
Bukan cuma bikin baper lihat Jing Boran, dracin The Early Spring juga kasih banyak pelajaran soal hubungan dan perjalanan karier.
Mommies yang lagi keranjingan The Early Spring pasti tahu, dracin yang satu ini memang punya banyak hal untuk dibicarakan. Bukan cuma soal chemistry antara Luan Nian yang diperankan Jing Boran dan Shang Zhitao yang diperankan Sun Qian, tetapi juga tentang bagaimana dua orang dewasa menjalani hubungan, menghadapi salah paham, mengejar karier, sampai akhirnya bertemu lagi sebagai versi diri yang berbeda.
Serial ini sendiri mengikuti Shang Zhitao, perempuan yang memulai karier sebagai pekerja baru di sebuah perusahaan periklanan besar. Di hari pertamanya saja, ia sudah diminta resign oleh Luan Nian yang menjadi atasannya. Alih-alih menyerah, Shang Zhitao justru bertahan, berkembang, dan membuktikan kemampuannya. Hubungan keduanya kemudian berubah menjadi romance yang berlangsung selama enam tahun sebelum berbagai kesalahpahaman membuat mereka berpisah.
Jadi, kalau Mommies merasa The Early Spring bukan sekadar tontonan buat lihat Jing Boran yang makin lama makin ganteng, Momin setuju. Ada beberapa pelajaran soal relationship dan karier yang lumayan relate dengan kehidupan kita.

Satu masalah utama dan paling krusial dari The Early Spring adalah komunikasi di antara Luan Nian dan Shang Zhitao. Masing-masing punya asumsi sendiri dan gak disampaikan, lalu berakhir jadi salah paham.
Gemes, gak?
Padahal, sering kali masalah dalam hubungan bukan karena gak ada rasa, tetapi karena dua orang sama-sama mengira pasangannya sudah tahu apa yang mereka pikirkan. Dalam pembahasan tentang komunikasi di The Early Spring, asumsi semacam “aku kira dia mengerti” justru bisa menjadi awal konflik.
Jadi, kalau ada yang mengganjal, bilang. Kalau belum paham, tanya. Jangan berharap pasangan punya kemampuan membaca pikiran.
Di awal kariernya, Shang Zhitao sempat diremehkan dan bahkan diminta untuk resign oleh Luan Nian. Namun ia memilih bertahan dan membuktikan kemampuannya lewat kerja keras.
Kadang, orang lain belum melihat kemampuan kita karena kita memang belum selesai membuktikannya.
Perjalanan Shang Zhitao juga menarik karena ia gak selamanya berada di posisi “anak baru yang harus membuktikan diri”. Setelah hubungan dan kehidupannya di Beijing berakhir, ia kembali ke kampung halaman dan membangun hidupnya sendiri dengan mengelola restoran serta menjalankan bisnis event kecil.
Jadi, kalau sekarang Mommies sedang merasa kariernya belum ke mana-mana, pelan-pelan saja. Bukan berarti kita gak mampu.
Ini salah satu hal yang disukai dari perjalanan Shang Zhitao.
Hubungan dan karier seharusnya gak membuat kita harus memilih salah satu. Kita tetap boleh punya mimpi, mengejar karier, dan membangun sesuatu yang kita inginkan.
Pasangan yang tepat seharusnya ikut mendukung kita bertumbuh, bukan membuat kita mengecil.
Menariknya, di akhir cerita, Shang Zhitao tetap punya bisnisnya sendiri. Bahkan setelah kembali bersama Luan Nian, ia membuka cabang bisnisnya di Beijing dan keduanya menjalani kehidupan dengan tetap mempertahankan pekerjaan masing-masing.
Jadi, cinta boleh, ambisi jalan terus.

Walau naksir, Luan Nian bisa dibilang salah menilai Shang Zhitao di awal. Ia melihat Shang Zhitao sebagai anak baru yang belum cukup kompeten, bahkan sampai menyuruhnya resign.
Padahal, seiring waktu, Shang Zhitao justru membuktikan bahwa dirinya punya kemampuan.
Kesan pertama memang penting, tapi belum tentu menggambarkan siapa seseorang sebenarnya.
Kadang, orang yang awalnya kita rasa menyebalkan, kurang kompeten, atau gak cocok dengan kita justru punya sisi lain yang belum sempat kita kenal.
Jadi, kenali dulu sebelum mengambil kesimpulan. Termasuk kalau Mommies sedang menilai calon pasangan anak, eh, atau calon pasangan sendiri.
Namanya hubungan, beda pendapat dan konflik pasti ada.
Yang penting adalah bagaimana kita menghadapinya. Bukan pura-pura semuanya baik-baik saja, apalagi memilih menghilang tanpa menyelesaikan masalah.
Karena masalah yang gak dibicarakan cuma akan jadi bom waktu.
Hubungan Luan Nian dan Shang Zhitao juga menunjukkan bahwa komunikasi yang sehat bukan berarti pasangan gak pernah bertengkar. Yang lebih penting adalah bagaimana akhirnya dua orang mau mendengarkan, mengklarifikasi, dan menyelesaikan konflik tanpa berhenti menghargai satu sama lain.
BACA JUGA: Kenapa Laki-Laki Seperti Luke di Dracin Early Spring Sebaiknya Tak Dinikahi
Gak semua orang langsung menemukan tempat yang tepat atau langsung berhasil di awal perjalanan kariernya.
Shang Zhitao sendiri memulai semuanya sebagai pekerja baru yang bahkan diragukan oleh atasannya. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bagian dari prosesnya untuk berkembang sampai akhirnya punya bisnis sendiri.
Pelan-pelan, tapi tetap maju.
Dan ini juga salah satu alasan The Early Spring terasa lebih dewasa. Ceritanya gak hanya bertanya, “Mereka akhirnya jadian atau enggak?”, tetapi juga menunjukkan bagaimana masing-masing karakter tumbuh sebelum akhirnya bisa bertemu kembali sebagai pribadi yang lebih matang. Netflix juga menggambarkan perjalanan mereka sebagai proses untuk “heal, meet as equals, and write a new ending together.”

Ini yang membuat konsep second chance romance jadi menarik dan bisa diterima di drama ini.
Kesempatan kedua bisa jadi indah kalau dua orang sudah belajar dari kesalahan sebelumnya.
Karena kembali bersama tanpa memperbaiki masalah yang sama?
Bisa jadi cuma mengulang cerita.
Untungnya jagoan kita berubah, ya. Luan Nian mulutnya semakin manis dan Shang Zhitao juga semakin percaya diri.
Di akhir cerita, Luan Nian bahkan melamar Shang Zhitao dan keduanya akhirnya kembali bersama, dengan Shang Zhitao tetap menjalankan bisnisnya.
Jadi, second chance bukan sekadar “balikan”, tetapi kesempatan untuk menjalani hubungan dengan cara yang lebih baik.
Mencintai seseorang bukan berarti harus mengubah seluruh diri kita agar sesuai dengan keinginannya.
Hubungan yang sehat seharusnya memberi ruang untuk dua orang tetap tumbuh, punya kehidupan sendiri, dan mengejar hal-hal yang penting bagi masing-masing.
Cinta yang baik gak membuat kita kehilangan diri sendiri.
Ini juga terasa dari perjalanan Shang Zhitao. Setelah meninggalkan kehidupan lamanya, ia gak hanya menunggu Luan Nian datang kembali. Ia membangun kehidupan baru, menjalankan restoran keluarga, dan bisnis event, sampai akhirnya mereka bertemu lagi.
Jadi, jangan sampai ketika punya pasangan, dunia kita malah jadi sekecil hubungan itu saja.
Nah, ini yang bikin The Early Spring makin menarik: hubungan mereka bukan sekadar office romance, tetapi juga romansa yang harus disembunyikan dari lingkungan kerja.
Pacaran diam-diam sama teman sekantor memang bikin deg-degan. Ada tatapan curi-curi, harus pura-pura biasa saja, sampai risiko urusan pekerjaan dan perasaan mulai tercampur.
Namun ketika hubungan sudah serius, rahasia semacam ini juga bisa jadi beban.
Makanya, kalau memang menjalani hubungan dengan teman sekantor, boundaries dan kesepakatan yang jelas tetap penting. Mana urusan kantor, mana urusan pribadi, dan bagaimana bersikap ketika hubungan sedang bermasalah.
Kalau tidak, yang tadinya bikin deg-degan malah bisa bikin satu kantor ikut pusing.

Ini salah satu quote dari The Early Spring yang paling ngena:
“You don’t have to be perfect to be worthy of love.”
Kadang kita terlalu sibuk memperbaiki diri karena merasa harus jadi versi terbaik dulu sebelum pantas dicintai.
Harus lebih cantik, lebih sukses, lebih sabar, lebih mapan, dan sudah selesai dengan semua masalah pribadi.
Padahal, being imperfect doesn’t make us less worthy of love.
Justru hubungan yang sehat seharusnya memberi ruang bagi dua orang untuk datang dengan segala kekurangan, lalu sama-sama belajar menjadi lebih baik tanpa merasa harus sempurna dulu agar layak dicintai.
Dan mungkin ini yang membuat perjalanan Luan Nian dan Shang Zhitao terasa cukup manis di ujung cerita. Mereka gak kembali sebagai dua manusia yang sudah sempurna, tetapi sebagai dua orang yang sudah lebih memahami diri sendiri dan satu sama lain.
BACA JUGA: Kenapa Banyak Orang Mulai Beralih dari Drakor ke Dracin? Ternyata Ini Alasannya

Kalau Mommies suka dracin dengan romance slow-burn, workplace romance, second chance, hubungan yang penuh salah paham, dan karakter yang sama-sama berkembang, The Early Spring jelas layak masuk watchlist.
Apalagi, chemistry Jing Boran dan Sun Qian memang menjadi salah satu daya tarik utama serial ini. Netflix mencatat The Early Spring langsung debut di posisi No. 2 Netflix Global Non-English TV List untuk pekan 24–30 Agustus 2026 dengan 2,4 juta views dan 21,5 juta jam ditonton. Serial ini juga masuk Top 10 mingguan di 22 pasar, termasuk Indonesia.
Jadi kalau Mommies awalnya datang karena penasaran sama Jing Boran sebagai Luan Nian, jangan kaget kalau akhirnya malah ikut emosi melihat hubungan Luan Nian dan Shang Zhitao.
Dan setelah tamat, kemungkinan besar pertanyaan yang muncul bukan cuma, “Mereka akhirnya bersama gak?”
Tapi juga, “Kalau hubungan kita sendiri, sudah cukup dikomunikasikan belum, ya?”
Nah, kalau sampai dracin bikin kita introspeksi begini, berarti The Early Spring memang berhasil.
BACA JUGA: Pelajaran Relationship dari Dracin Shine On Me yang Bisa Diajarkan ke Anak
Foto: MyDramalist