
Menjadi ibu yang aktif bekerja tentu banyak tantangannya. Berikut cara Astri Wahyuni menjalani peran working mom dengan seimbang.
Pertemuan saya dengan Astri Wahyuni, atau yang akrab dikenal sesuai nama akun Instagram-nya, Bune Astri, bisa dibilang merupakan peran semesta. Awalnya, saya sempat menghubungi Mbak Astri karena saat itu sedang mencari seorang influencer Home & Living, kebetulan Mbak Astri kerap membagikan inspirasi dalam hal dekorasi rumah. Eh, nggak sangka, ke sini-sini, kita malah jadi akrab ngomongin buku! Bahkan sekarang ini, saya dan Mbak Astri masih lagi book-swap-an, alias tukeran koleksi buku.

Saya Astri Wahyuni, sekarang bekerja di ParagonCorp sebagai Corporate Affairs Director, responsible untuk divisi dampak sosial, communication, dan government relations. Anak saya ada 2, Zee (18) dan Alee (16).
Awal tahun ini saya punya hobby baru, yakni baca buku fiksi. Ternyata baca buku fiksi bisa bikin pikiran saya escape sejenak dari realita, tenggelam dalam cerita seru para karakter, sekaligus melatih fokus. Saya meluangan waktu sebelum tidur baca buku, tapi khusus weekend saya biasanya nyalain lillin wangi, musik sesuai genre buku lalu duduk lama membaca buku. In between saya juga suka baking dan olahraga.
My Friends by Fredrik Backman, ceritanya bagus sekali dan bahasa yang digunakan sangat kompleks, saya bisa ketawa dan menangis baca buku ini. Project Hail Mary by Andy Weir , ini adalah gabungan science fiction dan drama yang berpadu manis sekali. Sampai saya lupa kalau ini fiksi. Broken Country by Leslie Hall, tentang relationship, pilihan hidup, cinta yang terungkap pada tingkat yang gak pernah saya bayangkan. Ini juga bikin saya tersedu-sedu.
Baca juga: 10 Rekomendasi Buku Self Help Buat Ibu Bekerja
Saya, suami, dan anak-anak terbiasa terbuka dalam berkomunikasi. Jadi saling cerita ketika lagi stress, ketika lagi happy, sehingga semua bisa memainkan peran yang dibutuhkan. Yang selalu bikin saya semangat adalah ketika anak-anak bisa memaknai perjalanan saya sebagai pembelajaran mereka.
Menjadi authentic dan mandiri. Buat saya sangat penting untuk anak-anak memahami dirinya sendiri, apa yang mereka suka, apa yang mereka gak suka. Mendengarkan diri agar mampu membuat keputusan yang sesuai dengan nilai dan keinginan mereka.
Kedua kemandirian, saya sering katakan kepada anak-anak saya, bahwa penting memiliki 3 kemandirian:
Baca juga: 10 Kesalahan Karier di Usia 30-an yang Wajib Mommies Hindari demi Work-Life Balance
Mother by the book, hahaha. Saya tipe ibu yang senang belajar menjadi ibu. Saya baca banyak buku parenting, suka diskusi teori-teori parenting, dan mendengarkan konsep-konsep parenting. Sekarang yang sedang saya usahakan adalah menjadi ibu yang berkesadaran, ibu yang gak judgemental dan ibu yang berani membiarkan anaknya gagal.
Put yourself first! Kenali diri kita sebaik-baiknya, potensi kita, hal-hal yang bring joy to us dan hal hal yang men-trigger kita. So we can falling in love with ourselves and be authentic, serta membuat pilihan-pilihan yang true for us. Dengan demikian gak akan ada keinginan untuk harus sesuai dengan standar-standar yang dibuat orang lain. Sehingga, peranan apapun yang dijalankan bisa dilakukan dengan lebih relax.
Baca juga: Aninda: Menjadi Praktisi Psikologi dari Pengalaman Baca Rubrik Curhat