banner-detik
LIFESTYLE

Tanggal Tua? Ini 10 Ide Menu Keluarga Murah yang Nggak Bikin Bosan

author

Katharina Mengein 6 hours

Tanggal Tua? Ini 10 Ide Menu Keluarga Murah yang Nggak Bikin Bosan

Tanggal tua bukan berarti harus makan menu yang itu-itu saja. Ini 10 ide menu keluarga murah yang enak, praktis, dan nggak bikin bosan.

Ada fase dalam kehidupan Mommies ketika isi rekening mulai menipis, tanggal gajian masih terasa jauh, tapi pertanyaan “Hari ini masak apa?” tetap datang setiap pagi. Belum lagi kalau satu rumah punya selera berbeda-beda, anak maunya ayam, pasangan bilang “terserah”, sementara Mommies sendiri sebenarnya cuma ingin makan sesuatu yang praktis dan gak bikin dompet menangis.

Tenang, Mommies, tanggal tua bukan berarti menu keluarga harus berakhir dengan mi instan setiap hari. Dengan sedikit strategi, bahan makanan sederhana dan relatif murah bisa diolah menjadi beberapa menu berbeda supaya keluarga gak merasa makan itu-itu saja.

Merencanakan menu sebelum belanja juga bisa membantu Mommies lebih terarah dalam menggunakan bahan yang sudah tersedia di rumah. USDA melalui MyPlate menyarankan mengecek isi kulkas, freezer, dan pantry sebelum belanja, kemudian membuat rencana menu berdasarkan bahan yang sudah ada.

Nah, kalau Mommies sedang memasuki tanggal tua dan masih harus masak untuk beberapa hari, berikut 10 ide menu keluarga yang bisa dicoba.

BACA JUGA: 13 Resep Olahan Telur, Mudah dimasak dan Kaya Protein

1. Telur Balado + Tumis Kangkung

Foto: Pexels

Kita mulai dari menu yang bahan dasarnya cukup bersahabat dengan dompet: telur. Mommies bisa membuat telur rebus atau telur ceplok, kemudian dimasak dengan sambal balado sederhana dan disajikan bersama tumis kangkung.

Kalau anak belum terlalu suka pedas, pisahkan telur sebelum sambal dimasukkan. Jadi, satu masakan tetap bisa disesuaikan untuk seluruh anggota keluarga.

Biar gak bosan: telur balado yang tersisa bisa dipotong-potong dan dijadikan topping nasi atau isian sandwich untuk menu berikutnya.

2. Ayam Kecap + Sayur Bening

Kalau punya stok ayam, jangan langsung dimasak habis dengan satu cara. Hari pertama, Mommies bisa membuat ayam kecap dengan bawang, kecap manis, dan sedikit merica, lalu memasangkannya dengan sayur bening berisi wortel, jagung, bayam, atau sayuran yang memang sudah ada di kulkas.

Kalau masih ada ayam, jangan dipaksakan menjadi menu yang sama untuk makan berikutnya. Suwir ayam kecap tersebut dan gunakan sebagai isian nasi goreng atau topping mi.

Satu bahan, beberapa kemungkinan. Ini salah satu trik yang cukup berguna ketika sedang berhemat.

3. Tempe Orek + Telur Dadar

Tanggal tua memang waktunya kembali mengingat betapa berharganya tempe. Mommies bisa mengolahnya menjadi orek dengan kecap, bawang, dan cabai, lalu menyajikannya bersama telur dadar dan sayuran sederhana seperti timun atau tumis wortel.

Kalau ingin sedikit berbeda, telur dadarnya bisa diberi daun bawang, wortel parut, atau irisan kol. Jadi, meskipun bahan dasarnya murah, tampilannya gak harus terasa seperti menu “terpaksa karena tanggal tua”.

4. Sup Ayam Sayur

Foto: Pexels

Satu panci sup bisa menjadi penyelamat ketika Mommies ingin memasak makanan yang bisa dinikmati beberapa anggota keluarga sekaligus. Gunakan potongan ayam secukupnya, lalu tambahkan wortel, kentang, kol, buncis, atau sayuran lain yang tersedia.

Kalau ingin lebih hemat, gak perlu memasukkan semua jenis sayuran. Pilih dua atau tiga bahan yang memang ada di rumah, lalu gunakan bumbu sederhana seperti bawang putih, bawang merah, merica, dan sedikit garam.

Sup seperti ini juga bisa menjadi pilihan ketika Mommies ingin memasukkan lebih banyak sayuran ke menu keluarga tanpa harus membuat lauk dan sayur secara terpisah. American Academy of Pediatrics merekomendasikan memberikan anak variasi makanan, termasuk sayur, buah, sumber protein, dan biji-bijian.

5. Nasi Goreng Kampung dengan “Isi Kulkas”

Nah, ini menu yang cocok untuk malam ketika Mommies sudah gak mau berpikir terlalu keras. Buka kulkas, lihat apa yang tersisa, lalu sesuaikan dengan bahan yang ada.

Ada nasi? Ada telur? Ada daun bawang? Ada sedikit ayam atau sayuran? Masukkan ke nasi goreng. Untuk anak, buat versi tanpa cabai terlebih dahulu, kemudian Mommies bisa menambahkan sambal di porsi orang dewasa.

Bonusnya, nasi goreng juga bisa menjadi cara untuk memanfaatkan bahan makanan yang jumlahnya tinggal sedikit. Jadi, gak perlu membeli bahan baru hanya demi membuat satu menu.

6. Tahu Cabe Garam + Telur Ceplok

Kalau stok lauk di rumah tinggal tahu dan telur, jangan panik. Tahu bisa digoreng kemudian diberi tumisan bawang putih, daun bawang, dan cabai, lalu disajikan bersama telur ceplok dan nasi hangat.

Untuk anak, sisihkan tahu sebelum cabai ditambahkan. Menu ini mungkin gak akan memenangkan penghargaan kuliner, tetapi untuk kondisi tanggal tua, lapar, dan harus masak, justru menu sederhana seperti ini yang sering menjadi penyelamat.

7. Spaghetti Saus Tomat + Telur atau Ayam Suwir

Siapa bilang pasta harus mahal? Mommies bisa membuat spaghetti sederhana dengan saus tomat, bawang putih, kemudian menambahkan telur orak-arik atau ayam suwir sebagai sumber protein.

Kalau punya sayuran seperti wortel, jagung, atau jamur, bisa ikut dimasukkan. Anak biasanya juga lebih mudah menerima sayuran ketika bentuk dan teksturnya dibuat berbeda dari menu sayur biasa.

Kalau anak termasuk picky eater, Mommies juga gak perlu langsung memaksanya mencoba banyak makanan sekaligus. American Academy of Pediatrics menyarankan tetap menawarkan makanan baru secara berulang, sekaligus melibatkan anak dalam memilih dan menyiapkan makanan.

8. Perkedel Kentang + Sayur Tumis

Foto: Pexels

Punya kentang beberapa buah? Jangan cuma dijadikan kentang goreng. Kentang bisa dibuat perkedel dengan campuran telur dan sedikit daun bawang, lalu ditambah ayam atau daging jika kebetulan masih punya stok.

Untuk pendampingnya, cukup tumis satu jenis sayuran. Misalnya tumis kol dan wortel atau buncis dengan bawang putih.

Menu seperti ini juga bisa dibuat dalam jumlah agak banyak untuk satu kali makan berikutnya. Yang penting, sisa makanan segera didinginkan dan disimpan dengan aman; USDA menyarankan makanan sisa segera dimasukkan ke lemari pendingin setelah dimasak.

9. Capcay Rumahan + Nasi

Capcay bisa menjadi menu “bersihkan isi kulkas”. Ada wortel satu buah? Masukkan, ada kol tinggal sedikit? Masukkan juga, ada sawi, jagung muda, buncis, tahu, atau bakso yang tersisa? Bisa ikut masuk.

Mommies juga gak perlu membuat capcay dengan sepuluh jenis sayuran. Dua sampai empat bahan saja sudah cukup, kemudian tambahkan telur, tahu, ayam, atau sedikit bakso sesuai stok.

Jadi, satu wajan bisa sekaligus menghasilkan sayur dan lauk. Praktis banget untuk hari ketika energi Mommies juga sedang masuk mode tanggal tua.

10. Bubur Ayam atau Bubur Telur Homemade

Ini bisa menjadi pilihan kalau Mommies ingin menu yang berbeda dari nasi dan lauk biasa. Gunakan nasi yang sudah ada untuk dibuat bubur, kemudian tambahkan suwiran ayam atau telur, daun bawang, sedikit kecap, dan pelengkap sederhana sesuai stok.

Untuk anak, Mommies bisa membuat teksturnya lebih lembut dan menyesuaikan bumbu dengan usia serta kebutuhan anak. Kalau membuat untuk seluruh keluarga, tinggal sesuaikan topping dan bumbunya setelah bubur matang.

BACA JUGA: 15 Cara Mengolah Ayam Selain Digoreng yang Enak, Praktis, Lengkap dengan Resep

Biar 10 Menu Ini Gak Bikin Belanja Membengkak

Mommies, sebenarnya kunci menu hemat bukan cuma memilih bahan yang murah. Yang lebih penting adalah memilih bahan yang bisa dipakai berkali-kali.

Misalnya, Mommies membeli ayam untuk diolah menjadi beberapa menu. Sebagian bisa dibuat ayam kecap, sebagian lagi disuwir untuk nasi goreng, lalu sisanya dimasukkan ke sup atau capcay.

Begitu juga dengan telur. Hari ini menjadi telur balado, besok telur dadar, lalu bisa menjadi campuran nasi goreng.

Dengan begitu, Mommies gak perlu membeli banyak jenis bahan hanya demi membuat menu berbeda setiap hari. Prinsipnya sederhana: belanja sedikit lebih terencana, masak dengan lebih kreatif.

Coba Pakai Sistem “Satu Bahan, Tiga Menu”

Kalau Mommies sering bingung menentukan menu, coba pakai pola sederhana ini. Misalnya ayam: hari pertama ayam kecap, hari kedua ayam suwir untuk nasi goreng, hari ketiga ayam untuk sup atau capcay.

Atau tempe: hari pertama tempe goreng, hari kedua orek tempe, hari ketiga tempe bisa dicampur ke tumisan sayur atau dibuat mendol. Jadi, Mommies gak harus memikirkan 10 menu berbeda dari awal.

Cukup pikirkan 3–4 bahan utama, lalu cari beberapa cara untuk mengolahnya. Daftar belanja pun jadi lebih terarah.

Jangan Lupa Libatkan Anak Saat Menyiapkan Makanan

Foto: Pexels

Kalau anak sudah cukup besar, Mommies juga bisa mengajaknya ikut memilih atau menyiapkan menu. Misalnya, anak boleh memilih apakah besok mau makan sup ayam atau nasi goreng.

Anak yang lebih kecil bisa membantu mencuci sayuran, mengambil bahan yang sudah disiapkan, atau menata meja makan dengan tetap didampingi. AAP juga menyebut kegiatan memasak bersama bisa menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar tentang makanan, perencanaan menu, dan kebiasaan sehat.

Jadi, Mommies gak harus selalu menjadi satu-satunya “chef” di rumah. Sesekali, delegasikan pekerjaan kecil ke anggota keluarga lain, walaupun hasilnya mungkin dapur jadi sedikit lebih berantakan.

Makan Hemat Gak Harus Membosankan

Pada akhirnya, Mommies gak perlu merasa bersalah kalau menu keluarga saat tanggal tua lebih sederhana. Makan hemat bukan berarti harus makan seadanya setiap hari.

Dengan sedikit perencanaan, telur bisa berubah menjadi beberapa menu, ayam bisa punya “karier” yang panjang di dapur, dan sayuran sisa bisa disulap menjadi capcay.

Yang penting, tetap usahakan keluarga mendapatkan variasi makanan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing. AAP juga menyarankan keluarga menawarkan beragam jenis makanan dan melibatkan anak dalam proses menyiapkan makanan sebagai bagian dari membangun kebiasaan makan yang sehat.

Dan satu hal lagi: Mommies gak harus memasak makanan baru setiap hari hanya supaya terlihat niat.

Kalau besok Mommies kembali membuka kulkas dan berpikir, “Ya ampun, masak apa lagi?”, coba tarik napas dulu. Lihat apa yang ada, pilih satu bahan utama, lalu pikirkan: bisa jadi apa saja bahan ini?

Karena ternyata, memasak hemat itu bukan soal punya bahan makanan yang banyak. Kadang, justru soal seberapa kreatif kita mengolah bahan yang sudah ada di rumah.

BACA JUGA: 10 Menu Sarapan Tinggi Protein untuk Anak Aktif

Cover: Pexels

Share Article

author

Katharina Menge

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan