Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bukan Penentu Kelulusan, Kenali 4 Manfaatnya

Education

Katharina Menge・in 4 hours

detail-thumb

Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan penentu kelulusan. Kenali 4 manfaat TKA untuk anak SD dan SMP serta cara mendampinginya agar siap.

Apapun yang bernuansa tes memang membuat siswa dan orang tuanya pusing. Begitu dengar kata TKA, banyak orang tua langsung deg-degan. Apalagi kalau anak sedang duduk di kelas 6 SD atau kelas 9 SMP. Pertanyaan yang muncul biasanya mirip: “Ini kayak Ujian Nasional lagi, ya? Kalau nilainya jelek, anak nggak lulus dong?”

Tenang dulu, Mommies, karena TKA tidak menentukan kelulusan. Hal tersebut bahkan sudah ditegaskan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). TKA merupakan instrumen evaluasi untuk mengukur capaian akademik peserta didik secara terstandar, bukan sebagai penentu lulus atau tidaknya anak dari sekolah.

TKA juga diharapka dapat meningkatkan mutu belajar, baik di satuan pendidikan SMA/SMK maupun Paket C. Meski tidak menentukan kelulusan, bukan berarti tes tersebut tidak penting, ya. Yuk, kita bahas TKA untuk apa sebenarnya dan apa saja manfaat TKA buat anak.

BACA JUGA: UN Resmi Diganti TKA, Ini Perbedaan dan Waktu Penyelenggaraannya

Apa Itu TKA dan Tujuannya?

TKA adalah singkatan dari Tes Kemampuan Akademik. Tes ini diselenggarakan Kemendikdasmen untuk mengukur capaian akademik murid secara terstandar di tingkat nasional. Simpelnya, semua anak diukur dengan standar yang sama agar capaian akademiknya bisa dibandingkan secara lebih objektif, meski bersekolah di tempat yang berbeda.

Untuk jenjang SD dan SMP, mata pelajaran yang diujikan ada dua, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika, dengan fokus pada kemampuan literasi dan numerasi. Satu hal lagi yang bikin orang tua lega: TKA bersifat opsional alias tidak wajib. Murid kelas akhir, yaitu kelas 6 SD atau kelas 9 SMP, yang memenuhi persyaratan administrasi, termasuk memiliki NISN yang valid, dapat mengikuti tes ini.

Karena tidak menentukan kelulusan, ijazah anak berasal dari penilaian sekolah selama proses belajar. Tidak ada juga nilai minimal nasional yang harus dicapai untuk dinyatakan lulus TKA. Jadi, kalau hasilnya belum sesuai harapan, anak tetap bisa lulus. Selain itu, kalau anak tidak ikut TKA, kelulusannya juga tidak terganggu.

Ini yang membedakan TKA dengan Ujian Nasional di zaman Mommies dan Daddies. Dulu, Ujian Nasional atau UN menjadi bagian dari mekanisme penentuan kelulusan, sedangkan TKA bertujuan mengukur capaian akademik murid dan menyediakan hasil yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pendidikan.

Sumber: Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen – Informasi Resmi TKA.

4 Manfaat dari TKA

Foto: Pexels

Kalau bukan untuk menentukan lulus, hasil TKA untuk apa? Ada beberapa manfaat TKA yang baik untuk anak seperti berikut:

1. Mengukur kemampuan akademik anak

Nilai rapor itu penting, tapi standar penilaian tiap sekolah bisa berbeda. TKA memberi gambaran capaian akademik anak berdasarkan standar yang sama secara nasional. Dari hasilnya, Mommies bisa tahu anak sudah kuat di bagian mana dan perlu dikuatkan lagi di bagian mana. Misalnya, anak kurang bisa memahami soal cerita, tapi sangat kuat di soal matematika dasar.

Hasil ini bisa menjadi bahan diskusi dengan guru untuk menentukan bagian pelajaran yang perlu diperkuat. Jadi, bukan sekadar melihat nilai bagus atau jelek, melainkan memahami kemampuan anak agar proses belajarnya bisa lebih terarah.

2. Bisa dipakai untuk seleksi jalur prestasi

Ini manfaat TKA yang paling terasa bagi anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah pilihannya. Hasil TKA SD dapat menjadi salah satu syarat seleksi masuk SMP/MTs jalur prestasi, sedangkan hasil TKA SMP dapat menjadi salah satu syarat seleksi masuk SMA/MA atau SMK jalur prestasi.

Untuk jenjang SMA, hasil TKA juga dapat digunakan dalam seleksi perguruan tinggi, termasuk sebagai salah satu komponen dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, perlu dicatat kalau ketentuan jalur prestasi bisa berbeda sesuai jenjang, daerah, dan tahun penerimaan. Jadi, tetap cek aturan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di daerah masing-masing, ya, Mommies.

BACA JUGA: Contoh Soal TKA SD Matematika dan Bahasa Indonesia, untuk Latihan di Rumah

3. Bahan perbaikan belajar dan mutu sekolah

Data dari TKA juga dipakai untuk memetakan mutu pendidikan, baik di sekolah maupun daerah. Buat orang tua, ini artinya hasil tes bisa jadi pegangan untuk menyusun strategi belajar anak ke depan. Sementara bagi guru dan pengurus sekolah, data tersebut dapat membantu mengidentifikasi bagian pembelajaran yang perlu diperbaiki.

Misalnya, hasil evaluasi menunjukkan bahwa kemampuan memahami bacaan atau menyelesaikan soal numerasi masih perlu ditingkatkan. Informasi seperti ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memperbaiki metode belajar dan memberikan dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan murid.

4. Mendapat sertifikat yang berguna untuk jenjang selanjutnya

Peserta yang mengikuti TKA akan memperoleh Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) yang memuat hasil dan deskripsi capaian akademik. Jadi, isinya bukan sekadar angka, tetapi juga informasi mengenai kemampuan anak berdasarkan asesmen yang diikuti.

Sertifikat ini dapat digunakan untuk mendukung keperluan seleksi akademik apabila sekolah atau institusi tujuan menjadikannya sebagai salah satu persyaratan atau bahan pertimbangan. Namun, tidak semua sekolah, perguruan tinggi, sekolah kedinasan, atau program beasiswa menerapkan ketentuan yang sama. Karena itu, Mommies tetap perlu mengecek persyaratan resmi dari institusi yang dituju sebelum mengandalkan sertifikat TKA untuk pendaftaran.

BACA JUGA: Contoh-contoh Soal TKA untuk SMP Mata Pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia

Tips Mendampingi Anak Menghadapi TKA

Dengan segala manfaat yang sudah dijelaskan, mungkin anak dan Mommies jadi ingin mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Jangan khawatir dan gugup berlebihan karena suasana di rumah juga bisa memengaruhi anak. Supaya anak tidak stres, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan Mommies:

  • Jelaskan dengan lembut ke anak bahwa TKA bukan penentu kelulusan, jadi mereka tidak perlu takut. Ingat, tujuannya mengenali kemampuan, bukan menghakimi.
  • Biasakan latihan ringan dengan berbagai simulasi TKA gratis di website. Coba simulasi atau latihan soal gratis dari Kemendikdasmen supaya anak kenal format tesnya.
  • Fokus ke pemahaman dan bukan hafalan. Ajak anak membaca dan berhitung dalam kegiatan sehari-hari, bukan menghafal rumus semata.
  • Tidur cukup, makan teratur, dan tetap sempatkan waktu bermain.
  • Hindari membanding-bandingkan. Setiap anak punya ritme belajar sendiri. Hasil TKA cukup dipakai untuk melihat capaian dan menentukan bagian yang perlu ditingkatkan, bukan untuk membandingkan anak dengan temannya.

Untuk latihan, Mommies juga bisa memanfaatkan simulasi dan materi yang tersedia melalui platform resmi Kemendikdasmen agar anak terbiasa dengan bentuk soal tanpa harus menambah tekanan belajar berlebihan.

BACA JUGA: 7 Rekomendasi Platform dan Website untuk Latihan Soal TKA, Ada yang Gratis!

Jadi, kalau anak akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), kita bisa mendampingi dengan tenang. Yang paling penting bukan sekadar angkanya, tetapi bagaimana hasil itu membantu anak mengenali kemampuan dirinya, memperbaiki bagian yang masih perlu dilatih, dan tumbuh lebih percaya diri untuk melangkah ke jenjang berikutnya, ya, Mommies.

Ditulis oleh: Imelda Rahma

Cover: Pexels