
Dari lagu-lagunya yang berhasil mencuri perhatian masyarakat Indonesia, begini perjalanan No Na sebelum menjadi girl group 88rising.
Siapa yang nggak kenal No Na? Girl group yang keempat anggotanya merupakan perempuan asli Indonesia, Baila, Esther, Christy, dan Shazfa, yang pada 2025 lalu debut lewat lagu Shoot yang cukup catchy, nggak hanya di telinga masyarakat Indonesia, tapi juga secara global. Awal 2026 mereka hadir kembali lewat lagu Work dan video clip-nya pun langsung hits. Nggak hanya bermodalkan visual yang menarik, semua anggota No Na ini terbukti memiliki vokal yang khas, stage presence dan dance yang memukau, serta selalu menyelipkan identitas lokal dan budaya Indonesia dengan sangat elegan dalam setiap video clip-nya. Bahkan kini, lagu Rollerblade dan Honk masih terus menjadi global trending audio di berbagai platform media sosial.
Dari awal mereka memperkenalkan diri lewat akun Instagram nonawav, netijen menyambutnya dengan sangat antusias, dan berharap bahwa No Na akan mengikuti jejak keberhasilan (Nicole Zefanya) aka Niki maupun artis-artis Indonesia lainnya yang merupakan jebolan 88rising. Perjalanan karir tiap member No Na ini sangat beragam. Ada yang dulunya Idol Junior, sampai lulusan kampus luar negeri.

Member kelahiran 28 September 2001 yang kini berusia 24 tahun ini kabarnya menjadi “The Mom” alias si ibu dari tiga member lainnya. Baila mulai dikenal sebagai penyanyi dalam ajang Indonesian Idol Junior 2014 lalu karena ia berhasil masuk hingga babak 6 besar. Baila juga sempat berkarir sebagai penyanyi solo di bawah naungan Seven Music dan merilis beberapa single bernuansa pop dan R&B, seperti Eye 2 Eye (2019), Hey Ramadhan (2019), See You, Kobe (2020), serta kolaborasi dengan Goodnight Electric di lagu Shut It Down (2018). Tidak heran, Baila berperan sebagai salah satu main vocal di No Na. Psst, kalau kata netijen, vokal dan stage performance Baila ini bahkan bisa disandingkan dengan Jennie Blackpink.

Perempuan berdarah Batak namun lahir di Bali pada 13 September 2001 ini belum lama dikabarkan resmi menjalin hubungan dengan Rich Brian, sesama artis jebolan 88rising. Esther merupakan lulusan London School of Public Relation di bidang Communication and Business Institute, tidak heran kemampuan Esther dalam berkomunikasi dan menyampaikan visi dan misi No Na dalam setiap interview internasional mereka, selalu mengesankan. Esther pernah mengikuti audisi Indonesian Idol Season 10, tepatnya di tahun 2019-2020, dan di tahun 2021, ia kemudian meluncurkan dua singel, yakni Rarity serta Keep It Hush yang dikerjakan bersama Dipha Barus dan Afgan.

Sebagai anggota yang dikenal super elastis, lewat opening dance-nya yang viral di video clip Work, suara khasnya, “Sudah siap, belum?” di Rollerblade, bahkan terakhir di panggung HITC, Christy menunjukkan kemampuan cartwheel-nya dengan hanya satu tangan. Perempuan kelahiran Mataram, 4 September 2000 ini ternyata sudah merajut prestasi tari sejak kecil, bahkan sempat menjadi juara 3 di International Dance Asia Competition 2019 dan menyandang gelar sebagai atlet gymnastic. Sebelum debut, ia aktif sebagai content creator menari, bahkan dari situlah 88rising tertarik untuk menghubunginya dan menawarkan Christy untuk bergabung sebagai member di No Na.

Nickname: Adek, karena Shaz merupakan anggota paling muda di No Na, tepatnya kelahiran 18 April 2003. Meski paling muda, vokal Shaz ini sedikit mirip dengan Dua Lipa, lho. Perannya di No Na adalah main dancer dan juga rapper, dan Shaz juga berperan besar dalam visual performance concept No Na. Shaz memiliki minat yang tinggi di bidang seni, ini terlihat dari background dan prestasi akademiknya. Shaz diakui dengan penghargaan Dean’s List pada tahun 2022 dari Fakultas Seni, Desain, dan Arsitektur University of New South Wales (UNSW) Sydney, Australia. Dalam podcast Raditya Dika, Shaz menceritakan perjalanan mereka menuju No Na, yang awalnya terjadi lewat ajakan salah satu manager 88rising via DM di Instagram, “Do you want to be a part of global girl group?”. Ajakan ini bahkan sempat membuat ibunya tidak percaya dan takut Shaz mengalami penipuan, karena ia langsung diminta untuk ke Los Angeles dan mengurus administrasi (paspor, visa, dsb). Namun ternyata, inilah awal dari pengalaman berkesan Shaz sebagai salah satu member No Na, karena ternyata Shaz-lah yang kemudian menawarkan Baila dan Esther untuk bergabung, tanpa saling kenal satu sama lain sebelumnya.

Dari No Na, anak-anak perempuan kita bisa belajar banyak hal, lho, Mommies.
Semua member No Na memiliki wajah yang sangat mencerminkan keberagaman Indonesia, karena masing-masing dari mereka berasal dari suku yang berbeda. Namun, di balik paras wajah cantik, mereka memiliki segudang prestasi yang patut dibanggakan, karena prestasi tersebutlah yang juga membentuk mereka menjadi sebuah girl group yang sukses. Nggak hanya bermodalkan suara yang bagus, Baila, Esther, Christy dan Shaz juga memegang peran mereka masing-masing dengan sangat bertanggung jawab dalam membentuk No Na sampai sekarang berhasil menjadi girl group yang sukses.
No Na sebagai girl group, benar-benar memperlihatkan kemampuan masing-masing anggotanya, dalam berbagai aspek: dari vokal, seni tari, konsep penampilan, bahkan attitude, yang sangat terlihat setiap kali mereka hadir dalam berbagai wawancara. Mereka bisa membawa diri dengan baik, menunjukkan kemampuan dalam berkomunikasi lewat bahasa Inggris dan membawa branding No Na juga dengan sangat apik. Christy yang awalnya tidak percaya diri dengan kemampuan vokalnya, sekarang malah lebih sering menjadi yang paling diingat, dari lirik lagu yang menjadi part-nya. Semua ini tentu dilakukan dengan usaha yang luar biasa.
No Na yang kita lihat sekarang, bukan semata-mata hasil dari pihak 88rising yang membentuk mereka. Lewat cerita yang disampaikan para member, konsep gerakan, lagu, bahkan nama group, semua benar-benar hasil diskusi antar tim, lho, peran 88rising di sini hanyalah sebagai recruiter, selebihnya merupakan kerja keras semua member. Hal ini tentu tidak mudah dilakukan, mengingat ketika baru pertama kali dipertemukan, mereka sudah langsung diminta gabung dalam kelompok untuk, ibaratnya, menjalani bisnis baru dengan orang baru. Artinya, perlu kemampuan adaptasi, bersosialisasi dan saling mengerti kebutuhan satu sama lain untuk bisa sama-sama maju.
Nggak hanya main di genre musik yang sedang hits di jaman sekarang dan terkesan main aman di situ-itu saja, No Na juga terinspirasi oleh penyanyi senior seperti Janet Jackson dalam lagu mereka, Superstitious, yang kalau didengar, terasa seperti lagi diajak bernostalgia ke tahun 90-an, tapi tetap bisa dinikmati di jaman sekarang.
Dalam setiap lagu maupun video clip yang diproduksi, No Na selalu menampilkan identitas mereka sebagai orang Indonesia secara visual, dan secara konsisten mereka menyebut diri mereka dengan sangat bangga, sebagai “the island girl from Indonesia”. Sehingga ketika lagu-lagu No Na ini viral, negara-negara lain juga ikut kenal dengan bahasa dan istilah yang Indonesia banget. Siapa sangka dari “Sabang sampai Merauke”, “Angkot”, “Gamelan”, sampai “Jalan-jalan dengan sepatu roda” bisa dengan lantang digaungkan di seluruh dunia? All thanks to No Na!
Image by: Detikcom