banner-detik
PARENTING & KIDS

Anak Usia 9–12 Tahun, Sudah Bisa Melakukan 10 Hal Ini Sendiri?

author

Dhevita Wulandari・in 6 hours

Anak Usia 9–12 Tahun, Sudah Bisa Melakukan 10 Hal Ini Sendiri?

Anak usia 9-12 tahun mulai belajar mandiri. Kenali 10 keterampilan yang bisa dilatih di rumah agar anak lebih percaya diri dan bertanggung jawab.

Mommies, rasanya baru kemarin si kecil masih minta ditemani untuk melakukan hampir semua hal. Sekarang, tahu-tahu sudah mulai beranjak besar, punya pendapat sendiri, dan ingin melakukan banyak hal tanpa bantuan orang tua.

Memasuki usia 9-12 tahun, anak mulai berada di fase tween atau pre-teen, yaitu masa peralihan dari anak-anak menuju remaja. Di usia ini, kemampuan berpikir, bersosialisasi, dan mengambil keputusan mulai berkembang. Keinginan untuk lebih mandiri pun biasanya semakin terlihat.

Nah, tugas kita sebagai orang tua bukan lagi selalu turun tangan, melainkan membantu anak belajar melakukan berbagai hal sesuai usia dan kemampuannya.

Menurut Child Mind Institute, memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil keputusan dan mencoba menyelesaikan masalah sendiri dapat membantu membangun kepercayaan diri serta keterampilan hidupnya.

BACA JUGA: Begini Cara Merespons Anak 2-3 Tahun saat Bilang “Nggak Mau” Terus

10 Hal yang Sebaiknya Mulai Bisa Dilakukan Anak Usia 9-12 Tahun

Perlu diingat, keterampilan ini bukan patokan mutlak yang harus dikuasai oleh setiap anak pada usia yang sama. Mommies dan Daddies bisa menyesuaikan latihan kemandirian dengan kemampuan, kesiapan, dan kondisi masing-masing anak.

Lantas, keterampilan apa saja yang sebaiknya mulai dikuasai oleh anak usia 9-12 tahun? Yuk, cek daftarnya, Mommies dan Daddies!

1. Menjaga kebersihan dan merawat diri sendiri

Foto: cottonbro studio/Pexels (Anak mencuci tangan)

Mulai dari mandi tanpa diingatkan terus-menerus, menyikat gigi, mencuci tangan, hingga menggunakan deodoran jika diperlukan. Anak juga perlu mulai memahami perubahan tubuh menjelang pubertas dan cara menjaga kebersihan diri.

2. Memilih dan menyiapkan pakaian sendiri

Anak sebaiknya sudah bisa memilih pakaian yang sesuai dengan aktivitas, berpakaian sendiri, serta memasukkan pakaian kotor ke keranjang. Mommies dan Daddies bisa mengajarkan anak untuk mempertimbangkan cuaca, kenyamanan, dan aturan berpakaian di sekolah.

3. Menyiapkan perlengkapan sekolah

Biasakan anak memeriksa jadwal pelajaran, menyiapkan buku, alat tulis, dan perlengkapan lainnya sendiri. Begitu juga dengan tugas sekolah. Orang tua tetap boleh membantu ketika anak kesulitan, tetapi jangan sampai semua urusan sekolah selalu dikerjakan oleh orang tua.

4. Mengatur waktu dan menyelesaikan tanggung jawab

Di usia ini, anak mulai bisa belajar membagi waktu antara belajar, bermain, beristirahat, dan kegiatan ekstrakurikuler. Kalender sederhana atau daftar tugas harian bisa membantu mereka belajar menentukan prioritas dan menyelesaikan tanggung jawab tepat waktu.

5. Merapikan kamar dan barang pribadi

Tidak harus langsung rapi sempurna seperti kamar hotel, kok! Setidaknya, anak mulai terbiasa merapikan tempat tidur, menyimpan mainan atau buku, dan mengembalikan barang ke tempatnya. Kebiasaan ini membantu anak belajar bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri.

BACA JUGA: 5 Cara Ajak Anak Membantu Pekerjaan Rumah Tanpa Marah-Marah, Beres-Beres Bebas Stres

6. Membantu pekerjaan rumah sederhana

Anak Usia 9–12 Tahun, Sudah Bisa Melakukan 10 Hal Ini Sendiri?

Foto: Annushka Ahuja/Pexels (Anak melipat baju)

Mommies dan Daddies bisa mulai memberikan tugas rutin, seperti menyiapkan meja makan, membereskan piring, melipat pakaian, atau menyiram tanaman. Pekerjaan rumah bukan semata-mata untuk meringankan tugas orang tua, melainkan juga mengajarkan anak bahwa setiap anggota keluarga punya peran.

Child Mind Institute menjelaskan bahwa keterlibatan anak dalam pekerjaan rumah dapat membantu mengembangkan rasa tanggung jawab, keterampilan hidup, dan kepercayaan diri.

7. Menyiapkan makanan atau camilan sederhana

Anak bisa belajar membuat roti isi, menyiapkan buah, atau menuangkan minuman sendiri. Ajarkan juga cara mencuci bahan makanan, menjaga kebersihan, serta menggunakan peralatan dapur dengan aman. Untuk kompor, pisau tajam, atau alat panas, tetap sesuaikan dengan kematangan anak dan dampingi bila diperlukan.

8. Mengelola uang saku

Kalau anak sudah menerima uang saku, ajak mereka belajar membedakan kebutuhan dan keinginan. Anak bisa mulai membuat anggaran sederhana, menyisihkan sebagian uang untuk ditabung, serta memahami bahwa uang yang sudah habis tidak selalu bisa langsung diganti.

Dengan begitu, anak belajar mengambil keputusan dan memahami konsekuensi dari pilihannya.

9. Mengungkapkan perasaan dan menyampaikan kebutuhan

Mandiri bukan hanya soal bisa melakukan pekerjaan sendiri, ya, Mommies. Anak juga perlu belajar mengatakan ketika sedang sedih, marah, takut, atau membutuhkan bantuan.

Misalnya, anak bisa berlatih mengatakan, “Aku kesal karena tadi tidak diajak bermain,” daripada langsung membentak atau memendam perasaannya. Dengarkan tanpa buru-buru menghakimi agar anak merasa aman untuk bercerita.

10. Menjaga keselamatan dan mengetahui kapan harus meminta bantuan

Anak perlu memahami informasi dasar seperti nama lengkap, nomor telepon orang tua, siapa orang dewasa tepercaya yang bisa dihubungi, dan apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat.

Ajarkan pula batasan tubuh, pentingnya tidak membagikan informasi pribadi sembarangan di internet, serta keberanian menolak situasi yang membuatnya tidak nyaman. Ingat, mandiri bukan berarti harus menghadapi semua masalah sendirian.

BACA JUGA: Anak Membantu Pekerjaan Rumah, Ini 4 Manfaatnya untuk Masa Depan

Bagaimana Kalau Anak Belum Bisa Melakukan Semuanya?

Mommies, perlu diingat bahwa daftar di atas bukan standar mutlak yang harus dikuasai semua anak tepat pada usia 9 tahun. Setiap anak berkembang dengan kecepatan dan kebutuhan yang berbeda. Kemampuan juga dipengaruhi oleh kesempatan berlatih, lingkungan, dan kondisi masing-masing anak.

Jadi, kalau si kecil masih perlu diingatkan untuk menyiapkan tas sekolah atau belum terbiasa merapikan kamar, bukan berarti ia tertinggal.

Coba lakukan beberapa hal berikut:

  • Mulai dari tugas kecil. Ajarkan satu keterampilan terlebih dahulu sebelum menambahkan tanggung jawab baru.
  • Berikan contoh, lalu beri kesempatan mencoba. Tunjukkan caranya, lakukan bersama, kemudian biarkan anak mencoba sendiri.
  • Jangan menuntut hasil sempurna. Fokus pada proses dan kemajuan, bukan hanya hasil akhirnya.
  • Berikan pilihan dan konsekuensi yang wajar. Anak bisa memilih kapan mengerjakan tugas dalam rentang waktu yang disepakati, lalu belajar bertanggung jawab atas pilihannya.
  • Tetap hadir saat anak membutuhkan bantuan. Biarkan anak mencoba menyelesaikan masalah, tetapi jangan ragu mendampingi jika situasinya terlalu sulit atau menyangkut keselamatan.

Pendekatan ini sejalan dengan panduan pengasuhan dari CDC yang menekankan pentingnya rutinitas, hubungan yang hangat, aturan yang sesuai, dan disiplin tanpa kekerasan untuk mendukung perkembangan anak.

BACA JUGA: Jangan Langsung Marah! 7 Cara Menegur Anak Remaja Tanpa Memicu Pertengkaran di Rumah

Pada akhirnya, tujuan mengajarkan kemandirian bukan supaya anak tidak lagi membutuhkan Mommies dan Daddies. Justru, kita ingin membekali mereka dengan keterampilan agar kelak lebih siap menghadapi tantangan, berani mengambil keputusan, dan tahu kapan perlu meminta pertolongan.

Pelan-pelan saja, ya, Mommies dan Daddies. Anak tidak harus bisa semuanya hari ini. Yang penting, beri mereka kesempatan untuk mencoba dan tumbuh.

Cover: Ron Lach/Pexels (Anak merapikan kamar sendiri)

Share Article

author

Dhevita Wulandari

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan