Akrobatik dengan Baby Wrap

Bisa bersama buah hati sepanjang waktu adalah hal yang paling menyenangkan. Apalagi buat para working mom yang hanya punya waktu singkat untuk mengerjakan semua pekerjaan. So little time, so much to do.

Boleh dikatakan ini curhat colongan tentang apa yang saya lakukan setiap harinya sebelum berangkat kerja. Kebetulan jam kerja saya dari siang sampai malam hari. Dan setiap pagi saat membuka mata, yang terpikirkan pertama kali adalah mustahil menyelesaikan segala sesuatunya tepat waktu dengan bayi berusia lima bulan yang sedang aktif-aktifnya, hobi ngobrol, dan tak mau ditinggal.

Sementara saya harus mengurus keperluan suami, menjaga Omar, sekaligus mempersiapkan diri untuk berangkat ke kantor. Belum lagi tetek bengek kecil namun merepotkan seperti mencuci botol susu untuk ASIP selama saya tinggal kerja, mempersiapkan tas berisi kebutuhan Omar selama dititipkan di rumah eyangnya, pumping tiap ada kesempatan karena stok ASIP yang kejar tayang, memandikan dan mendandani omar yang hampir pasti selalu diiringi tangisan, serta harus tetap sarapan guna menjaga kualitas ASI.

Menilik segambreng tugas di atas terlambat tiba di kantor bukan hal aneh lagi. Perlu pintar-pintar menyusun strategi supaya frekuensi Omar rewel berkurang. Apalagi sejak 2 bulan Omar menolak digendong layaknya bayi, ia nyaman dengan gendong-nempel bahu-style. Lucky me, saya menemukan gendongan ini, yang orang bilang bernama baby wrap. Dengan ini saya bisa membereskan segala sesuatunya dengan tetap memastikan Omar tidak rewel. Omar merasa nyaman bergantung dekat dengan suara detak jantung ibunya, dan nyaman karena gendongan ini menggunakan bahan dari kaos.

Dan yang paling hebat gendongan ini benar-benar handsfree, saya bisa tetap bikin teh manis, nyiapin bak mandi Omar sampai sarapan. Yang nggak bisa disambi hanya ketika buang air kecil, meskipun sebenarnya bisa, tapi kok ya nggak etis. Hehe..

Selain sisi praktisnya, baby wrap juga menjadi bagian dari fashion dan mendukung kehidupan sosial mamanya. Ketika menghadiri undangan tetap bisa makan, ketika belanja bulanan juga tetap bisa menjangkau barang-barang, juga masih bisa mencoba ini itu kalo lagi jalan-jalan di mall. Dan yang nggak juga boleh dilupakan baby wrap bisa menutupi perut dan bentuk tubuh yang belum kembali. Hihi.. Terus gimana kalo Omar ingin nyusu? Percayalah, dalam keadaan darurat, Omar masih tetap bisa menyusu sambil saya bergerak ke sana ke sini. Rasanya seperti pemain sirkus yang sedang berakrobat. Menurut saya penemunya layak mendapatkan award. Selamat mencoba ya :)

*Dikirim oleh Amelia, ibu dari Omarka Guitara Haryo (5 bulan).


12 Comments - Write a Comment

Post Comment