Sorry, we couldn't find any article matching ''

Kenapa Perempuan Sering Menunda Membalas Chat? Ini Penjelasan Psikolog
Banyak perempuan sering menunda membalas chat. Ternyata alasannya bukan sekadar sibuk, tetapi berkaitan dengan mental load, social burnout, dan kondisi psikologis.
Ternyata, banyak perempuan sengaja menunda membalas pesan—dan alasannya bukan sekadar karena sibuk.
Pernah mengirim pesan lalu melihat centang biru menyala, tetapi balasannya tak kunjung datang selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari? Kalau iya, Mommies tidak sendirian.
Secara psikologis, perempuan bisa menunda membalas chat karena mengalami mental load, kelelahan sosial (social burnout), perfeksionisme saat menyusun balasan, hingga tekanan untuk selalu responsif di era digital.
Sejumlah penelitian dan pengamatan psikologis menunjukkan bahwa menunda membalas pesan menjadi kebiasaan yang cukup umum, terutama pada perempuan yang harus membagi perhatian antara pekerjaan, keluarga, pertemanan, dan urusan rumah tangga.
Baca juga: 100 Ide Me Time untuk Ibu biar Nggak Gampang Burnout

Foto: Dimitri Karastelev / Unsplash
Membalas Chat Ternyata Bisa Terasa Seperti “Pekerjaan Tambahan”
Psikolog Mariana Bockarova, Ph.D., dalam tulisannya di Psychology Today menjelaskan bahwa banyak orang mengalami stres karena tuntutan untuk selalu responsif di dunia digital. Mereka mengaku merasa tertekan dengan banyaknya pesan yang harus dibalas setiap hari. Sementara itu, satu dari enam orang memilih mengabaikan pesan karena merasa kewalahan.
Berbeda dengan percakapan langsung, chat bersifat asynchronous: kita tidak dituntut untuk menjawab saat itu juga. Akibatnya, otak sering mengategorikan pesan sebagai sesuatu yang “bisa dikerjakan nanti”. Sayangnya, “nanti” itu sering berubah menjadi lupa, apalagi ketika seseorang sedang sibuk mengurus pekerjaan, anak, atau berbagai tanggung jawab lainnya.
Perempuan Sering Memikul Mental Load yang Lebih Besar
Banyak perempuan terbiasa menjadi “manajer kehidupan” di rumah. Di tengah padatnya aktivitas tersebut, membalas chat, bahkan kepada orang yang disayangi, kadang terasa seperti tambahan tugas yang menguras energi.
Fenomena ini dikenal sebagai social burnout, yaitu kelelahan sosial akibat terlalu banyak tuntutan komunikasi.
Dalam kondisi seperti ini, seseorang bisa saja membaca pesan, berniat membalas, tetapi tidak memiliki energi mental untuk melakukannya saat itu juga.
Baca juga: Mental Load Setelah Punya Anak, Ini Dampak pada Hubungan Pernikahan
Ingin Memberikan Jawaban yang “Sempurna”
Pernah membaca pesan, menyusun jawaban di kepala, lalu menundanya karena merasa belum menemukan respons yang tepat?
Ternyata, hal ini juga cukup umum terjadi. Waktu membalas pesan sering kali berkaitan dengan kapasitas mental dan emosional seseorang, bukan semata-mata soal prioritas. Beberapa pesan membutuhkan pemikiran lebih panjang, terutama jika menyangkut hubungan, pekerjaan, atau persoalan pribadi.

Foto: Amanz / Unsplash
Budaya “Harus Cepat Membalas” Juga Memicu Kecemasan
Fitur seperti centang biru, status online, dan notifikasi ternyata ikut menciptakan tekanan tersendiri. Banyak orang merasa bersalah ketika terlambat membalas, tetapi pada saat yang sama juga merasa lelah jika harus selalu tersedia.
Dalam artikel berjudul Seen, Unseen, and Still Anxious: The Psychology of Texting, Psychology Today menjelaskan bahwa pesan yang belum terjawab menciptakan apa yang disebut sebagai “open loop“, yaitu kondisi ketika pikiran terus kembali memikirkan percakapan yang belum selesai.
Ironisnya, semakin lama sebuah chat dibiarkan, semakin besar rasa bersalah yang muncul. Akhirnya, seseorang justru semakin menunda untuk membalas.

Foto: Vitaly Gariev / Unsplash
Jadi, Apakah Balasan yang Lama Berarti Tidak Peduli?
Apakah perempuan yang lama membalas chat berarti tidak peduli? Belum tentu. Dalam banyak kasus, keterlambatan membalas pesan lebih berkaitan dengan kondisi mental dan beban pikiran dibanding kurangnya perhatian.
Kalau Mommies memiliki teman, pasangan, atau anggota keluarga yang terkenal slow response, mungkin ada baiknya untuk tidak langsung mengambil kesimpulan. Sebab, di balik satu chat yang belum terbalas, bisa jadi ada banyak hal yang sedang mereka hadapi.
Baca juga: 10 Mental Load Ibu Bekerja yang Jarang Terlihat tapi Berbahaya
Cover: Adem AY / Unsplash
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS