Jadi Single Parent? 7 Pekerjaan Ini Punya Jam Kerja Lebih Fleksibel dan Bisa Disesuaikan dengan Anak

Career

Mommies Daily・in 6 hours

detail-thumb

Menjadi single parent berarti harus membagi waktu antara mencari nafkah, mengurus rumah, dan mendampingi anak. Pekerjaan dengan jam kerja fleksibel bisa jadi salah satu pilihan.

Menjadi single parent bukan cuma soal mencari pekerjaan yang menghasilkan uang. Ada antar-jemput sekolah, anak sakit, pekerjaan rumah, sampai momen ketika anak tiba-tiba butuh kita—semuanya tetap harus berjalan meski pekerjaan juga menunggu.

Karena itu, pekerjaan dengan jam kerja fleksibel bisa menjadi pertimbangan menarik bagi single parent. Bukan berarti pekerjaannya lebih mudah atau tuntutannya lebih sedikit, tetapi fleksibilitas dalam menentukan kapan dan di mana pekerjaan dilakukan dapat memberikan ruang lebih besar untuk mengatur kebutuhan keluarga.

Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja memang berkaitan dengan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan. Meta-analisis terhadap 38 studi dari 19 negara dengan total 83.951 partisipan menemukan adanya hubungan positif antara flexible work arrangements dan work-life balance.

BACA JUGA: Daftar lowongan pekerjaan yang mencari virtual assistant

1. Freelance Writer atau Editor

Photo by LinkedIn Sales Solutions on Unsplash

Punya kemampuan menulis atau mengedit? Freelance bisa jadi pilihan karena pekerjaan umumnya berbasis deadline, sehingga waktu pengerjaan lebih mudah disesuaikan dengan jadwal anak.

2. Social Media Specialist atau Content Creator

Pekerjaan ini cukup fleksibel, terutama jika dilakukan secara remote atau freelance. Mulai dari membuat konten, caption, hingga mengelola kalender media sosial bisa dikerjakan dari rumah.

BACA JUGA: Rekomendasi pekerjaan remote untuk para ayah

3. Virtual Assistant

Virtual assistant membantu pekerjaan administratif seperti mengatur jadwal, email, dokumen, hingga meeting. Sebelum menerima pekerjaan, pastikan memahami jam kerja, zona waktu klien, dan ekspektasi respons.

BACA JUGA: Rekomendasi tempat kursus untuk menjadi virtual assistant, cocok untuk ibu rumah tangga

4. Online Tutor

Photo by Arnel Hasanovic on Unsplash

Punya keahlian tertentu? Menjadi tutor online memungkinkan jadwal mengajar disesuaikan dengan waktu yang tersedia, misalnya saat anak sekolah atau sedang ada yang membantu mengasuh.

5. Graphic Designer atau Illustrator

Pekerjaan desain freelance umumnya berbasis proyek dan deadline. Sistem ini memberikan ruang untuk mengatur waktu pengerjaan tanpa harus selalu berada di kantor.

BACA JUGA: Bisa kerja dari rumah? Ini 10 situs terpercaya untuk cari pekerjaan remote

6. Konsultan atau Pekerja Berbasis Proyek

Photo by Annie Spratt on Unsplash

Bagi yang sudah punya pengalaman profesional, pekerjaan konsultasi atau project-based bisa menjadi pilihan. Misalnya konsultan marketing, HR, keuangan, atau pendidikan.

7. Online Seller atau Bisnis Rumahan

Menjalankan bisnis sendiri memberikan kontrol lebih besar terhadap waktu kerja. Namun, jangan lupa, bisnis rumahan tetap membutuhkan komitmen, terutama saat membangun usaha dari awal.

BACA JUGA: Rekomendasi AI tools terbaik di 2025 untuk mempermudah pekerjaan

Fleksibel Tidak Selalu Berarti Freelance

Photo by Look Studio on Unsplash

Single parent tidak harus meninggalkan pekerjaan kantoran untuk mendapatkan fleksibilitas. Perusahaan dengan kebijakan remote work, flexible hours, atau hybrid working juga bisa membantu orang tua mengatur pekerjaan dan keluarga.

Survei Pew Research Center terhadap 2.242 working parents di Amerika Serikat menemukan bahwa 71% orang tua mengatakan fleksibilitas dalam menentukan kapan bekerja akan sangat membantu, dan persentase yang sama mengatakan fleksibilitas bekerja dari rumah juga akan membantu. Namun, hanya 25% yang merasa memiliki banyak atau cukup fleksibilitas untuk menentukan kapan bekerja.

Studi yang sama juga menunjukkan bahwa orang tua dengan jadwal kerja yang tidak dapat diprediksi lebih mungkin mengalami kesulitan menyeimbangkan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga.

Jadi, saat mencari pekerjaan, jangan hanya melihat gaji. Pertimbangkan juga jam kerja, fleksibilitas, kemungkinan bekerja dari rumah, frekuensi lembur, dan seberapa mudah menyesuaikan pekerjaan dengan kebutuhan anak.

BACA JUGA: 8 Rekomendasi Pekerjaan untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Tetap Aktif dan Cuan

Lantas, pekerjaan apa saja yang bisa dipertimbangkan?

Photo by Walls.io on Unsplash

Artinya, ketika mencari pekerjaan, jangan hanya melihat berapa besar gajinya. Pertimbangkan juga hal-hal seperti:

  • Apakah jam kerjanya bisa diprediksi?
  • Apakah bisa bekerja dari rumah?
  • Seberapa sering harus lembur?
  • Apakah ada fleksibilitas ketika anak sakit?
  • Apakah meeting sering dilakukan di luar jam kerja?
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan?
  • Apakah perusahaan memahami kebutuhan orang tua?

Penelitian tahun 2026 yang menganalisis berbagai studi tentang flexible work arrangements mengingatkan bahwa fleksibilitas juga bisa memiliki sisi lain. Jika tidak ada batasan yang jelas, bekerja dari rumah atau memiliki jam fleksibel justru dapat membuat batas antara pekerjaan dan kehidupan keluarga semakin kabur.

Jadi, untuk single parent, pekerjaan yang paling “cocok” bukan selalu pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah. Yang lebih penting adalah pekerjaan yang memungkinkan kebutuhan finansial, tanggung jawab pengasuhan, dan waktu untuk diri sendiri tetap punya ruang.

Karena fleksibilitas bukan tentang bekerja lebih sedikit. Fleksibilitas adalah tentang punya sedikit lebih banyak kendali atas kapan dan bagaimana pekerjaan dilakukan.

Cover: Photo by Vitaly Gariev on Unsplash