banner-detik
EDUCATION

Anak Kelas 12 Akan Menghadapi TKA? Ini yang Perlu Disiapkan Orang Tua di Rumah

author

Katharina Menge・in 6 hours

Anak Kelas 12 Akan Menghadapi TKA? Ini yang Perlu Disiapkan Orang Tua di Rumah

Persiapan TKA kelas 12 perlu strategi belajar dan dukungan orang tua. Ini tips mendampingi anak agar lebih siap menghadapi TKA 2026.

Mommies punya anak kelas 12 yang sebentar lagi menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA)? Rasanya mungkin ikut deg-degan, ya. Apalagi, anak sedang berada di masa penting untuk memikirkan rencana setelah lulus sekolah, mulai dari memilih jurusan sampai mempersiapkan diri untuk masuk perguruan tinggi.

Pelaksanaan utama TKA jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat tahun 2026 dijadwalkan pada 26 Oktober–8 November 2026. Namun, perlu diingat bahwa TKA bukan penentu kelulusan sekolah. Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam seleksi akademik.

Lantas, apa yang bisa orang tua siapkan di rumah agar anak lebih siap menghadapi TKA tanpa merasa semakin terbebani?

1. Bantu Anak Menyusun Strategi Belajar

Daripada langsung membuat jadwal belajar yang padat, coba ajak anak berdiskusi tentang materi yang sudah dikuasai, bagian yang masih sulit, dan waktu belajar yang paling nyaman baginya.

Mommies bisa membantu menyusun jadwal yang realistis, membagi materi menjadi bagian-bagian kecil, serta menyediakan waktu untuk latihan soal dan mengevaluasi hasilnya. Untuk anak yang kesulitan merangkum materi, Mommies juga bisa mengenalkan metode belajar seperti Cornell Notes agar catatan lebih terstruktur.

Namun, tetap libatkan anak dalam prosesnya, ya. Anak kelas 12 sudah semakin besar dan perlu diberi kesempatan untuk belajar mengatur tanggung jawabnya sendiri.

BACA JUGA: Teknik Belajar Cornell, Dapat Nilai Bagus dengan Cara Mencatat yang Rapi

2. Jangan Sampai Dukungan Berubah Menjadi Tekanan

Pernah tidak, Mommies berniat menyemangati anak, tetapi yang keluar justru kalimat, “Kamu sudah belajar berapa jam?” atau “Jangan sampai nilainya jelek, ya!”

Wajar kalau orang tua ikut cemas. Namun, usahakan agar kecemasan tersebut tidak berubah menjadi tuntutan yang membuat anak merasa harus selalu memenuhi ekspektasi orang tua.

Penelitian longitudinal yang diterbitkan di jurnal Journal of Youth and Adolescence pada 2023 melibatkan 839 siswa di Australia kelas 5–10. Hasilnya menunjukkan bahwa dukungan orang tua berkaitan dengan cara anak menghadapi tekanan akademik yang lebih konstruktif, seperti menyusun strategi dan mencari bantuan. Sebaliknya, interaksi negatif dengan orang tua berkaitan dengan kecenderungan menghindari masalah. Meski sampelnya bukan siswa kelas 12 di Indonesia, temuan ini mengingatkan kita akan pentingnya dukungan keluarga saat anak menghadapi tekanan belajar.

Jadi, sesekali coba ganti pertanyaan “Sudah belajar sampai mana?” menjadi “Ada materi yang masih bikin kamu kesulitan?” Dengan begitu, anak punya ruang untuk bercerita tanpa merasa sedang diperiksa.

Foto: Pexels

3. Jaga Tidur, Makan, dan Waktu Istirahat

Belajar sampai larut malam mungkin terlihat seperti usaha ekstra menjelang ujian. Padahal, persiapan yang baik juga membutuhkan tubuh yang cukup istirahat.

Bantu anak menjaga jadwal tidur, makan teratur, minum cukup air, dan mengambil jeda di sela-sela belajar. Tidak perlu mengatur setiap kegiatannya, tetapi pastikan suasana rumah mendukung rutinitas yang lebih sehat.

Kalau anak merasa belum menguasai semua materi, bantu ia menentukan prioritas. Belajar secara konsisten dan terencana lebih masuk akal daripada memaksakan diri mengulang semua materi sekaligus pada malam sebelum ujian.

BACA JUGA: 5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Orang Tua Saat Anak Sedang Ujian

4. Beri Ruang untuk Cerita, Bukan Hanya Membahas Nilai

Bagi sebagian remaja, kelas 12 bukan hanya soal ujian. Ada juga pertanyaan tentang kuliah, pilihan jurusan, biaya pendidikan, hingga kekhawatiran apakah mereka bisa memenuhi harapan keluarga.

Karena itu, jangan sampai setiap obrolan di rumah hanya berpusat pada persiapan TKA. Sesekali tanyakan bagaimana perasaannya, apa yang sedang dikhawatirkan, atau apakah ia ingin ditemani mencari informasi tentang rencana setelah lulus.

Jika anak terlihat sangat kewalahan, sulit tidur, terus-menerus cemas, atau kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari, jangan langsung menganggapnya kurang berusaha. Dengarkan ceritanya dan pertimbangkan bantuan psikolog atau tenaga profesional jika diperlukan.

BACA JUGA: 7 Kesalahan Orang Tua yang Tanpa Sadar Bikin Anak Stres Jelang UAS

5. Ingatkan Anak bahwa Hasil Ujian Bukan Satu-Satunya Ukuran Keberhasilan

Ini mungkin bagian yang paling sulit bagi orang tua: menerima bahwa kita bisa mendukung anak sebaik mungkin, tetapi tidak bisa mengendalikan seluruh hasil yang akan ia dapatkan.

Mommies boleh membantu anak mempersiapkan diri dengan serius. Namun, tetap beri ruang baginya untuk belajar bertanggung jawab, menghadapi tantangan, dan menentukan langkah berikutnya.

Ingatkan bahwa TKA bukan penentu kelulusan sekolah. Hasilnya memang dapat berguna untuk kebutuhan seleksi akademik, tetapi perjalanan pendidikan dan masa depan anak tidak ditentukan oleh satu hasil ujian saja.

BACA JUGA: 10 Checklist Persiapan UAS Anak SD–SMA Selain Belajar yang Wajib Diperhatikan Orang Tua

Mommies harus tahu kalau anak kelas 12 tidak hanya membutuhkan tempat belajar yang nyaman, tetapi juga rumah yang membuatnya merasa aman ketika sedang cemas atau lelah. Jadi, selain bertanya tentang persiapan TKA kelas 12 dan progres belajar, jangan lupa tanyakan juga, “Kamu baik-baik saja, kan?”

Kadang, dukungan paling berarti bukan menambah jam belajar anak, melainkan memastikan ia tahu bahwa Mommies tetap ada untuk mendampinginya, apa pun hasil yang nanti diperoleh.

Cover: Pexels

Share Article

author

Katharina Menge

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan