Sorry, we couldn't find any article matching ''

Orang Tua Zendaya Punya Cara Mendidik Anak yang Patut Ditiru, Dukung Bakat tanpa Mengorbankan Masa Kecil
Intip cara orang tua Zendaya mendukung bakat putrinya tanpa mengorbankan pendidikan dan masa kecil. Ada banyak pelajaran parenting yang bisa ditiru.
Di tengah kabar kembalinya Zendaya lewat sejumlah proyek besar, termasuk Spider-Man: Brand New Day yang paling dinantikan penggemar Marvel, banyak orang kembali mengagumi sosok aktris berusia 29 tahun ini. Bukan hanya karena prestasinya di dunia hiburan, tetapi juga karena kepribadiannya yang dikenal rendah hati, profesional, dan jauh dari kontroversi.
Ternyata, karakter tersebut tidak terbentuk begitu saja. Di balik kesuksesan Zendaya sebagai aktris papan atas Hollywood, ada peran besar kedua orang tuanya yang sejak awal berusaha menjaga keseimbangan antara karier, pendidikan, dan masa kecil putrinya.
Buat Mommies yang memiliki anak dengan minat di bidang seni, olahraga, atau dunia hiburan, kisah keluarga Zendaya bisa menjadi pengingat bahwa mendukung bakat anak bukan berarti membiarkan mereka tumbuh terlalu cepat.
BACA JUGA: Sebelum Nonton Spider-Man: Brand New Day, Ini Urutan Film Marvel yang Wajib Ditonton
1. Orang Tuanya Sama-sama Berprofesi sebagai Guru

Foto: The Holywood Reporter
Sebelum dikenal sebagai orang tua seorang bintang Hollywood, Claire Stoermer dan Kazembe Ajamu Coleman sama-sama berkarier sebagai pendidik.
Claire merupakan guru sekolah di Oakland, California, sementara Kazembe pernah mengajar pendidikan jasmani (physical education) sebelum kemudian mendampingi perjalanan karier putrinya. Zendaya sendiri berkali-kali mengatakan bahwa sang ibu adalah sosok panutan dalam hidupnya karena dedikasinya sebagai guru yang selalu ingin membantu anak-anak belajar dan berkembang.
Lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia pendidikan inilah yang membentuk cara pandang Zendaya terhadap belajar, disiplin, dan tanggung jawab sejak kecil.
2. Mendukung Bakat Anak Sejak Dini, tetapi Tidak Memaksanya
Sejak kecil, Zendaya sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia seni pertunjukan. Orang tuanya melihat potensi tersebut, lalu mendaftarkannya ke kelas akting dan tari.
Saat sang ibu bekerja sebagai house manager di California Shakespeare Theater, Zendaya kecil sering ikut menyaksikan latihan dan pertunjukan teater. Pengalaman itu membuat kecintaannya terhadap dunia seni tumbuh secara alami, bukan karena paksaan.
Alih-alih menuntut hasil, kedua orang tuanya memilih mendampingi proses belajar Zendaya. Cara ini menunjukkan bahwa mendukung anak berbakat tidak selalu berarti memberi target tinggi, tetapi menyediakan ruang yang aman untuk berkembang sesuai minatnya.
Pelajaran yang bisa diambil? Orang tua tidak harus menentukan cita-cita anak, tetapi bisa menjadi orang pertama yang mengenali dan memfasilitasi potensi mereka.
3. Pendidikan Tetap Menjadi Prioritas

Foto: E! News
Meski mulai berkarier di usia muda, pendidikan Zendaya tetap mendapat perhatian besar dari keluarganya.
Ketika harus pindah ke Los Angeles untuk syuting serial Disney Shake It Up, ia tetap menjalani proses belajar dengan tutor yang dipilih langsung oleh kedua orang tuanya. Mereka ingin memastikan pendidikan Zendaya tetap berjalan meski jadwal syutingnya padat.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa mengejar mimpi dan memperoleh pendidikan tidak harus saling mengorbankan.
4. Orang Tuanya Selalu Hadir Mendampingi
Di awal kariernya, Kazembe Ajamu Coleman bahkan berperan sebagai manajer Zendaya.
Namun, kehadiran sang ayah bukan hanya untuk mengatur jadwal pekerjaan. Ia juga memastikan putrinya mendapatkan lingkungan kerja yang aman dan tidak mengambil keputusan sendirian ketika masih di bawah umur. Sementara itu, sang ibu tetap menjadi tempat Zendaya pulang dan merasa nyaman ketika jauh dari sorotan kamera.
Dukungan seperti ini membuat Zendaya memiliki fondasi keluarga yang kuat meski tumbuh di industri hiburan yang penuh tekanan.
5. Tetap Ada Aturan dan Batasan
Walaupun mendukung karier putrinya, orang tua Zendaya tidak membebaskannya melakukan apa saja.
Dalam sebuah wawancara, Zendaya pernah menceritakan bagaimana kedua orang tuanya menegurnya ketika ia hanya diam melihat seorang teman menjadi korban perundungan di sekolah. Dari pengalaman itu, ia belajar bahwa keberanian bukan hanya soal membela diri sendiri, tetapi juga membela orang lain.
Nilai-nilai seperti empati, tanggung jawab, dan menghormati orang lain terus dibawa Zendaya hingga dewasa.
6. Masa Kecil Tetap Dijaga Meski Sudah Terkenal

Foto: Instagram/zendaya
Banyak orang mengira menjadi artis cilik berarti kehilangan masa kanak-kanak sepenuhnya. Namun, keluarga Zendaya berusaha menjaga agar rumah tetap menjadi tempat ia bisa menjadi diri sendiri.
Dalam wawancara bersama Vogue, diceritakan bahwa kedua orang tuanya berusaha memisahkan kehidupan pekerjaan dengan kehidupan di rumah. Saat di rumah, Zendaya tetap menjalani kehidupan yang normal bersama keluarga, jauh dari tekanan dunia hiburan.
Meski begitu, sebagai orang dewasa, Zendaya juga mengakui bahwa menjadi artis sejak kecil membuatnya melewatkan beberapa pengalaman masa remaja yang “biasa”. Ia berharap industri hiburan semakin memperhatikan kesejahteraan aktor cilik.
BACA JUGA: 9 Film Tom Holland Selain Spider-Man yang Cocok Ditonton Bareng Keluarga
Mengapa Cara Mendidik Orang Tua Zendaya Banyak Dipuji?
Banyak orang melihat keberhasilan Zendaya sebagai hasil dari bakat dan kerja keras. Namun, jika ditelusuri lebih jauh, ada satu benang merah yang konsisten, yaitu kehadiran orang tua yang mendukung tanpa mengambil alih hidup anak.
Mereka memberi ruang bagi Zendaya untuk berkembang, tetapi tetap memastikan ia memiliki pendidikan, nilai-nilai kehidupan, dan batasan yang jelas. Pendekatan seperti ini membuat Zendaya tidak hanya sukses secara profesional, tetapi juga dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan bertanggung jawab.
Apa Kata Pakar tentang Peran Orang Tua?
Menariknya, cara orang tua Zendaya mendampingi putrinya juga sejalan dengan rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP). Dalam panduannya tentang parenting dan boundary setting, AAP menjelaskan bahwa pola asuh yang menggabungkan dukungan emosional, komunikasi yang baik, sekaligus batasan yang jelas (authoritative parenting) berkaitan dengan kesehatan mental, kemampuan sosial, dan perilaku yang lebih positif pada anak dan remaja.
Artinya, mendukung bakat anak tidak selalu berarti memenuhi semua keinginannya. Kehadiran orang tua sebagai pendamping, pemberi arahan, sekaligus tempat anak merasa aman justru menjadi fondasi yang paling penting.
Tidak Semua Anak Harus Jadi Zendaya
Tentu tidak semua anak akan tumbuh menjadi artis Hollywood. Namun, setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda dan layak mendapatkan kesempatan untuk berkembang.
Ada anak yang senang melukis, bermain musik, menari, olahraga, memasak, atau justru menyukai dunia sains. Apa pun minatnya, peran orang tua bukan menentukan jalan hidup anak, melainkan membantu mereka menemukan potensi terbaik sambil memastikan mereka tetap menikmati masa kecilnya.
Kesuksesan Anak Dimulai dari Dukungan yang Seimbang
Melihat perjalanan Zendaya, rasanya mudah memahami bahwa kesuksesan tidak dibangun dalam semalam. Di balik kariernya yang gemilang, ada orang tua yang percaya pada potensinya, memberi kesempatan untuk berkembang, tetap mengutamakan pendidikan, dan tidak lupa menetapkan batasan.
Buat Mommies yang sedang mendampingi anak mengejar mimpi—apa pun bidangnya—kisah keluarga Zendaya menjadi pengingat bahwa dukungan terbaik bukan sekadar membuka jalan menuju prestasi. Yang tak kalah penting adalah memastikan anak tetap punya ruang untuk belajar, bermain, menikmati masa kecilnya, dan tumbuh menjadi pribadi yang sehat, percaya diri, serta memiliki nilai-nilai yang kuat.
BACA JUGA: Dikabarkan Menikah, Ini Perjalanan Cinta Tom Holland dan Zendaya
FAQ
Apakah orang tua Zendaya seorang guru?
Ya. Ibu Zendaya, Claire Stoermer, berprofesi sebagai guru, sedangkan ayahnya, Kazembe Ajamu Coleman, pernah mengajar pendidikan jasmani sebelum mendampingi karier putrinya.
Sejak usia berapa Zendaya mulai berkarier?
Zendaya mulai mengenal dunia seni sejak kecil melalui teater, tari, dan berbagai kegiatan pertunjukan sebelum akhirnya bergabung dengan Disney Channel lewat serial Shake It Up.
Apa pelajaran parenting dari orang tua Zendaya?
Orang tua Zendaya mendukung bakat putrinya sejak dini, tetap mengutamakan pendidikan, memberikan batasan yang jelas, dan memastikan ia tetap memiliki masa kecil yang sehat meski sudah berkarier di dunia hiburan.
Cover: Instagram/zendaya
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS