Tidur Mendengkur sampai Mengganggu Pasangan? Ini Rekomendasi Klinik untuk Mengatasinya

Lifestyle

dewdew・in 7 hours

detail-thumb

Kalau sampai suara dengkuran sudah sangat mengganggu dan disertai sesak napas, hingga napas terhenti, saatnya mengunjungi Klinik Tidur.

Siapa di antara Mommies yang di rumah sering gagal tidur nyenyak bukan karena Si Kecil terbangun, tapi justru akibat suara dengkuran Paksu yang mirip mesin traktor? Atau jangan-jangan, justru kita sendiri yang tanpa sadar suka mendengkur keras kalau lagi kecapekan? 

Nah, yang harus diwaspadai ketika suara dengkuran makin hari makin kencang, dan bikin pasangan terganggu. Kadang-kadang pun, gegara dengkuran, kita terbangun dengan dada sesak. Say no more, ini bukan lagi masalah “capek biasa” ya, Mommies.

Di dunia medis, dengkuran kencang bisa jadi sinyal bahaya dari tubuh yang disebut Obstructive Sleep Apnea (OSA). Please, jangan tunggu sampai Mommies dan pasangan jadi capek hanya karena sama-sama kurang tidur, apalagi sampai mengabaikan risiko kesehatannya! 

Berikut ini penjelasan mengenai OSA dan cek rekomendasi klinik tidur yang bisa bantu mengatasi masalah ini.

Baca juga: 3 Jenis Gangguan Belajar pada Anak SD, Gejala, dan Cara Mengatasinya Menurut Psikolog

Mengapa Tidur Mendengkur Terjadi?

Mendengkur terjadi ketika aliran udara melalui hidung dan tenggorokan terhambat secara parsial saat tidur, menyebabkan jaringan di sekitarnya bergetar.

Menurut panduan kesehatan dari UnitedHealthcare, sleep apnea adalah gangguan tidur serius yang terjadi ketika seseorang berhenti bernapas berulang kali di malam hari, sehingga tubuh dan otak kekurangan pasokan oksigen.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, sleep apnea dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan yang serius, seperti stroke, tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan jantung, hingga diabetes.

Salah satu penyebab Sleep Apnea adalah kenaikan berat badan. Menurut Dr. Andrew Westwood, seorang ahli neurologi dan spesialis tidur dari Columbia University, dengkuran keras yang berkaitan dengan sleep apnea sering kali menjebak kita dalam lingkaran setan. Seseorang yang awalnya tidak punya masalah tidur bisa mengalaminya begitu berat badan naik sedikit saja. Masalahnya, kurang tidur akibat dengkuran ini bikin tubuh gampang lelah, malas bergerak, dan akhirnya berat badan makin naik—yang membuat dengkurannya jadi semakin parah!”

Gejala apa yang harus diwaspadai saat mendengkur?

Mommies sudah harus mewaspadai bila saat tidur dan mendengkur disertai dengan beberapa gejala berikut:

  1. Terbangun dengan rasa tercekik atau tersengal-sengal.
  2. Terbangun dengan mulut terasa sangat kering atau sakit tenggorokan.
  3. Rasa kantuk berlebihan di siang hari (excessive daytime sleepiness).
  4. Dengkuran yang berhenti sejenak lalu diikuti hembusan napas keras (disaksikan oleh pasangan).

Apa yang harus dilakukan bila terdapat gejala Sleep Apnea?

Mendengar suara dengkuran yang makin kencang atau melihat pasangan seperti kehabisan napas saat tidur tentu bikin cemas, ya, Mommies. Berikut ini beberapa langkah praktis dan tepat yang bisa kita lakukan di rumah, bila perlu ke dokter

Baca juga: Rekomendasi Rumah Sakit IVF di Indonesia untuk Program Bayi Tabung, Lengkap dengan Lokasi dan Layanannya

1. Catat “Pola Tidur” pasangan

Catat seberapa sering dengkuran terjadi, apakah ada suara tercekik/terengah-engah, dan cek apakah ia sering mengeluh mengantuk berat atau sakit kepala di pagi hari.

2. Lakukan penyesuaian gaya hidup 

  • Ubah Posisi Tidur: Biasakan tidur miring. Tidur terlentang membuat lidah dan jaringan lunak tenggorokan lebih mudah jatuh ke belakang dan menyumbat jalan napas.
  • Jaga Berat Badan Ideal: Seperti yang diingatkan oleh pakar medis, menjaga berat badan sangat efektif mengurangi tumpukan lemak di sekitar leher yang memicu sumbatan napas.
  • Hindari Alkohol dan Obat Penenang Sebelum Tidur: Zat-zat ini bisa membuat otot-otot tenggorokan terlalu rileks sehingga saluran napas makin menyempit.

3. Segera konsultasi ke dokter atau kunjungi Klinik Tidur(Sleep Clinic) 

Jika perubahan gaya hidup belum membuahkan hasil, langkah terbaik dan paling krusial adalah mengunjungi klinik khusus gangguan tidur (sleep clinic).

Di klinik tidur, dokter spesialis (seperti spesialis paru, THT, atau neurologi) akan melakukan tes komprehensif bernama Polisomnografi (Sleep Study). Tes ini bertujuan untuk memantau gelombang otak, tingkat oksigen, hingga frekuensi henti napas sepanjang malam. Dari hasil tes inilah dokter bisa menentukan terapi terbaik, seperti penggunaan alat bantu napas CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) atau pelindung mulut khusus (oral appliance).

Baca juga: 1 dari 10 Perempuan Alami Gangguan Orgasme, Ini Penyebabnya!

Di mana saja Sleep Klinik atau Klinik Tidur yang bisa dikunjungi di Jakarta?

Rumah Sakit Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo – Jakarta

Beranda - RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo

Jl. Pangeran Diponegoro No.71, Jakarta Pusat.

Di RSCM, proses pemeriksaan sleep study didukung langsung oleh tim dokter lintas spesialisasi, mulai dari Pulmonologi (paru), THT, hingga Neurologi. Suasana ruangannya juga dirancang nyaman, jadi pasien nggak perlu merasa cemas atau asing saat harus tidur semalaman dipasangi alat sensor.

Rumah Sakit Medistra – Jakarta

RS Medistra

Jl. Gatot Subroto No.59, Jakarta Selatan.

RS Medistra menyediakan layanan penanganan masalah tidur klinis yang ditangani oleh dokter spesialis paru dan kesehatan jiwa yang sangat berpengalaman. Pendekatan diagnosisnya berbasis data digital yang akurat untuk memantau ritme pernapasan nocturnal (malam hari). Cocok banget buat pasangan yang mendengkur kronis sekaligus mengalami gangguan kecemasan atau stres berlebih yang mengganggu tidur.

RS Pondok Indah – Jakarta

Terapi CPAP di Jakarta dan Tangerang dengan RS Pondok Indah, Atasi Sleep Apnea!

Photo by RSPI

Jalan Metro Duta Kav. UE, Pd. Pinang, Kec. Kby. Lama

Di RSPI penanganan gangguan tidur menggunakan Metode CPAP. Metode ini menjadi pilihan yang efektif untuk menangani gejala obstructive sleep apnea (OSA), seperti mendengkur dan sesak napas saat tidur. Terapi ini akan menjaga aliran oksigen tetap lancar selama tidur, sehingga gejala OSA akan berkurang bahkan kualitas tidur akan meningkat.

CPAP merupakan gold standard untuk menangani gejala sleep apnea ringan hingga berat, yang hasilnya bisa langsung dirasakan oleh pasien. 

Brawijaya Snoring Clinic – Jakarta

Brawijaya Hospital - Duren Tiga | Brawijaya Hospital - Your Trusted Care

Jl. Duren Tiga Raya No.5, RT.1/RW.1, Pancoran – Jakarta Selatan

Di Brawijaya Hospital, pemeriksaan tidur menyeluruh akan menggunakan perangkat polisomnografi (PSG) atau home sleep test untuk mendeteksi gangguan tidur secara akurat. Hasil sleep test dianalisis dan dikonsultasikan langsung bersama dokter spesialis THT. Mommies akan mendapatkan diagnosis serta rencana tatalaksana yang tepat. Setelah itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter akan menyusun rencana penanganan yang paling sesuai, mulai dari perubahan gaya hidup, alat bantu tidur, hingga tindakan medis lanjutan bila diperlukan.

Menangani kebiasaan tidur mendengkur bukan hanya demi mendapatkan malam yang tenang bersama pasangan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kesehatan jangka panjang. Segera jadwalkan konsultasi ke klinik tidur terdekat apabila dengkuran sudah disertai rasa lelah terus-menerus di siang hari.

Cover photo by Magnific