
Kebiasaan mempercepat penuaan ternyata bisa muncul dari rutinitas sehari-hari. Kenali 7 kebiasaan yang dapat memengaruhi penuaan biologis tubuh.
Pernah nggak, Mommies merasa, “Kok sekarang badan gampang capek, ya?” Padahal usia belum tua-tua amat. Bisa jadi, ada kebiasaan mempercepat penuaan yang tanpa sadar masih sering dilakukan setiap hari. Naik tangga sedikit sudah ngos-ngosan, tidur kurang semalam rasanya butuh recovery berhari-hari, belum lagi pegal-pegal yang mulai rajin datang tanpa diundang.
Ternyata, usia di KTP bukan satu-satunya gambaran tentang kondisi tubuh. Ada yang disebut usia biologis, yang menggambarkan kondisi tubuh berdasarkan berbagai indikator kesehatan dan dapat berbeda dari usia kronologis.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa gaya hidup tertentu berkaitan dengan percepatan penuaan biologis. Jadi, satu kebiasaan tidak serta-merta membuat tubuh “tua”. Namun, pola yang dilakukan terus-menerus bisa ikut memengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Lantas, apa saja kebiasaan mempercepat penuaan yang perlu mulai diperhatikan?

Kerja di depan laptop, lanjut duduk di mobil, sampai malam rebahan sambil scrolling. Tahu-tahu seharian hampir nggak bergerak.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Scientific Reports pada 2025 menganalisis data 12.504 orang dewasa. Hasilnya menunjukkan hubungan antara durasi duduk yang lebih lama dengan phenotypic age acceleration, yaitu kondisi ketika indikator usia biologis seseorang terlihat lebih tua dibandingkan usia kronologisnya. Penelitian tersebut juga menemukan hubungan yang semakin kuat pada durasi duduk yang lebih lama.
Jadi, nggak harus langsung olahraga berat. Lebih sering berdiri, berjalan sebentar di sela pekerjaan, atau memilih naik tangga juga bisa menjadi awal untuk mengurangi waktu sedentari.
BACA JUGA: Jalan Kaki Bisa Menurunkan Berat Badan? Ini Cara Efektif dan Durasinya
“Tidur nanti saja, masih ada kerjaan.”
Atau versi Mommies yang lain: anak sudah tidur, ini justru waktunya punya kehidupan sendiri. Akhirnya malah scrolling sampai tengah malam.
Tidur memang bukan satu-satunya penentu penuaan biologis, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa kurang optimalnya tidur berkaitan dengan berbagai indikator kesehatan dan penuaan. Dalam studi Nature Medicine 2025 terhadap 44.498 peserta UK Biobank, insomnia termasuk faktor gaya hidup yang berkaitan dengan percepatan usia pada beberapa organ.
Jadi, kalau tubuh sudah memberi sinyal mengantuk, jangan selalu dianggap sebagai gangguan yang harus dilawan. Tidur juga bagian dari investasi kesehatan, Mommies.
Gorengan ada, makanan instan ada, minuman manis ada. Sementara buah dan sayur? “Besok deh.”
Sebuah studi pada 826 orang dewasa muda yang merupakan bagian dari studi kembar FinnTwin12 menemukan bahwa pola makan tinggi fast food, daging merah olahan, dan minuman berpemanis serta rendah buah dan sayur berkaitan dengan percepatan penuaan biologis. Hubungannya memang tidak bisa diartikan sebagai satu jenis makanan langsung membuat seseorang menua, karena faktor seperti BMI dan aktivitas fisik juga berpengaruh.
Studi besar lain terhadap 22.495 peserta di Italia juga menemukan hubungan antara konsumsi makanan ultra-proses yang lebih tinggi dengan percepatan usia biologis.
Jadi, bukan berarti Mommies harus mengucapkan selamat tinggal kepada mi instan atau burger selamanya. Yang perlu diperhatikan adalah pola makan secara keseluruhan.

Jalan kaki, lari, atau bersepeda memang bagus. Tapi kalau selama ini olahraga Mommies selalu berhenti di kardio, jangan lupa tubuh juga perlu latihan kekuatan.
WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu dan latihan penguatan otot setidaknya dua hari dalam seminggu. Aktivitas fisik secara rutin membantu menjaga kebugaran dan fungsi tubuh seiring bertambahnya usia.
Menariknya, analisis uji klinis DO-HEALTH yang dipublikasikan di Nature Aging pada 2025 juga meneliti pengaruh olahraga terhadap sejumlah DNA methylation clocks yang digunakan untuk mengukur biological aging.
Jadi, mulai sekarang jangan cuma mengejar angka di timbangan. Otot juga perlu ditabung untuk masa depan.
BACA JUGA: Hobi Lari Setelah Usia 40? Ini 8 Pemeriksaan Kesehatan yang Sebaiknya Dilakukan Dulu
Kalau membahas kebiasaan yang bisa berdampak buruk pada kesehatan dalam jangka panjang, rokok rasanya nggak perlu diperkenalkan lagi.
Menariknya, penelitian Nature Medicine yang menganalisis data 44.498 orang menemukan bahwa merokok dan konsumsi alkohol berkaitan dengan percepatan usia pada beberapa organ, setelah peneliti memperhitungkan berbagai faktor lainnya. Studi ini menggunakan data protein dalam darah untuk memperkirakan usia biologis 11 organ.
Artinya, kalau Mommies masih merokok atau sering berada di lingkungan penuh asap rokok, mengurangi paparan bukan cuma soal menjaga paru-paru hari ini, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan tubuh untuk jangka panjang.
Setelah seminggu penuh mengurus pekerjaan, anak, rumah, dan segala drama kehidupan, segelas minuman mungkin terasa seperti hadiah untuk diri sendiri.
Namun, jangan sampai kebiasaan tersebut menjadi rutinitas. Penelitian Nature Medicine 2025 tadi menemukan konsumsi alkohol berkaitan dengan percepatan usia pada beberapa organ. Studi tersebut juga melihat berbagai faktor gaya hidup secara bersamaan. Jadi, hasilnya tidak berarti setiap orang yang minum alkohol pasti mengalami penuaan biologis lebih cepat.
BACA JUGA: 100 Ide Me Time untuk Ibu Biar Nggak Gampang Burnout
Mommies tetap boleh punya waktu untuk bersantai. Hanya saja, mungkin bentuk reward-nya bisa diganti dengan sesuatu yang nggak harus melibatkan alkohol.
Ini mungkin yang paling sering kita lakukan.
“Nanti kalau kerjaan sudah nggak banyak.”
“Nanti kalau anak sudah besar.”
“Nanti kalau sudah punya waktu.”
“Nanti kalau badan sudah nggak capek.”
Padahal, nggak ada waktu yang benar-benar sempurna untuk mulai menjaga kesehatan.
Jadi, nggak perlu menunggu Senin untuk mulai olahraga, menunggu punya meal prep cantik untuk makan lebih sehat, atau menunggu liburan untuk benar-benar istirahat.
BACA JUGA: Saya Ingin Sehat (Sampai Tua)!

Nggak juga. Menua adalah proses alami dan nggak ada kebiasaan yang bisa membuat kita berhenti menua.
Yang bisa dilakukan adalah menjaga agar tubuh tetap punya kemampuan yang baik seiring bertambahnya usia. Bahkan penelitian terbaru mengenai biological aging menunjukkan bahwa berbagai faktor yang bisa dimodifikasi, mulai dari aktivitas fisik, pola makan, tidur, merokok, hingga alkohol—berkaitan dengan indikator penuaan tubuh.
Jadi, nggak perlu langsung mengubah hidup 180 derajat mulai besok pagi. Mulai dari yang paling realistis: lebih sering berdiri dari kursi, jalan kaki, tidur sedikit lebih awal, menambah sayur di piring, latihan kekuatan, atau menyisihkan waktu untuk benar-benar istirahat.
Karena tujuan akhirnya bukan sekadar terlihat muda. Tapi supaya nanti saat usia bertambah, tubuh masih cukup kuat untuk melakukan hal-hal yang Mommies sukai.
Cover: Pexels