banner-detik
PARENTING & KIDS

6 Cara Mengatasi Anak Kejang dengan Aman, Menurut Dokter Spesialis Anak

author

Mommies Dailyin 6 hours

6 Cara Mengatasi Anak Kejang dengan Aman, Menurut Dokter Spesialis Anak

Cara mengatasi anak kejang dengan aman menurut dokter spesialis anak. Ketahui posisi tubuh, hal yang tidak boleh dilakukan, dan kapan harus ke IGD.

Saat anak mengalami kejang, wajar jika Mommies merasa panik. Namun, penting untuk tetap tenang agar dapat mengambil langkah yang tepat. Kejang pada anak biasanya berlangsung singkat, tetapi penanganan yang keliru bisa memperburuk keadaan. 

Untuk membantu Mommies, berikut panduan dari dr. Reza Abdussalam, Sp.A., dokter spesialis anak dari Brawijaya Hospital Antasari, tentang cara menghadapi anak kejang dengan aman.  

1. Letakkan Anak di Tempat Datar

Langkah pertama yang harus Mommies lakukan adalah memastikan anak berada di tempat yang datar. Ini penting untuk meminimalkan risiko cedera akibat gerakan kejang. Selain itu, jauhkan benda-benda berbahaya seperti mainan keras atau perabotan yang tajam.  

BACA JUGA: 10 Kecemasan Anak Balita yang Harus Orang Tua Pahami, Biar Nggak Drama

2. Jangan Masukkan Apa Pun ke Mulut Anak

Foto: pvproductions on Freepik

Mungkin Mommies pernah mendengar saran untuk memasukkan sendok, jari, atau kopi ke mulut saat kejang. Namun, hal ini sebaiknya dihindari karena sangat berisiko. 

“Saat anak kejang, dia tidak sadar. Jika kita memasukkan benda apa pun, seperti sendok atau kopi, itu bisa membuat anak tersedak. Bahkan, cairan seperti kopi bisa menghambat saluran napas,” ujar dr. Reza. Jadi, biarkan mulut anak tetap kosong dan fokus pada posisi tubuhnya. 

3. Posisikan Anak dalam Posisi Miring

Setelah memastikan anak berada di tempat yang datar, langkah selanjutnya adalah memiringkan tubuh anak. “Memiringkan posisi anak yang kejang sangat penting untuk menjaga saluran napas tetap terbuka. Jangan lupa untuk menekuk kaki agar posisi tubuh lebih stabil,” kata dr. Reza. Dengan posisi miring, risiko muntah atau cairan masuk ke saluran napas bisa dikurangi.  

BACA JUGA: Picky Eater dan Selective Eater, Ini Bedanya yang Perlu Orang Tua Tahu

4. Perhatikan Durasi Kejang

Sebagian besar kejang pada anak berlangsung singkat, hanya beberapa detik hingga menit. Namun, Mommies harus tetap memperhatikan durasinya. “Kejang yang berlangsung lebih dari 15–30 menit bisa memengaruhi fungsi otak, sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis,” jelas dr. Reza. Catat waktu mulai dan berakhirnya kejang untuk memberikan informasi yang akurat kepada dokter.  

5. Rekam dan Identifikasi Jenis Kejang

Foto: Freepik

Jika memungkinkan, rekam kejadian kejang menggunakan ponsel. Rekaman ini bisa membantu dokter memastikan diagnosis. “Kadang orang tua salah mengartikan kejang dengan menggigil. Dengan video, kita bisa memastikan apakah itu benar kejang atau bukan,” terang dr. Reza. Setelah itu, ukur suhu tubuh anak untuk mengetahui apakah kejang disertai demam atau tidak.  

Anak yang kejang dengan demam biasanya mengalami kejang demam, yang bisa disebabkan oleh infeksi seperti meningitis. Namun, jika kejang terjadi tanpa demam, bisa jadi itu adalah epilepsi, yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.  

6. Tetap Tenang, Kejang Singkat Biasanya Tidak Berbahaya

Menurut dr. Reza, sebagian besar kejang pada anak berlangsung singkat dan tidak berbahaya. “Kejang selama satu hingga dua menit umumnya tidak memengaruhi perkembangan otak anak. Jadi, jangan terlalu khawatir,” jelasnya.  

BACA JUGA: 5 Tanda Anak Kurang Perhatian Orang Tua, Ketahui Cara Mengatasinya

Menghadapi kejang memang membutuhkan ketenangan dan pemahaman yang tepat. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Mommies dapat membantu si kecil melewati situasi ini dengan aman. Jangan ragu untuk segera mencari bantuan medis jika kejang berlangsung lama atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, seperti kesulitan bernapas atau kejang berulang dalam waktu singkat.  

Jika Mommies memiliki pengalaman atau pertanyaan tentang penanganan kejang pada anak, yuk, bagikan di kolom komentar. Diskusi bersama dapat membantu sesama orang tua menjadi lebih siap menghadapi situasi serupa.

Penulis: Nazla Ufaira Sabri
Narasumber: dr. Reza Abdussalam, Sp.A
Dokter Spesialis Anak, Brawijaya Hospital Antasari
Cover: Freepik

Share Article

author

Mommies Daily

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan