Sorry, we couldn't find any article matching ''

Anak Masuk SD? Ini 10 Culture Shock yang Paling Sering Dialami saat Transisi dari TK ke SD
Anak masuk SD sering mengalami culture shock. Kenali 10 perubahan yang paling sering terjadi agar bisa membantu anak beradaptasi dengan lebih percaya diri.
Memakaikan seragam baru, mengantar anak ke gerbang sekolah, lalu melihatnya masuk ke kelas untuk pertama kali. Momen ini sering menjadi campuran antara rasa bangga, haru, sekaligus deg-degan bagi banyak orang tua.
Namun, beberapa hari setelah sekolah dimulai, kenyataannya tidak selalu seindah yang dibayangkan.
Ada anak yang mendadak berkata, “Ma, aku nggak mau sekolah.” Ada juga yang pulang dengan wajah murung, lebih mudah marah, tiba-tiba sering mengeluh sakit perut sebelum berangkat, atau langsung tertidur karena kelelahan begitu sampai di rumah.
Kalau Mommies sedang mengalami hal seperti ini, jangan buru-buru berpikir anak tidak betah sekolah.
Bisa jadi, ia sedang mengalami culture shock saat masuk SD.
Perubahan dari TK ke SD memang bukan sekadar pindah gedung sekolah. Anak harus beradaptasi dengan lingkungan baru, guru baru, teman baru, aturan yang lebih banyak, hingga rutinitas belajar yang jauh berbeda dibanding sebelumnya. Semua perubahan itu terjadi hampir bersamaan sehingga wajar jika sebagian anak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.
Menurut UNICEF, transisi dari pendidikan anak usia dini ke sekolah dasar merupakan salah satu fase penting dalam perkembangan anak. Proses adaptasi yang berjalan positif dapat membantu anak merasa aman, percaya diri, dan lebih siap belajar di sekolah.
BACA JUGA: 7 Kalimat yang Tidak Boleh Diucapkan kepada Anak SD, Kata Psikolog
Share Article


POPULAR ARTICLE







COMMENTS