Sorry, we couldn't find any article matching ''

Cara Membuat Visa Jepang dan Australia: Syarat, Biaya, serta Pengajuan Online dan Offline
Berencana liburan, study, atau bekerja ke Jepang dan Australia? Ini cara membuat visa Jepang dan Australia yang lengkap serta pengajuan online dan offline terbaru.
Mau pergi ke Australia atau Jepang untuk study, liburan, atau bekerja? Simak cara membuat visa Australia dan Jepang di sini.
Apakah ke Australia dan Jepang perlu visa? Jawabannya, ya, WNI umumnya butuh visa untuk mengunjungi kedua negara tersebut. Jika sedang merencanakan liburan keluarga ke dua negara favorit ini, jangan lupa memasukkan pengurusan visa ke dalam daftar persiapan.
Ya, WNI membutuhkan visa untuk masuk ke Australia maupun Jepang. Visa dapat diajukan secara online maupun offline, tergantung jenis visa yang dipilih. Dokumen yang umumnya diperlukan meliputi paspor, bukti keuangan, foto, serta dokumen pendukung sesuai tujuan perjalanan.
Intip panduan lengkap cara membuat visa Australia dan Jepang berikut ini.
BACA JUGA: 15 Negara Bebas Visa yang Cocok untuk Traveling Keluarga, Nomor 5 Paling Favorit
Cara Membuat Visa Australia Online dan Offline

Foto: jcomp/Magnific
Mommies dan Daddies bisa membuat visa Australia secara offline dan online. Ya, opsi online bisa sangat memudahkan karena kita tidak harus bolak-balik mengurusnya. Berikut cara membuat visa Australia secara offline dan online.
Jenis Visa Australia yang Umum Diajukan WNI
Visa Australia terdiri dari berbagai jenis visa yang dapat disesuaikan dengan tujuan kunjungan Mommies, mulai dari studi hingga liburan. Berikut beberapa jenis visa Australia yang paling sering diajukan WNI.
1. Visa Pelajar (Subclass 500): Visa Pelajar wajib dimiliki seseorang yang akan menempuh pendidikan di Australia, misalnya para penerima beasiswa. Mengutip Home Affairs, visa ini berlaku hingga 6 tahun atau sesuai durasi studi. Biaya mulai dari AUD200 atau sekitar Rp2.5 juta (per kurs 18/6/2026).
2. Visa Kunjungan – Wisata (Subclass 600): Visa Kunjungan – Wisata cocok untuk seseorang yang hendak liburan, mengunjungi keluarga atau teman, pelayaran, atau tujuan selain bisnis dan kesehatan. Visa ini berlaku hingga 12 bulan.
Biaya mulai dari AUD200 atau sekitar Rp2,5 juta (per kurs 18/6/2026).
3. Visa Bekerja dan Berlibur (Subclass 462): Visa Bekerja dan Berlibur (Working Holiday Visa) diperuntukkan bagi pemohon usia 18–30 tahun yang hendak bekerja sambil berlibur. Masa berlaku visa ini adalah 12 bulan.
Biaya visa ini sebesar AUD670 atau sekitar Rp8,4 juta (per kurs 18/6/2026).
Syarat Visa Australia dan Dokumen yang Harus Disiapkan
Setiap jenis visa memiliki syarat dan ketentuan dokumen yang berbeda-beda. Mengutip Imigrasi Republik Indonesia, berikut dokumen-dokumen yang harus disiapkan:
- Pas foto ukuran 4×6 cm berlatar belakang putih, 2 lembar
- Fotokopi paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan (fotokopi bagian halaman depan, halaman belakang, halaman stempel, dan visa)
- Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga)
- Fotokopi rekening tabungan selama 3 bulan terakhir
- Bukti pekerjaan saat ini (surat keterangan bekerja)
- Bukti perjalanan sebelumnya (jika ada)
- Beberapa dokumen tambahan, seperti itinerary atau rencana perjalanan, surat keterangan tentang bersedia kembali ke Indonesia, dan bukti transaksi pemesanan hotel atau tiket pesawat
Offline
Berikut cara membuat visa Australia secara offline.
1. Mendatangi Kantor Australia Visa Application Centre (AVAC)
Jika ingin mengajukan langsung, Mommies bisa datang ke kantor AVAC yang berlokasi di Jakarta dan Bali. Jangan lupa membawa seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk diserahkan secara langsung.
- Jakarta: Mal Kuningan City, Lantai 2
- Bali: Mal Benoa Square, Lantai 3
2. Mengisi Formulir Aplikasi
Pertama, Mommies perlu mengisi formulir pengajuan visa secara manual. Pastikan semua informasi benar dan sesuai dokumen. Tanyakan kepada petugas jika ada bagian yang bikin bingung.
4. Menyerahkan Dokumen Persyaratan
Setelah itu, serahkan seluruh dokumen persyaratan mulai dari fotokopi paspor sampai dokumen tambahan sesuai jenis visa yang diajukan.
5. Membayar Biaya Visa
Selanjutnya, Mommies akan diminta membayar biaya pembuatan visa. Biaya setiap jenis visa berbeda-beda. Jangan lupa sisihkan uang untuk membayar biaya pembuatan visa Australia yang diinginkan.
6. Menunggu Persetujuan
Terakhir, Mommies tinggal menunggu persetujuan. Status permohonan visa akan diinformasikan oleh petugas AVAC atau melalui kontak yang dicantumkan saat pendaftaran.
Online
Membuat visa secara online menjadi opsi yang lebih praktis.
Mommies bisa mengajukan visa melalui laman Australia Government Department of Home Affairs atau immi.homeaffairs.gov.au. Disarankan untuk menggunakan laptop atau komputer supaya tampilan situsnya lebih luas dan nyaman dibandingkan dengan ponsel. Berikut langkah-langkahnya.
1. Buat Akun ImmiAccount

Foto: ImmiAccount
Pertama, buatlah akun ImmiAccount di laman online.immi.gov.au. Klik “Create an Immiaccount” untuk membuat akun baru. Ikuti prosesnya sampai akun terverifikasi. Setelah itu, Mommies bisa login dengan username dan password yang sudah dibuat.
2. Pilih Jenis Visa yang Diinginkan
Selanjutnya, pilih “New Application” dan sesuaikan dengan jenis visa yang ingin diajukan. Jika hendak liburan, klik “Visitor” dan “Visitor Visa (600)”.
3. Isi Formulir Pengajuan Visa
Mommies akan melihat halaman formulir di layar. Isi formulir tersebut secara lengkap dan akurat dari awal sampai akhir, ya.
4. Unggah Dokumen Persyaratan
Setelah mengisi formulir, Mommies akan diarahkan untuk mengunggah seluruh dokumen persyaratan, mulai dari paspor sampai itinerary. Formatnya dapat berupa pdf atau jpg sesuai ketentuan. Ikuti saja seperti yang tercantum di layar.
5. Cek Aplikasi dan Bayar
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, cek kembali apakah seluruh jawaban dan dokumen yang diunggah sudah benar. Jika sudah yakin, Mommies bisa langsung submit dan lanjut ke tahap pembayaran. Pembayaran dapat menggunakan kartu debit atau kredit, PayPal, atau UnionPay.
6. Menunggu Persetujuan
Persetujuan visa setiap orang dapat berbeda-beda. Ada yang kurang dari seminggu, ada juga yang lebih dari dua minggu. Jika sudah disetujui, e-Visa akan dikirimkan via email dalam format pdf.
Cara Membuat Visa Jepang Online dan Offline

Foto: Magnific
Mommies dan Daddies dapat membuat visa Jepang secara offline dan online juga, loh. Yuk, ikuti langkah-langkah berikut untuk mendapatkan visa Jepang Mommies dan Daddies.
Jenis Visa Jepang
Seperti banyak negara di luar sana, Jepang juga menyediakan berbagai jenis visa sesuai kebutuhan pemohon, mulai dari studi hingga mengunjungi keluarga. Mommies bisa lihat secara lengkap di situs resmi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Berikut beberapa jenis visa Jepang yang umum diajukan WNI. Informasi diambil dari situs VFS Global.
- Visa Kunjungan Sementara: Jenis visa ini cocok untuk seseorang yang ingin mengunjungi keluarga atau teman, liburan, atau urusan bisnis. Durasi masa tinggal maksimal 90 hari.
- Visa Khusus (Visa Pelajar/Bekerja/Pelatihan/Menetap dalam Jangka Waktu Tertentu): Jenis visa ini cocok untuk seseorang yang hendak menempuh studi di Jepang, mengikuti pelatihan, bekerja, atau menetap dalam jangka waktu tertentu. Durasi masa tinggal maksimal 90 hari.
- Visa Khusus (Pekerja Berketerampilan Spesifik/Special Skilled Worker) atau Visa Tokutei Ginou: Visa kerja untuk pekerja asing dengan keterampilan spesifik. Pemohon harus berusia minimal 18 tahun. Visa ini berlaku selama satu tahun dan bisa diperpanjang setiap 4 atau 6 bulan sekali.
- Visa Waiver: WNI pemegang e-paspor dapat mengajukan jenis visa ini secara gratis. Bisa digunakan untuk liburan, bisnis, dan kunjungan keluarga atau teman. Masa berlaku visa ini mencapai 3 tahun. Durasi masa tinggal di Jepang maksimal 15 hari per kunjungan.
Biaya Visa Jepang
- Visa Single Entry: Rp330.000
- Visa Multiple Entry: Rp660.000
- Visa Transit: Rp80.000
Mommies dan Daddies yang menggunakan layanan VFS Global untuk pengajuan visa akan dikenai biaya layanan sebesar Rp290.000 untuk seluruh visa dan Rp195.000 untuk Visa Waiver.
Dokumen yang Harus Disiapkan
Dokumen persyaratan untuk permohonan visa Jepang bisa berbeda-beda tergantung jenisnya. Sebagai acuan, berikut perbandingan dokumen Visa Kunjungan Sementara dan Visa Pelajar.
Visa Kunjungan Sementara
- Paspor
- Formulir permohonan visa dan pas foto terbaru ukuran 4,5 x 3,5 cm (diambil 6 bulan terakhir), tanpa latar dan bukan hasil editing. Formulir permohonan visa dapat diakses di sini.
- Fotokopi KTP
- Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (jika masih mahasiswa)
- Bukti pemesanan tiket pesawat (bukti tanggal masuk-keluar Jepang)
- Jadwal perjalanan atau itinerary
- Fotokopi yang menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti KK atau Akte Kelahiran, jika pemohon lebih dari satu
- Dokumen yang berhubungan dengan biaya perjalanan, seperti fotokopi bukti keuangan, misalnya rekening koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir
Visa Khusus (Visa Pelajar/Bekerja/Pelatihan/Menetap dalam Jangka Waktu Tertentu)
- Paspor
- Formulir permohonan visa dan pas foto terbaru ukuran 4,5 x 3,5 cm (diambil 6 bulan terakhir), tanpa latar dan bukan hasil editing. Formulir permohonan visa dapat diakses di sini.
- Fotokopi KTP
- Certificate of Eligibility (asli atau fotokopi)
Offline
Jika ingin mengajukan visa Jepang secara offline, Mommies dan Daddies bisa melakukannya di kantor Japan Visa Application Center (JVAC). Berikut langkah-langkahnya.
- Siapkan seluruh dokumen persyaratan sebelum mengunjungi kantor JVAC.
- Buatlah janji temu atau reservasi terlebih dahulu di visa.vfsglobal.com.
- Pergi ke JVAC di Lantai 2, Mal Kuningan City.
- Ajukan permohonan visa sesuai jenis yang diinginkan.
- Bayar biaya visa.
- Tunggu proses persetujuan.
- Setelah disetujui, ambil visa di JVAC.
Online
Permohonan visa Jepang secara online hanya berlaku untuk jenis Visa Waiver. Mommies dan Daddies harus sudah memiliki e-paspor terlebih dahulu untuk registrasi visa ini. Jika sudah ada e-paspor, permohonan Visa Waiver dapat dilakukan di situs Japan Visa Exemption System (JAVES). Berikut caranya.
- Akses situs JAVES dan buat akun dengan menekan “Register an email address”. Ikuti prosedurnya sampai registrasi akun berhasil.
- Masuk atau login dengan email yang telah terdaftar.
- Buat pengajuan Visa Waiver dan isi formulir yang diberikan.
- Unggah scan e-paspor berupa sampul depan (cover page), halaman foto dan wajah (biodata page), dan halaman catatan pengesahan (endorsement page).
- Cek kembali dan submit.
- Tunggu email pemberitahuan.
BACA JUGA: Kerja Sambil Liburan, Ini Cara Ajukan Working Holiday Visa
Nah, itu dia cara membuat visa Australia dan Jepang. Untuk menyiapkan liburan ke dua negara favorit ini, jangan lupa siapkan visa dari jauh-jauh hari. Semoga perjalanan bersama si kecil, pasangan, keluarga, teman, atau sendiri bisa lebih nyaman dan bebas stres.
Ditulis oleh: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Cover: lifeforstock/Magnific
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS