Game untuk Melatih Otak Orang Dewasa, Bisa Dimainkan Saat Waktu Senggang

Self

Katharina Menge・in 6 hours

detail-thumb

Cari kegiatan saat waktu senggang? Coba 7 game untuk melatih otak orang dewasa, dari Sudoku, TTS, catur, hingga game strategi.

Punya waktu senggang 10–15 menit? Daripada cuma scroll media sosial, coba main game untuk melatih otak orang dewasa ini.

Ada kalanya otak rasanya ikut capek setelah seharian mengurus kerjaan, rumah, anak, pasangan, sampai urusan yang katanya cuma “sebentar” tapi tahu-tahu makan waktu sejam.

Begitu akhirnya punya waktu kosong, tangan otomatis buka HP dan mulai scroll. Lima menit, 15 menit, tahu-tahu sudah setengah jam dan kita malah bingung tadi sebenarnya lihat apa saja.

Padahal, waktu senggang juga bisa dipakai untuk aktivitas yang sedikit lebih menantang otak—salah satunya lewat game. Penelitian terbaru yang menganalisis 133 studi dengan lebih dari 14.000 partisipan menemukan adanya hubungan positif, meski kecil, antara bermain video game dan sejumlah kemampuan kognitif seperti memori, kemampuan spasial, perhatian visual, dan kontrol kognitif. Jadi, game boleh saja jadi aktivitas seru untuk menantang otak, tetapi bukan pengganti tidur cukup, olahraga, belajar, atau aktivitas sosial.

BACA JUGA: 16 Hobi untuk Meningkatkan Daya Ingat dan Fokus, Bisa Dilakukan Setiap Hari

7 Game untuk Melatih Otak Orang Dewasa

Foto: Pexels

Nah, kalau Mommies lagi cari kegiatan yang bisa dilakukan sambil ngopi, menunggu anak les, atau punya waktu kosong sebelum tidur, beberapa pilihan game ini bisa dicoba.

Nggak harus lama-lama juga. Yang penting, pilih permainan yang membuat kita berpikir, mengingat, mencari pola, mengambil keputusan, atau memecahkan masalah, bukan sekadar menekan layar secara otomatis.

1. Sudoku

Kalau Mommies suka angka tapi bukan tipe yang mau buka spreadsheet Excel di waktu senggang, Sudoku bisa jadi pilihan.

Permainan ini mengharuskan kita mengisi angka berdasarkan aturan tertentu tanpa mengulang angka di baris, kolom, dan kotak. Jadi, selama bermain kita perlu melakukan eliminasi, mengingat kemungkinan angka, dan memecahkan masalah.

Penelitian menggunakan pencitraan otak menemukan bahwa mengerjakan Sudoku melibatkan aktivitas di bagian prefrontal cortex, area yang berperan dalam sejumlah proses kognitif. Artinya, Sudoku memang melibatkan kerja otak yang aktif, meski bukan berarti otomatis membuat kita lebih pintar. 

Cocok untuk: Mommies yang suka tantangan logika dan punya waktu 5–20 menit.

2. Teka-teki silang

Masih ingat zaman mengisi TTS di koran? Ternyata permainan klasik ini masih asyik dimainkan sampai sekarang.

Teka-teki silang mengajak kita mengingat informasi, mencari hubungan antarkata, dan menggunakan kosakata yang sudah tersimpan di memori. Penelitian pada lebih dari 19.000 orang dewasa usia 50–93 tahun juga menemukan hubungan antara frekuensi mengerjakan word puzzles dan performa pada beberapa tes kognitif.

Cocok untuk: Mommies yang suka permainan kata dan ingin mengisi waktu senggang tanpa game yang terlalu rumit.

3. Catur

Kalau selama ini catur terasa seperti permainan yang terlalu serius, coba lihat dari sisi lain: ini sebenarnya workout kecil untuk otak.

Saat bermain catur, kita perlu mengingat posisi bidak, memperkirakan kemungkinan langkah lawan, membuat strategi, lalu mengubah rencana ketika situasi berubah.

Cocok untuk: Mommies yang suka strategi, kompetisi kecil-kecilan, atau ingin main bareng pasangan.

BACA JUGA: Sering Lupa di Usia 30-an? 7 Hobi untuk Melatih Daya Ingat

4. Game mencocokkan kartu atau gambar

Permainan mencocokkan kartu mungkin terlihat seperti permainan anak-anak. Padahal, versi yang lebih sulit bisa menjadi tantangan memori yang lumayan bikin mikir.

Caranya sederhana: buka kartu, ingat posisinya, lalu cari pasangan yang sesuai. Semakin banyak kartu yang harus diingat, semakin besar pula tantangannya.

Cocok untuk: Mommies yang ingin mencoba game sederhana sambil mengajak otak mengingat posisi dan pola.

5. Wordle atau game tebak kata

Satu kata, beberapa kesempatan, lalu otak mulai bekerja mencari kemungkinan kata berikutnya.

Game tebak kata bisa menjadi pilihan ringan ketika Mommies cuma punya waktu beberapa menit. Kita perlu mengingat huruf, mengenali pola, mengeliminasi pilihan, dan menggunakan kosakata.

Cocok untuk: Mommies yang cuma punya waktu 5 menit tapi tetap ingin melakukan sesuatu selain scroll.

6. Game strategi

Buat Mommies yang cepat bosan dengan Sudoku atau TTS, coba game strategi.

Jenis permainan ini biasanya mengharuskan pemain merencanakan langkah, mengatur sumber daya, mengambil keputusan, dan menyesuaikan strategi berdasarkan situasi. Jadi, yang menarik bukan semata-mata label “game strategi”, tetapi seberapa aktif kita harus berpikir ketika memainkannya.

Cocok untuk: Mommies yang suka menyusun strategi dan nggak masalah kalau satu permainan berlangsung lebih lama.

7. Game berbasis gerakan

Kalau ingin sekalian bangun dari kursi, Mommies bisa mencoba exergame, yaitu permainan yang menggabungkan aktivitas fisik dengan permainan.

Contohnya game yang mengharuskan kita bergerak mengikuti instruksi, menari, atau menggunakan tubuh untuk mengontrol permainan. Penelitian pada orang dewasa usia paruh baya hingga lebih tua menunjukkan bahwa manfaat kognitif exergame dapat dipengaruhi oleh cara permainan tersebut menggabungkan gerakan dan tugas kognitif.

Cocok untuk: Mommies yang ingin waktu bermain sekaligus jadi kesempatan untuk lebih banyak bergerak.

BACA JUGA: 15 Makanan untuk Kesehatan Otak, Bikin Cerdas dan Daya Ingat Tajam

Jadi, Apakah Game Benar-Benar Bisa Melatih Otak?

Foto: Pexels

Jawabannya: bisa menjadi aktivitas yang menantang kemampuan kognitif tertentu, tetapi jangan menganggapnya sebagai jalan pintas supaya otak otomatis jadi lebih pintar.

Review sistematis dan meta-analisis terbaru pada usia paruh baya menemukan bahwa cognitive training berpotensi memberikan manfaat pada beberapa kemampuan, termasuk fungsi eksekutif, memori verbal, dan working memory. Namun, hasilnya berbeda-beda tergantung jenis latihan dan kemampuan yang diukur.

Jadi, nggak perlu terlalu serius mengejar “game paling pintar untuk otak”. Pilih yang Mommies suka, bikin penasaran, dan membuat otak ikut bekerja.

Nggak Perlu Lama, yang Penting Bikin Otak Ikut “Main”

Kabar baiknya, Mommies nggak perlu menyediakan satu jam khusus setiap hari hanya untuk bermain game. Punya waktu 10–15 menit untuk mengerjakan Sudoku, satu ronde game strategi, atau beberapa menit mencari kata sudah bisa menjadi pilihan aktivitas saat sedang punya jeda.

Dan mungkin ini yang paling penting: pilih game yang memang bikin Mommies menikmati prosesnya.

Karena kalau baru lima menit sudah merasa, “Aduh, kok malah stres?” ya sudah, tutup saja. Nggak ada kewajiban menjadikan waktu senggang sebagai sesi brain training yang serius.

Sesekali, daripada jempol otomatis scroll tanpa tujuan, kasih otak kita sesuatu untuk ditebak, diingat, disusun, atau dipecahkan.

Lumayan, waktu senggang jadi terasa lebih “kepakai”—tanpa harus terasa seperti sedang belajar.

BACA JUGA: 7 Board Game Seru Sebagai Media Edukasi si Kecil

Cover: Pexels