ASI Booster: Mana Yang Cocok?

Selama periode menyusui, produksi ASI pasti naik turun sesuai demand. Ini normal karena memang produksi ASI dalam kondisi normal (tanpa pengaruh faktor-faktor dari luar seperti stres yang dialami ibu), selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Nah tapi gimana pada kondisi yang sebaliknya dimana demand tau-tau lebih dari biasanya seperti growth spurt misalnya, atau produksi menurun drastis karena ibu mengalami tekanan psikologis?

asima - habbatusauda

Untuk growth spurt, sebenarnya itu justru penyesuaian. Demand akan segera bertambah beberapa hari di depan, jadi bayi ‘memaksa’ untuk terus menyusui meski payudara terasa kosong. Ini kalau bisa diikuti saja, akan menambah berkali-kali lipat produksi dalam beberapa hari. Namun sayangnya ibu malah jadi stres karena merasa produksi ASI kurang terus. Oiya, lebih lengkap tentang growth spurt ada disini ya.
Sementara pada kondisi-kondisi tak terduga seperti misalnya masalah keluarga atau pekerjaan yang tiba-tiba jadi kompleks, sebaiknya memang permasalahan tidak dibebankan pada newmom supaya bisa lebih tenang dan fokus merawat bayinya.

Namun kadang situasi seperti ini tidak bisa dihindari padahal menyusui mesti jalan terus. Disinilah mommies mulai cari-cari makanan/suplemen penambah ASI. Menyimak thread yang membahas ASI Booster di Mommiesdaily Forum, makanan/suplemen ini ada yang alami, biasanya dari tumbuhan, termasuk kacang-kacangan. Tapi ada juga ekstrak/kapsulnya yang sudah difabrikasi dan yang berbentuk teh atau minuman.

Yang difabrikasi diantaranya:
– Molocco B12
– Lactamom
– Laktafar
– Asifit
– Suprasi (dari Sidomuncul)
– Fenugreek (dari GNC)
– Asima (dari Jamu Borobudur)
– Jintan Hitam atau Habbatussauda
– Madu asli Sumbawa

Teh/Minumannya:
– Yogi Tea
– Emab Milk Tea
– Sari Kurma

Sementara yang alami adalah:
– Daun Katuk
– Daun Bangun-bangun
– Daun Beluntas
– Daun Kucai
– Brotowali
– Segala jenis kacang; kacang tanah, kacang hijau, kacang mente, dll.
– Lobak
– Jantung Pisang
– Pare
– dan buah-buahan yang berkadar air tinggi seperti semangka, melon, timun suri, dll.

daun katuk

Bahan-bahan alami ini ternyata pengolahannya juga tidak bisa sembarangan. Masing-masing ada cara olahnya sendiri supaya efeknya maksimal ke produksi ASI. Seperti pare yang sebaiknya dijus mentah-mentah seperti resep Lita di posting yang lalu, daun-daunan biasanya dimasak ala sayur bening atau pecel/lalapan. Kacang biasanya digoreng. Camilan kacang mente dan kacang tanah cukup berhasil di beberapa mommies. Olahan kacang hijau rebus atau kolak kacang hijau juga banyak yang berhasil bikin ASI deras.

Saya sendiri pertama kali menyusui dapet resep Molocco dari dokter. Setelah habis, ngga berasa juga kalo berkurang karena ibu saya rutin bikin sayur katuk. Tapi lama-lama dirasa-rasain ternyata sayur hijau apa aja efeknya sama buat saya. Jadi ketimbang daun katuk yang agak seret di mulut, mendingan saya makan daun/sayuran lain yang lebih sedep di lidah hehehehe..

daun bangun-bangun

Sementara adik saya tadinya agak susah. Sudah coba kacang hijau, habbatussauda, mente goreng (dengan efek samping jerawatan malah), sari kurma, Molocco, Emab tea, Asima, Tea for nursing mom (traditional medicinal), dan sayur macem bayem, kangkung, buncis, semua katanya efeknya cuma beberapa minggu di awal aja. Selanjutnya mulai menipis lagi hasil perahannya. Kayaknya mesti di-rolling gitu konsumsinya supaya produksi tetep optimal.
FYI adik saya ini working mom yang memang harus rutin memerah, ngga kayak saya yang ngandang di rumah aja jarang merah jadi ngga terlalu ngeh juga naik turunnya produksi.
Tapi ternyata, setelah diperhatikan, yang lebih sering ngefek di adik saya adalah..minuman anget! Minuman apa aja asal anget, katanya memicu LDR (let down reflect) dan membuat hasil perah lebih banyak.

Mommies gimana? Minuman anget berefek juga kah? Atau mungkin ada tips atau alternatif ASI booster yang bisa di-share?
Untuk yang lagi resah karena produksi menurun, siapa tau salah satu dari list diatas membantu yaa…

image source:

http://dobelden.files.wordpress.com/2008/09/katuk.jpg?w=225&h=300

http://muharomtatok.files.wordpress.com/2009/03/torbangun.jpg?w=300&h=270