Ciri Anak Kurang Kasih Sayang Orang Tua: Kenali 5 Tanda dan Dampaknya

Parenting & Kids

Katharina Menge・in 7 hours

detail-thumb

Apa saja ciri anak kurang kasih sayang orang tua? Kenali 5 tanda, dampaknya bagi tumbuh kembang dan kesehatan mental anak, serta cara membangun kembali kedekatan dengan anak.

Semua orang tua pasti menginginkan kebahagiaan untuk anak-anaknya di masa depan. Supaya anaknya mendapatkan hal tersebut, para orang tua, mungkin termasuk Mommies, memberikan bantuan dalam beragam bentuk, mulai dari dukungan, bimbingan, dan bantuan materi.

Namun, terkadang orang tua cenderung melupakan hal terpenting yang perlu diberikan kepada anaknya, yaitu cinta dan kasih sayang. Padahal, beberapa penelitian membuktikan bahwa kurangnya kehangatan dan kasih sayang orang tua bisa membuat anak stres karena orang tua terlalu menekan anak untuk berhasil tanpa diimbangi dengan kasih sayang.

Padahal cinta dan kasih sayang akan sangat membantu anak-anak untuk merasa aman terlepas dari pencapaian mereka. Hal ini juga membangun kepercayaan diri dan harga diri mereka.

BACA JUGA: 14 Tips Parenting untuk Anak Usia 6-8 Tahun

Ciri Anak Kurang Kasih Sayang Orang Tua

Mommies Daily pun bertanya kepada Samanta Elsener, psikolog anak dan keluarga, tentang ciri anak yang kurang kasih sayang orang tua. Menurutnya, ini lima ciri yang sering terlihat!

Perlu diingat, setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam menunjukkan perasaan dan kebutuhannya. Beberapa ciri berikut bukanlah diagnosis bahwa anak pasti kurang kasih sayang orang tua. Namun, jika perubahan perilaku berlangsung terus-menerus, orang tua sebaiknya lebih peka dan mencari tahu apa yang sedang dirasakan anak.

1. Menunjukkan masalah perilaku

Anak jadi sulit diberitahu atau sering membantah. Mereka juga tidak patuh pada aturan dan sering mencari perhatian dengan tindakan agresif atau justru menjadi anak yang pasif.

2. Sering melamun

Anak terlihat lebih sering diam, melamun, atau asyik dengan pikirannya sendiri. Jika perubahan ini berlangsung terus-menerus, orang tua bisa mencoba mengajaknya berbicara dan mencari tahu apakah ada sesuatu yang sedang mengganggu perasaannya.

3. Sulit bergaul

Akibat pribadinya yang pasif, anak jadi sulit bergaul dengan orang-orang di sekitarnya. Lebih parahnya lagi, anak yang kurang kasih sayang dari orang tua juga bisa terjebak dalam pergaulan tidak baik.

4. Merasa Ditelantarkan

Anak juga akan merasa dirinya ditelantarkan sehingga muncul pikiran irasional (irrational belief), seperti, “Jangan-jangan aku bukan anaknya mama dan papa, tapi aku anak pungut,” atau “Jangan-jangan aku ini anak yang tidak diharapkan.” Anak juga bisa berpikir kalau orang tua pilih kasih hingga punya pikiran untuk pergi dari rumah.

5. Ingin mengakhiri hidup

Masalah kurang kasih sayang ternyata berdampak sangat berbahaya pada anak. Menurut Samanta, efek terberat yang bisa dirasakan anak adalah bahwa mereka merasa sangat frustrasi dan memiliki niat untuk mengakhiri hidup.

Perlu dipahami bahwa keinginan mengakhiri hidup tidak bisa dikaitkan dengan satu penyebab saja. Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental anak. Karena itu, jika anak mulai mengungkapkan keinginan untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidup, jangan menganggapnya sebagai ancaman kosong. Dengarkan tanpa menghakimi, dampingi anak, dan segera cari bantuan profesional.

BACA JUGA: Tips Orang Tua Bisa Lebih Dekat dengan Anak Ketika Mereka Beranjak Remaja

Efek Anak Kurang Kasih sayang

Jika anak kekurangan cinta dan kasih sayang orang tua, hal itu bisa mendorong timbulnya risiko kesehatan pada anak. Selain itu, menurut Samanta, ada beberapa efek yang dirasakan dan bisa terlihat pada diri anak ketika mereka kekurangan kasih sayang.

Dampak kurangnya kasih sayang bisa berbeda pada setiap anak. Tidak semua anak akan mengalami seluruh kondisi berikut karena banyak faktor lain yang juga memengaruhi perkembangan emosional dan psikologis mereka.

  1. Prestasi belajar menurun.
  2. Self-esteem atau harga diri anak rendah.
  3. Memiliki konsep diri yang negatif.
  4. Anak selalu mencari validasi atau pengakuan dari orang lain.
  5. Anak mengalami trauma pengasuhan yang berdampak di masa dewasa, seperti mengalami masalah saat membina hubungan, berinteraksi dengan lingkungan sosial, hingga persoalan karier.
  6. Selalu ragu-ragu dan sulit mengambil keputusan.
  7. Sering menyabotase diri. Contoh, anak bisa saja memilih keputusan yang justru merusak dirinya, misalnya terjebak dalam toxic relationship dan sulit untuk mengakhirinya sekalipun mereka menyadari hal itu tidak tepat.

Namun, mereka rasanya justru membutuhkan pola relasi yang kurang sehat itu karena hal tersebut dirasa familiar dengan kondisinya sejak kecil dan bagaimana relasi dengan orang tuanya terbentuk.

Cara Mengatasi Anak yang Kurang Kasih Sayang Orang Tua

Sebelum terlambat dan memengaruhi kehidupan anak di usia dewasa, setelah mengetahui ciri anak kurang kasih sayang, sebaiknya orang tua segera melakukan beberapa saran dari Samanta berikut ini untuk mengatasi masalah tersebut.

1. Bangun koneksi lagi dengan anak

Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki koneksi dengan anak, mulai dari menerapkan kebiasaan baru, contohnya komunikasi nonverbal, seperti melihat mata anak saat berbicara, adanya good gesture seperti mengelus-elus pundak anak, atau sesekali mendampinginya belajar.

Setelah itu, mulai bangun komunikasi verbal dari cerita ringan humoris yang sesuai dengan minat anak dan jangan ragu menyampaikan rasa sayang Mommies kepada anak dengan tulus.

2. Kurangi marah-marah berlebihan ke anak

Ingatlah bahwa anak bukan tempat sampah orang tua untuk melampiaskan emosi negatif atas hari yang berat atau hidup yang penuh tantangan. Berhenti menempatkan anak sebagai objek yang harus memahami orang tua secara sepihak.

3. Luangkan waktu dengan anak

Mulai sekarang, perbanyak waktu untuk bermain atau mengerjakan hobi bersama anak, khususnya dengan hadir pada hari-hari besar, seperti pertunjukan anak di sekolah atau kegiatan spesial lainnya.

4. Perbaiki cara komunikasi dengan anak

Coba lihat bagaimana cara Mommies berkomunikasi dengan anak selama ini. Salah satu cara pendekatan komunikasi yang lebih sesuai dengan anak adalah menggunakan I-message, contohnya dengan berkata, “Aku pikir/rasa … aku mau …”

Kini, Mommies bisa mulai memperbaiki cara komunikasi kepada anak dengan menerapkan I-message tersebut supaya bisa terbangun komunikasi yang lebih sehat.

5. Mulai aktifkan bahasa cinta

Mulai sekarang, untuk mengatasi masalah anak kurang kasih sayang, cobalah untuk mengaktifkan bahasa cinta kepada anak. Kenali bahasa cinta atau love language anak dan terapkan bahasa cinta yang dominan. Namun, Mommies juga harus tetap memberikan bentuk kasih sayang yang lain secara lebih proporsional dengan menyesuaikan karakter atau kebutuhan emosional anak.

6. Cari Bantuan untuk Diri Sendiri

Saran Samanta, jika Mommies, sebagai orang tua, merasa memiliki riwayat trauma, sedang stres, atau merasakan parental burnout, ada baiknya segera mencari bantuan psikologis agar tidak memengaruhi secara negatif hubungan orang tua dan anak di rumah.

BACA JUGA: Jarang Disadari, Ini 7 Tanda Anda adalah Orang Tua yang Suka Membully Anak Sendiri

Cover: Pexels