banner-detik
LIFESTYLE

10 Kesalahan Menata Rumah yang Membuat Rumah Terasa Sempit

author

Dhevita Wulandariin 6 hours

10 Kesalahan Menata Rumah yang Membuat Rumah Terasa Sempit

Rumah terasa sempit meski ukurannya cukup? Kenali 10 kesalahan menata rumah yang sering dilakukan serta cara sederhana agar rumah terasa lebih luas, rapi, dan nyaman tanpa renovasi. 

Pernah merasa rumah makin lama makin sesak, padahal luas bangunannya tidak berubah? Atau baru selesai beberes, tetapi lima menit kemudian rumah terasa penuh lagi?

Tanpa disadari, kebiasaan kecil saat menata rumah sering menjadi penyebab ruangan terasa penuh. Bahkan rumah tipe minimalis sekalipun bisa tampak sempit jika penataannya kurang tepat. Semakin banyak barang yang terlihat, otak juga akan menangkap ruangan sebagai lebih sempit meski luasnya tetap sama.

Penyebab rumah terasa sempit sering kali bukan ukuran rumah, melainkan kesalahan dalam menata furnitur, pencahayaan, hingga penempatan barang. Kabar baiknya, semuanya bisa diperbaiki tanpa renovasi besar.

Sebagian besar kesalahan ini sangat mudah diperbaiki tanpa harus melakukan renovasi besar-besaran atau membeli furnitur baru.

BACA JUGA: 9 Rekomendasi Reed Diffuser yang Tahan Lama, Mulai dari Rp40 Ribuan

10 Kesalahan Menata Rumah yang Membuat Ruangan Terasa Sempit

Yuk, cek apakah Mommies dan Daddies masih melakukan beberapa kesalahan berikut.

1. Menempelkan Semua Furnitur ke Dinding

Banyak orang berpikir bahwa menaruh sofa, meja, atau lemari menempel pada dinding akan membuat ruangan terasa lebih luas. Faktanya, cara ini justru bisa membuat ruangan terlihat kaku dan kurang seimbang.

Sesekali cobalah memberi sedikit jarak antara sofa dan dinding, terutama jika ruang keluarga memungkinkan. Ruangan justru akan terasa lebih hidup dan memiliki dimensi.

Foto: Mehmet Turgut Kirkgoz/Pexels

2. Terlalu Banyak Furnitur dalam Satu Ruangan

Kadang kita tergoda membeli furnitur yang lucu atau sedang diskon tanpa benar-benar mempertimbangkan kebutuhan. Akibatnya, ruang tamu dipenuhi meja kecil, kursi tambahan, rak dekorasi, hingga kabinet yang sebenarnya jarang digunakan.

Sebelum membeli furnitur baru, tanyakan pada diri sendiri, apakah benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar ingin?

Semakin sedikit furnitur yang fungsional, semakin lega pula tampilan ruangan.

3. Memilih Furnitur yang Terlalu Besar

Sofa jumbo memang nyaman, begitu juga meja makan berukuran besar. Namun, jika ukurannya tidak proporsional dengan luas ruangan, hasil akhirnya justru membuat rumah terasa sesak.

Pilih furnitur yang skalanya sesuai. Saat ini banyak pilihan furnitur multifungsi dengan desain ramping yang tetap nyaman digunakan tanpa memakan banyak tempat.

4. Barang Terlalu Banyak Dipajang

Pajangan memang bisa membuat rumah terasa lebih personal. Namun, jika setiap sudut dipenuhi bingkai foto, koleksi boneka, vas, lilin aromaterapi, hingga suvenir perjalanan, mata akan menangkap ruangan sebagai sesuatu yang penuh.

Cobalah menerapkan prinsip less is more. Pilih beberapa dekorasi favorit dan simpan sisanya secara bergantian agar rumah terasa lega dan tetap terasa segar.

5. Tidak Memanfaatkan Penyimpanan Vertikal

Kalau luas lantai terbatas, manfaatkan area ke atas.

Rak dinding, kabinet gantung, atau penyimpanan hingga mendekati plafon bisa membantu mengurangi barang yang berserakan di lantai. Selain lebih rapi, ruangan juga tampak lebih luas.

Foto: Sasha Pshenkov/Pexels

6. Warna Ruangan Terlalu Gelap

Bukan berarti warna gelap tidak boleh digunakan. Namun, jika hampir seluruh dinding, furnitur, hingga tirai menggunakan warna gelap, cahaya akan lebih banyak terserap sehingga ruangan terasa lebih sempit.

Sebagai alternatif, gunakan warna-warna terang atau netral sebagai warna dominan. Warna gelap tetap bisa hadir sebagai aksen agar rumah tetap memiliki karakter.

7. Cahaya Alami Terhalang

Jendela yang tertutup tirai tebal sepanjang hari membuat ruangan terlihat lebih suram.

Manfaatkan cahaya matahari sebanyak mungkin. Gunakan tirai tipis (sheer curtain) atau buka tirai pada siang hari agar cahaya alami masuk dengan maksimal.

Selain membuat rumah terasa lebih luas, pencahayaan alami juga membuat suasana rumah terasa lebih hangat dan nyaman.

8. Salah Memilih Karpet

Karpet yang terlalu kecil sering kali membuat furnitur terlihat “terpisah-pisah”, sehingga ruangan justru tampak lebih sempit.

Idealnya, ukuran karpet cukup besar sehingga minimal kaki depan sofa dan kursi berada di atas permukaan karpet. Tampilan ruangan akan terlihat lebih menyatu dan proporsional.

9. Meja dan Permukaan Selalu Penuh Barang

Meja makan berubah menjadi tempat menyimpan tas sekolah, kunci, botol minum, tagihan, hingga mainan anak.

Kitchen counter juga penuh dengan berbagai peralatan yang sebenarnya jarang dipakai.

Semakin banyak barang terlihat di permukaan meja, semakin penuh pula kesan yang muncul.

Biasakan hanya meletakkan barang yang memang digunakan setiap hari. Sisanya bisa disimpan di dalam kabinet atau laci.

10. Tidak Rutin Decluttering

Ini mungkin menjadi penyebab terbesar rumah terasa sempit.

Mainan anak yang sudah tidak dimainkan, pakaian yang tidak lagi dipakai, peralatan dapur dobel, hingga kardus bekas belanja online sering kali terus menumpuk tanpa disadari.

Cobalah menjadwalkan decluttering setiap tiga hingga enam bulan sekali. Mommies dan Daddies bisa mengajak anak ikut memilah barang yang masih digunakan, didonasikan, atau didaur ulang. Selain rumah menjadi lebih lega, kegiatan ini juga bisa menjadi kesempatan mengajarkan anak tentang hidup lebih sederhana dan menghargai barang yang dimiliki.

BACA JUGA: 8 Vacuum Cleaner Terbaik 2026, Kenali Jenis dan Fungsinya

Rumah Nyaman Bukan Berarti Harus Luas

Banyak orang mengira rumah impian harus berukuran besar. Padahal, yang paling penting adalah bagaimana rumah tersebut terasa nyaman untuk seluruh anggota keluarga.

Dengan penataan yang tepat, rumah berukuran mungil pun bisa terasa lapang, rapi, dan menyenangkan untuk beraktivitas sehari-hari.

Jadi, dari 10 kesalahan di atas, kira-kira mana yang masih sering dilakukan di rumah Mommies dan Daddies?

Tidak perlu langsung mengubah semuanya sekaligus. Mulailah dari satu ruangan, lakukan perubahan kecil, lalu rasakan sendiri perbedaannya. Sering kali, rumah terasa lebih lega bukan karena bertambah luas, melainkan karena ditata dengan lebih cermat.

Cover: www.kaboompics.com/Pexels

Share Article

author

Dhevita Wulandari

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan