banner-detik
MD POWERFUL PEOPLE

Inspiring Mom: Stephanie, Pecinta Buku yang Berhasil Menularkan Hobi Baca pada Anak

author

RachelKaloh・in 6 hours

Inspiring Mom: Stephanie, Pecinta Buku yang Berhasil Menularkan Hobi Baca pada Anak

Membacakan buku pada anak itu mudah, yang sulit adalah menularkan hobi baca pada anak sampai akhirnya anak bisa menjadikan kegiatan baca buku sebagai pilihannya.

Awalnya, saya bertemu dan berkenalan dengan Stephanie Aprilla Paskarina atau yang akrab disapa dengan Nana (38) ini via Instagram. Kami dipertemukan lewat hobi baca dan me-review buku. Dari Instagram, sekarang kami bahkan sering book-swap alias tukar-tukaran buku bacaan. Namun yang saya kagumi dari Mba Nana adalah beliau berhasil menjadikan kegiatan baca buku sebagai kegiatan harian ia dan anaknya, Kirana (8). Jujur, membaca buku itu mudah, membacakan buku pada anak juga mudah, tapi yang sulit adalah menanamkan rasa cinta buku sampai anak akhirnya menjadikan baca buku sebagai kegiatan pilihannya sendiri. Yuk, coba kita dengar langsung ceritanya.

Baca juga: Inspiring Mom: Lanny, Ibu di Balik 2 Putri yang Diterima di ITB dan NUS

Tiga hobi yang membawa manfaat buat hidupmu sekarang?

Tiga hobi yang paling saya rasakan manfaatnya sekarang adalah membaca, menulis, dan belajar hal-hal baru.  Membaca membantu saya tetap punya ruang untuk bertumbuh, baik ke luar maupun ke dalam diri. Menulis membantu saya menuangkan pikiran, mencerna setiap emosi yang saya rasakan dan sebagai pengingat kembali hal-hal kecil yang sering kali dengan mudah terlewatkan dalam keseharian. Dan yang ketiga, belajar hal baru membuat saya tidak hanya menemukan pengalaman baru tetapi juga teman dan ilmu baru yang membantu saya berkembang baik sebagai seorang ibu maupun sebagai individu. Ini juga jadi alasan saya untuk belajar dan ambil sertifikasi 200 hours Yoga Teacher Training dan Yoga & Mindfulness for Kids and Teens. 

Gimana caramu menjalani hobi tersebut sehari-hari?

Untuk waktunya, saya tidak selalu menunggu sampai punya waktu luang yang panjang, saya biasanya justru mencoba meluangkan waktu-waktu kecil. Misalnya, membaca beberapa halaman atau menulis jurnal saat sedang santai atau ketika suasana rumah sedang tenang. Jadi, saya tidak selalu menunggu anak tidur atau sedang bermain di luar. Saya ingin bisa menjalankan hobi dengan leluasa setelah kami selesai family time, ketika semuanya sedang sibuk dengan hobi atau aktivitas masing-masing. Buat saya, itu terasa lebih nyaman dan menjadi bagian yang wajar dari keseharian kami sebagai keluarga.

Tiga buku favorit yang belakangan dibaca?

Inspiring Mom: Stephanie, Pecinta Buku yang Berhasil Menularkan Hobi Bacanya pada Anak

Foto: Dokumentasi Pribadi

Belakangan ini tiga buku yang berkesan buat saya adalah Mother Mary Comes to Me karya Arundhati Roy, Can I Talk to You karya  Kania Annisa Anggiani dan The Big Book of Tricky Riddles for Kids yang ditulis oleh Corinne Schmitt. Ketiganya memberi kesan yang berbeda untuk saya. Mother Mary Comes to Me menarik bagi saya karena cara Arundhati Roy menulis tentang hubungannya yang kompleks dengan sang ibu, memoar tentang keluarga yang memiliki banyak luka tetapi ditulis dengan penuh cinta. Can I Talk to You terasa sangat dekat karena mengangkat refleksi dan percakapan Kania Annisa dengan kedua anaknya pada fase usia yang tidak jauh dari anak saya saat ini. Dan buku yang ketiga, The Big Book of Tricky Riddles for Kids lebih ringan dan menyenangkan, ini menjadi salah satu favorit saya akhir-akhir ini, karena anak saya sedang tertarik dengan teka-teki. Buku ini juga menjadi sumber inspirasi alias contekan untuk catatan kecil yang suka saya tempelkan di lunchbox anak saya.

Baca juga: 10 Rekomendasi Buku Parenting dan Keluarga yang Bikin Lebih Paham Jadi Orang Tua

Bagaimana caramu mengajarkan anak untuk mencintai buku?

Sejak pertama memegang buku, saya mengajarkan anak saya untuk menghargai buku tersebut, tidak untuk dirobek, tidak untuk diinjak apalagi untuk dicoret. Sebenarnya ini berlaku juga untuk semua barang yang kita sayang juga sih, harus dijaga baik-baik.

Saya berusaha mengasosiasikan buku dengan sesuatu yang menyenangkan dan digabungkan dengan rutinitas sehari-hari. Yang paling mudah yaitu saat sebelum tidur, bukunya dipilih berdasarkan ketertarikannya saat itu, kemudian kami membaca bersama dan membicarakan gambar atau ceritanya, bahkan tidak jarang membaca buku yang sama berkali-kali.

Dan yang tidak kalah penting yaitu dengan menunjukkan kecintaan kita sendiri terhadap buku. Menurut saya akan lebih mudah menangkap kebiasaan yang mereka lihat daripada sekedar mendengar instruksi.

Selain itu saya sebisa mungkin menempatkan buku di tempat-tempat yang terlihat dan dapat diakses oleh anak dengan mudah, seperti di ruang keluarga, di ruang makan, di kamar dan di mobil juga ada.

Kenapa kamu merasa anak perlu diajari untuk cinta buku?

Karena menurut saya, buku bukan hanya soal kemampuan membaca. Buku memberi anak kesempatan untuk masuk ke dunia yang berbeda, mengembangkan imajinasi, memahami emosi, dan belajar melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. 

Saya ingin anak nantinya melihat membaca bukan sebagai kewajiban, tetapi sebagai sesuatu yang menyenangkan dan bisa terus menemani mereka bertumbuh dalam berbagai tahap kehidupan.

Baca juga: 6 Rekomendasi Komunitas Buku di Jakarta, Bisa Baca Bareng sambil Cari Teman Baru

Apa tantangan yang kamu rasakan sebagai orang tua di zaman sekarang?

Banyak, salah satu tantangan terbesarnya adalah memberikan anak cukup ruang untuk bertumbuh dan menjadi dirinya sendiri, di tengah begitu banyak informasi, pilihan, dan pengaruh dari luar.

Anak-anak saat ini tumbuh dengan begitu banyak informasi dan stimulasi. Sebagai orang tua, kita tidak hanya dituntut untuk mengawasi apa yang mereka konsumsi, tetapi juga membantu mereka belajar memilih, berpikir kritis, mengelola emosi, dan berharap tetap memiliki kemampuan untuk menikmati hal-hal sederhana. Di saat yang sama, kita sebagai orang dewasa pun masih terus belajar mengontrol diri terkait hal-hal tersebut.

Jadi, bagi saya, tantangannya adalah menemukan keseimbangan antara mendampingi, memberi batasan, dan tetap memberi anak ruang untuk menjadi dirinya sendiri.

Baca juga: Minat Baca Buku Anak Tetap Tinggi di Era TikTok? Cara Berikut Ini Terbukti Sederhana dan Berhasil

Menurutmu, apa 3 hal penting yang harus dimiliki perempuan agar bisa bertahan hidup?

Keberanian untuk mengambil keputusan, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar dan bertumbuh. Karena hidup selalu berubah, kita perlu berani menentukan pilihan, mampu menyesuaikan diri terutama ketika menghadapi hal-hal yang tidak sesuai rencana, serta terus memiliki keinginan untuk belajar dan mengembangkan diri.

Apa yang bisa kamu katakan buat sesama ibu supaya bisa rutin baca dan menyalurkan hobi yang sama ke anak?

Inspiring Mom: Stephanie, Pecinta Buku yang Berhasil Menularkan Hobi Bacanya pada Anak

Foto: Dokumentasi Pribadi

Jangan menunggu sampai punya banyak waktu untuk mulai membaca. Mulailah dari waktu yang sedikit. Tidak harus satu jam sehari, lima atau sepuluh halaman pun tidak apa-apa. Mulai dari buku yang membuat kita nyaman dan senang, lalu biarkan anak-anak melihat bahwa membaca itu menyenangkan dan kita benar-benar menikmatinya.

Sediakan buku di rumah, ajak anak memilih buku di toko buku atau perpustakaan, dan bawa banyak tawa serta hati yang hangat saat membacakan cerita. Pancing interaksi dengan pertanyaan-pertanyaan menarik, bukan hanya tentang gambar dan isi ceritanya, tetapi juga tentang apa yang mereka pikirkan atau rasakan.

Kalau anak-anak belum menemukan kecintaannya pada buku saat ini, setidaknya kita sudah mencoba menanamkan benihnya melalui pengalaman dan memori yang menyenangkan. Mungkin suatu hari nanti, ketika mereka mengingat kembali momen-momen itu saat dewasa, benih tersebut akhirnya menemukan jalannya sendiri untuk tumbuh.

Share Article

author

RachelKaloh

Ibu 2 anak yang hari-harinya disibukkan dengan menulis artikel dan content di media digital dan selalu rindu menjalani hobinya, menjahit.

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan