
Checklist rumah aman untuk balita yang wajib Mommies cek. Mulai dari stop kontak hingga kabel listrik agar si kecil lebih aman saat bereksplorasi.
Memasuki usia balita, rasa ingin tahu anak berkembang sangat pesat. Mereka mulai senang membuka laci, memanjat kursi, menarik benda yang menggantung, hingga memasukkan apa saja ke dalam mulut. Di fase ini, rumah berubah menjadi tempat penuh petualangan sekaligus penuh risiko jika belum disesuaikan dengan kemampuan eksplorasi mereka.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebagian besar cedera yang tidak disengaja pada anak terjadi di rumah dan banyak di antaranya sebenarnya dapat dicegah melalui langkah-langkah sederhana. Karena itu, melakukan baby proofing rumah menjadi salah satu cara penting untuk membantu menjaga keselamatan anak selama beraktivitas.
Kabar baiknya, Mommies tidak harus langsung membeli banyak perlengkapan baru. Yang terpenting adalah mengenali titik-titik yang berpotensi membahayakan balita, lalu melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan.
BACA JUGA: Rumah Ramah Anak: 8 Cara Aman Dukung Eksplorasi & Stimulasi Anak 5 Tahun
Yuk, cek satu per satu apakah rumah Mommies sudah cukup aman untuk si kecil.
Balita senang memasukkan jari atau benda kecil ke dalam lubang stop kontak.
Pastikan semua stop kontak yang tidak digunakan sudah dipasang outlet cover atau penutup khusus agar risiko tersengat listrik dapat diminimalkan.
Kalau rumah bertingkat, safety gate menjadi salah satu perlengkapan pengaman balita yang paling penting.
Pasang di bagian atas maupun bawah tangga agar anak tidak naik turun tanpa pengawasan.
Rak buku, lemari, atau televisi dapat roboh jika dipanjat atau ditarik anak.
Gunakan anti-tip kit agar furnitur lebih stabil dan tidak mudah terguling.
Sabun, deterjen, pemutih, pewangi lantai, hingga obat-obatan sebaiknya disimpan di lemari yang tinggi atau menggunakan kunci pengaman.
Jangan menyimpan cairan pembersih di botol bekas minuman karena berisiko diminum anak.
Saat memasak, biasakan memutar gagang panci ke arah dalam.
Jauhkan pisau, gunting, korek api, hingga minuman panas dari tepi meja agar tidak mudah dijangkau anak. CDC juga mengingatkan bahwa luka bakar menjadi salah satu cedera rumah tangga yang paling sering dialami anak kecil.

Sudut meja yang tajam bisa berbahaya ketika anak sedang belajar berjalan atau berlari.
Pelindung sudut berbahan silikon dapat membantu mengurangi risiko benturan.
Koin, baterai kancing, magnet kecil, manik-manik, hingga tutup pulpen bisa menjadi risiko tersedak.
Biasakan mengecek lantai dan area bermain setiap hari agar benda-benda kecil tidak mudah ditemukan anak.
Kabel charger, dispenser, rice cooker, setrika, atau kipas angin yang menggantung dapat menarik perhatian balita.
Pastikan kabel dirapikan dan tidak menjuntai dari meja agar tidak mudah ditarik hingga menyebabkan benda berat atau panas jatuh.
Kalau tinggal di rumah bertingkat atau apartemen, pastikan jendela memiliki pembatas bukaan atau pengunci.
Selain itu, hindari meletakkan kursi, meja, atau tempat tidur di dekat jendela karena bisa dipanjat anak.
Lantai kamar mandi yang licin meningkatkan risiko terpeleset.
Setelah digunakan, kosongkan ember atau bak mandi. Balita dapat tenggelam bahkan di genangan air yang dangkal jika tidak diawasi.
Simpan nomor dokter anak, rumah sakit, ambulans, dan orang terdekat di tempat yang mudah ditemukan seluruh anggota keluarga maupun pengasuh.
Langkah sederhana ini bisa sangat membantu ketika terjadi keadaan darurat.

Baby proofing bukan pekerjaan yang selesai dilakukan sekali saja. Seiring bertambahnya usia, kemampuan anak juga berkembang sehingga area yang perlu diamankan ikut berubah.
Misalnya, saat anak mulai merangkak, Mommies perlu lebih fokus menutup stop kontak dan melindungi sudut meja. Ketika anak mulai berjalan dan memanjat, perhatian bisa beralih ke tangga, lemari, serta jendela. Memasuki usia prasekolah, anak biasanya mulai penasaran dengan dapur, kamar mandi, hingga peralatan elektronik di rumah.
Karena itu, ada baiknya melakukan evaluasi keamanan rumah secara berkala agar perlindungan yang diberikan tetap sesuai dengan tahap perkembangan si kecil.
BACA JUGA: 10 Kesalahan Menata Rumah yang Membuat Rumah Terasa Sempit
Mommies mungkin tidak bisa mengawasi si kecil setiap detik. Namun, rumah yang sudah dipersiapkan dengan baik akan membantu mencegah kecelakaan pada balita sekaligus memberi kesempatan bagi anak untuk belajar dan bereksplorasi dengan lebih aman.
Tidak semua perubahan harus dilakukan sekaligus. Mulailah dari area yang paling sering digunakan anak, lalu lakukan penyesuaian sedikit demi sedikit. Dengan begitu, rumah bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang yang nyaman, aman, dan mendukung tumbuh kembang si kecil setiap hari.
Cover: Magnific