop: Sebelum mempunyai Metalmomshop, saya bekerja sebagai arsitek di sebuah perusahaan. Awalnya berhenti bekerja karena menikah kemudian memutuskan untuk membuat Metalmomshop. Karena jatuh cinta dengan seluk beluk clodi akhirnya saya memberanikan diri untuk membuat merek sendiri. Dengan bikin produk sendiri, kita bisa menentukan model, desain yang tepat sesuai keinginan kita serta lebih bebas dalam berkreasi karena beberapa produk kan ada plus dan minusnya. Harapan saya adalah menciptakan clodi yang mendekati sempurna dan tentu saja terjangkau untuk semua pelanggan.

Bebitang: Sampai saat ini saya (Nandra) masih bekerja kantoran dan kakak saya saat memulai usaha ini adalah seorang stay at home mom. Alasan tersebutlah yang membuat kami berani melangkah, karena dengan kakak saya yang tidak bekerja otomatis akan lebih fokus pada usaha ini.

Kinderplay: Sebelum menikah saya bekerja di Rumours, salah satu toko fashion
retail
di Plaza Senayan dan Plaza Indonesia. Setelah berniat menikah saya memilih untuk mengajar di LaSalle International School, mengajar kelas Fashion History. Bekerja paruh waktu adalah jawaban buat saya yang tidak mau terlalu stres dalam bekerja kantoran, terikat dengan waktu, dan bertemu anak di sisa waktu tersebut. Apalagi dulu kerja saya ngga tentu, kadang bisa sampai pukul 22.00. Ini jelas tidak sesuai dengan keinginan saya yang mau meluangkan waktu untuk anak.

Apa alasan utama untuk memilih bidang yang ditekuni?

Metalmomshop: Saya sempat bermasalah dengan popok kain biasa (bayi kan kerjaannya pipis mulu tuh), bocor sana sini. Saya akhirnya mencari tahu bagaimana caranya supaya pekerjaan mengurus pipis anak jadi lebih ringan (tidak repot harus berulang kali ganti baju dan ganti celana anak tiap 15 menit sekali). Akhirnya saya menjadi sedikit terobsesi gitu dan kalau kata orang kan jadikan sesuatu yang Anda sukai sebagai lahan bisnis. Syukur-syukur dari pengalaman sama anak sendiri, bisa di-share ke ibu-ibu lain. Dan Insya Allah 2-3 bulan ke depan saya akan meluncurkan baju hamil dan menyusui dalam ukuran tidak biasa alias big size. Lagi-lagi ini karena terobsesi mencari baju hamil dan menyusui yang pas untuk wanita berukuran plus itu susah sekali.

Bebitang: Sebagai ibu bekerja (di kantor), mendapatkan cuti di saat ART tidak ada kadang terasa sulit … apalagi saya ingin memberikan makanan dari bahan alami pada anak saya. Kebetulan banget kakak saya punya passion di bidang masak, kami pun sepakat untuk memulai usaha katering. Memang sih bisnis bertema itu sedang menjamur tapi katering anak yang mengusung prinsip makanan sehat tanpa bahan pengawet dan penguat rasa belum banyak. Misi kami sederhana: membantu para ibu (khususnya ibu bekerja) yang tidak sempat menyiapkan makanan sehat untuk buah hatinya. Zaman boleh serba instan tapi jangan sampai makanan anak diberikan yang instan.

Kinderplays: Usaha Kinderplays ini sebenernya dimulai dari penyewaan mainan, aktivitas ibu-anak, lalu merambah ke dunia party planner. Anak dan hobi, kedua hal itulah yang membuat saya tertarik menekuni bisnis ini. Mereka adalah sumber inspirasi saya. Keinginan saya adalah membuat masa kecil anak dilalui dengan hal yang menyenangkan, sehingga mereka bisa menjadi manusia yang mempunyai sifat periang, positif, serta kreatif. Menurut saya, mainan adalah bentuk investasi. Mainan itu harus bersifat edukatif dan aman. Oleh karena itu kebanyakan mainan KINDERPLAYS mengutamakan kualitas dan pendidikan. Happy kids are the best investment. Anak yang periang dan positif tidak mudah stres serta bisa melihat sisi yang baik daripada yang buruk dalam suatu masalah. Berpikir kreatif juga mengasah anak untuk mengatasi masalah mereka lebih cerdik di kemudian hari. Itu hanya teori yang saya buat sendiri, dan mengikuti kata hati saya. Awalnya KINDERPLAYS party planner dibuat pada saat saya merayaan ulang tahun anak saya, lalu iseng-iseng kirim ke party blog yang ternyata disukai oleh blogger Amerika. Mungkin dari situ saya mulai yakin untuk membuat
satu acara pesta ulang tahun untuk anak saya dan setelah itu tawaran berdatangan. Ini berawal sekitar September 2010 lalu.


Boleh share berapa kira-kira modal awal saat memulai bisnis dan berapa omzetnya?

Metalmomshop: Untuk modal awal reseller sih sekitar Rp 800,000 tapi untuk bikin label sendiri butuh sekitar Rp 30,000,000. Laba bersih: Rp 6,000,000 – Rp 15,000,000  per bulan (tergantung tingkat kerajinan).

Bebitang: Modal awal Rp 3,000,000. Omset sekarang Rp 2,000,000 – Rp 3,000,000 per bulan

Kinderplays: Modalnya: mempunyai partner yang kompeten dan bisa dipercaya. Omzetnya cukup untuk merealisasikan impian saya selanjutnya :P, hehehe.

Katanya berwirausaha mengizinkan kita untuk mempunyai waktu lebih untuk si kecil. Setuju nggak dengan kalimat tersebut?

Metalmomshop: Benar sekali, dengan mommiespreneur ini sebenarnya kita bisa lebih fleksibel mengatur waktu antara kerja dan keluarga. Harus pintar bagi waktu deh, karena walaupun kerja dari rumah, kalau tidak disiplin, bisnis dan keluarga bisa jadi bentrok. Pernah kejadian, karena sibuk mengurus dagangan (ada sedikit masalah) selama beberapa hari berturut-turut, anak jadi sedikit kurang diperhatikan dan suami juga sempat protes. Jadi walau kerja di rumah, tetap harus bisa mengatur waktu. Kalau tidak ya jatuhnya sama aja. Enaknya adalah kita bisa kerja sambil memantau anak, jadi kita tetap bisa tau perkembangannya di depan mata. Kalau kangen juga bisa langsung peluk-peluk :). Kerja jalan terus, pemasukan ada, anak pun tetap bisa terus nempel :). (asal pintar mengatur waktu ya). Pernah saking sibuknya, anakku digotong-gotong muterin Jakarta ikut nawarin dagangan. Hehe.

Bebitang: Untuk katering ini, karena bisa dikelola dari rumah, memang memberikan kami waktu yang lebih fleksibel. Karena rush hour-nya terukur.

Kinderplays: Kalau sudah berbisnis berarti kita juga sudah commit dengan sesuatu, sama dengan dunia kerja. Jadi ada kalanya kita memang harus profesional. Terutama dengan pelanggan. Yang sudah kita janjikan, lakukan dengan maksimal. Kalau dibanding dengan kerja kantor yang waktunya pasti yah dalam wirausaha waktunya jelas lebih fleksibel. Dan kita sendiri yang pegang kendali. Jadi keputusan untuk mengambil order atau bermain dengan anak itu sepenuhnya dari diri kita sendiri. Nah, apa yang profesional? Saat saya di lapangan, saya tidak membawa anak, walaupun kerjaan harus dilakukan saat akhir minggu sekalipun. Saya tetap harus konsentrasi dengan kerjaan, tidak bisa beralasan “Duh anak lagi rewel”. Jadi anak saya titip dulu, walau pulangnya kangen abis abisan :). Solusinya? Banyak bermain dengan mereka di hari-hari biasa.

Saran untuk para mommies yang ingin berwirausaha?

Metalmomshop:
1. Tentukan mau berusaha di bidang apa? Kalau bisa sih yang kita sukai. Jangan ikut-ikutanan menjual suatu barang karena alasan menguntungkan. Tapi jual karena kita memang menguasai dan cinta produk itu. (contoh: jualan tas dan sepatu kerena merasa titisan Carrie Bradshaw).
2. Usaha itu nggak bisa setengah-setengah, butuh totalitas. Jadi kalau ingin terjun usaha, harus siap dengan segala kemungkinan yang bisa bikin jantungan (contoh dibajak, saingan usaha, disikut kanan-kiri). Jangan cepat menyerah dan putus asa, harus kreatif (bukan menjiplak), selalu original, kalau bisa jangan berpikir bagaiman caranya mendapatkan untung besar dalam waktu singkat. Rintis dari yang kecil, sampai berbuah besar.
3. Bagi ibu yang bekerja: sebelum berhenti, buat perencanaan detail. Kalau ingin bikin  produk sendiri, cari sumber bahan bakunya, biaya produksi, teknik pemasaran dengan lengkap. Semuanya dengan detail. Mulai jalankan pelan-pelan, kalau prospek sudah bagus (hitungannya 2-3 tahun ke depan ya), pemasukan sudah mulai jelas … bisa mulai say good bye dengan pekerjaan sebagai karyawan. Tapi ingat, saat Anda memasuki dunia usaha, tidak ada penghasilan tetap. Jadi mungkin bisa naik-turun sesuai kondisi pasar. Harus pintar mencermati pengeluaran.
4. Selalu yakin :) dan lakukan wirausaha untuk ibadah. Usaha dari rumah sambil dekat buah hati itu menyenangkan lho.

Bebitang: Harus kreatif,  nggak masalah kalau mengikuti bidang usaha yang sudah ada, tapi tetap harus punya sesuatu yang unik, yang bisa dijadikan ciri khas (keunggulan) produk kita, dan harus pinter-pinter lihat peluang, karena kebutuhan manusia sangat beragam.

Kinderplays: Follow your dreams, do it with passion and goodwill. Jangan lupa untuk menyertakan niat baik dan juga kejujuran. Insya Allah semuanya berjalan dengan ditambah doa. Berpikir kreatif juga penting untuk membuat bisnis kita berbeda dari yang lain. Carilah sesuatu yang baru dan bisa merepresentasikan jiwa Anda, jadikan karya unik. Saya memang menunggu masa sampai anak anak cukup besar saat membuka usaha ini. Keinginan untuk berbisnis kreatif sudah ada sejak saya berhenti kerja kantoran, tapi saya yakin untuk tidak melewati masa-masa emas anak. Too good to be missed.

Nantikan Mommiespreneur edisi selanjutnya, ya, Mommies :)

 


43 Comments - Write a Comment

  1. Pingback: Anatasia Ersam

  2. Well done, ladies! Ih pengen deh suatu hari bisa kayak kalian bertiga. Apa daya, gak bakat dagang dan gak bakat bisnis T_T

    Btw, gue pernah ngeliput acara pelatihan wirausaha untuk perempuan. Salah satu poin yang ditekankan adalah, jangan pernah berharap bahwa dengan punya bisnis sendiri, kita jadi punya banyak waktu untuk keluarga. Kenyataannya justru sebaliknya. Karena ini bisnis kita sendiri, just like Ica dan Junita said, kita harus committed kalo mau maju. Bahkan tak jarang, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala dan kerja nyaris 24 jam. Apalagi yang berhubungan langsung dengan customer, karena customer adalah raja. Kudu siap diteror customer tengah malam buta, melayani customer rewel saat anak sakit, etc.

    Jadi yang ngarep bisa agak santai kalo punya bisnis sendiri biasanya agak kaget atau kalo mau santai, ya bisnisnya gak maju-maju. Denger gitu, cukup buat bikin gue tambah gak pede, hehehehe..

    1. Hanzky

      Bener banget Ra..itu yang gue sama Affi alamin sih..emang bener nggak ada atasan lagi di kantor..tapii yang jadi boss kita itu ya para client2 kita. Trus juga bener-bener ngerjain semuanya..dari meeting sama calon client di four seasons sampe nyikat kamar mandi kantor :D

    2. gw bukan mompreneur tapi kebetulan IRT yg bantuin usaha suami. emang ada benernya klo punya usaha sendiri kadang ga kenal waktu. kadang2 tengah malem kita masih ngerjain invoice atau sertifikat atau bahkan surat penawaran. tapi setidaknya krn kantornya di rumah jd ngga ngerasa ‘kerja’ dan ngga ngerasa bersalah2 amat tengah malem masih sibuk ngurusin kerjaan hehehe…

  3. wow..salut!bisa dibayangkan it’s not easy pernah jalanin bentar soale hahaha dan sekarang, setelah punya anak bawa kerjaan ke rumah aja susahnya minta ampun untuk membagi waktu ngerjain dan jaga anak sekaligus! Semoga tambah majuuuu ya kalian!

  4. Bwahahahahaa..bnr bgt mba ira:) bisnis sendiri bnr2 hrs pinter2 atur waktu, n cpenya justru lebih drpd wktu aku kerja di TV..:) dulu smpe rmh bs santai2 or ntn tv,skrg jrg bgt ntn tv.klo anak2 mlm tdr,baru tuh bs punya me time yg ga terganggu ,n bukannya santai2,mlh manfaatin wktu utk kerja :)begadang d,pdhl bsknya paghi2 uda pd bangun:)

    Tp tetep ya, family comes first. Jgn smpe kita uda kerja di rmh,tp anak2 terbengkalai. Suamiku jg srg bgt protes krn dicuekin hehe. Jdnya bnr2 hrs disiplin, n anak2 ttp yg utama, masak2 dll ttp diduluin.konsekwensinya, tiap hr ga perna bs leyeh2 hehehehe.. tp ttp,aku salut sm ibu2 yg bs kerja kantoran,krn pinter baghi waktu dgn keluarga n kerjaan :) krn klo mommipreneurs kan bs atur wktu sendiri,disesuaikan dgn kebutuhan kita :)

    Sukses ya mba nandra, mba icha (perna belanja di ghalybebeshop juga kan?hehehe)

    Dan smua mommiepreneurs :) TFS :)

  5. Bwahahahahaa..bnr bgt mba ira:) bisnis sendiri bnr2 hrs pinter2 atur waktu, n cpenya justru lebih drpd wktu aku kerja di TV..:) dulu smpe rmh bs santai2 or ntn tv,skrg jrg bgt ntn tv.klo anak2 mlm tdr,baru tuh bs punya me time yg ga terganggu ,n bukannya santai2,mlh manfaatin wktu utk kerja :)begadang d,pdhl bsknya paghi2 uda pd bangun:)

    Tp tetep ya, family comes first. Jgn smpe kita uda kerja di rmh,tp anak2 terbengkalai. Suamiku jg srg bgt protes krn dicuekin hehe. Jdnya bnr2 hrs disiplin, n anak2 ttp yg utama, masak2 dll ttp diduluin.konsekwensinya, tiap hr ga perna bs leyeh2 hehehehe.. tp ttp,aku salut sm ibu2 yg bs kerja kantoran,krn pinter baghi waktu dgn keluarga n kerjaan :) krn klo mommipreneurs kan bs atur wktu sendiri,disesuaikan dgn kebutuhan kita :)

    Sukses ya mba nandra, mba icha (perna belanja di ghalybebeshop juga kan?hehehe)

    Dan smua mommiepreneurs :) TFS :)

  6. Klo gw sih jujur, awalnya buat memuaskan hasrat belanja brg2 anak hehee drpd kebanyakan online shopping:) alhamdulillah abis itu diseriusin lmyn menghasilkan:) bnr tuh,hrs ada passionnya,spy enjoy kerjanya :)

  7. wah bener2 mommies di atas ini emang inspirator buat kita semua, terutama yg pgn punya bisnis sendiri.
    bener banget, punya bisnis itu gak segampang n ga seenak yg dikira. butuh modal nekat.
    soale pengalaman punya ide bikin bisnis yg diinginkan tp kok ga brani buat mulai krn bayanginnya dah susah duluan, giliran mo buka bisnis yg keliatannya gampang, tp bingung sendiri mesti bisnis apa yg beda dr yg dah ada hehehe.
    sempet punya lapak online, tp skrg malah vakum. mudah2an bisa dijalanin lagi.. makasi ya buat sharingnya

  8. jadi inget, awal2 jalanin bebitang, sering dimarahin suami, karena konsentrasi kepecah antara ngurus anak & bebitang. Jadilah harus pinter2 nyesuain waktu. ngerjain pesenan n nyaipin katering malem pas anak udah tidur. selain itu kerja sendiri malah harus lebih disiplin n konsisten ketimbang kerja kantoran. capek, tapi selalu kebayar klo yg mesen suka masakannya :D
    walau sempet keder, suami selalu kasih pesen, bikin usaha bukan untuk ditutup. jadi harus terus muter otak buat ngejalanin dan ngembangin.

  9. @Neura, hi hi hi, masalah ‘bayi gede’ sama juga tuh disini. Bilang beliau,”kok saya mulai di telantarkan?” otomatis biar jadi istri yang profesional, jam empat teng mulai rapi rapi dan lipet laptop, hp silent/vibration mode. udah selesai makan malem buka lagiii:) trus pakai mimik muka anak kucing kelaperan bilang,”saya seneng banget dengan kerjaan ini mas, ini hobi buat saya biar ga jenuh, biar menyeimbangi diri saya, bukan melulu dikenal sebagai istri siapa atau ibu siapa, tapi sebagai saya sendiri” bisa aja kan tuh *curhat ga penting*

  10. setuju sama Ira,gue ngeliat suami gue sendiri dan pernah ngalamin sebelum jadi stay at home mom,kl bisnis sendiri memang jangan berharap lebih banyak waktu luang dan lansung untung besar justru awal2 semua terkuras apalagi kalau mau maju jd besar ya,solusi untuk mengatasinya ya tambah SDM untuk handle tugas2 tapi itu jg butuh pengelolaan yg ga gampang,hari gini SDM ada aja tuntutannya padahal kewajiban belum dijalanin dengan baik hehehe *jd curcol*,btw gue cerita bukan mau mengecilkan hati cuma kasih tahu the real thing ya,bahwa tantangannya besar drpd jd karyawan saja tapi bisnis sendiri memang jauh lebih menyenangkan karena biasanya bidang yg dipilih memang yang kita sukai selain itu alhamdulillah banget suka dapet rejeki yg lumayan dari sekali order/job hehe eniwei kalo enjoy,susah pun berasa nikmat dan puasnya ‘beda’ :))

  11. affi

    Seneng deh baca cerita mommiespreneur di atas. Setelah menjalankan bisnis sendiri baru kerasa susahnya, walaupun senengnya juga tak terukur :) Penting juga saling belajar dari pengalaman orang2 yang ngejalanin bisnis sendiri. Makanya mesti diwujudkan segera nih kumpul2 mommiespreneurnya! :)

  12. Pingback: Aku

  13. Pingback: Aku

  14. Hebat2 bgt! pengen jg punya bisnis sendiri, ide2 dan keinginan udah ada, tp waktu msh belum pas dan gak tau harus mulai dari mana? mungkin krn anakku yg kecil masih 1 1/2 thn, jd kalo utk mulai sekarang agak ribet.Tapi belum mulai usaha aja, suami udh ngerasa dicuekin, krn kalo lg online suka keterusan sih… kdg pusing jg sambil ol digangguin 3 anak laki.Mudah2an untuk berwirausaha bisa terwujud nantinya…thks buat cerita mommiespreneur yg sangat menginspirasi :)

Post Comment