banner-detik
SELF

5 Investasi Krusial Perempuan di Usia 30-an, yang Hasilnya Bakal Terasa di Usia 40-an

author

RachelKalohin 6 hours

5 Investasi Krusial Perempuan di Usia 30-an, yang Hasilnya Bakal Terasa di Usia 40-an

Yuk, mulai investasi buat diri sendiri, lewat 5 hal yang paling krusial buat perempuan usia 30-an, yang efeknya bakal terasa di usia 40-an.

Mommies milenial, kubu jelang 40-an, mana suaranya? Berkaca pada kakak-kakak kita yang sudah duluan masuk kepala 4, kita yang masih kepala 3 ini tentunya bisa menjadikan hidup mereka sebagai referensi. Kira-kira, kita mau pilih hidup seperti apa, nih? Mau tetap mageran atau makin setrong dengan performa fisik yang stabil? Mau terus-terusan mengeluh dan anxious, atau tetap zen menjalani hobi di masa tua? Mengubur mimpi karena sadar usianya nggak muda lagi, atau masih kepingin kejar medali, meski untuk pertama kali? Mau berdiam mengunggu perubahan, atau memulainya? Pilihan ada di tangan kita masing-masing. Tapi kalau saya, sih, bertekad untuk memilih yang terakhir, ya. 

Hal umum yang terjadi di usia 30-an

Kita pasti sadar kita sudah nggak muda lagi. Namun, justru di usia 30-an inilah umumnya terjadi yang namanya turning point atau momen seseorang berubah arah (tentunya ke yang lebih baik, ya). Tapi, ibarat remaja, kita juga masih berhak untuk mencoba berbagai hal baru, kok. Hanya saja, hal-hal yang kita coba ini sifatnya untuk kebaikan kita di masa depan. Entah itu mulai rajin olahraga, baca buku, mempelajari skill baru, bahkan mulai hidup secara frugal, apapun! Nah, supaya makin semangat menjalani niat mulia tersebut, mari kita bahas hal-hal krusial apa saja yang dapat membuat hidup kita jadi lebih berkualitas dalam aspek fisik, mental, karier, keamanan hidup dan tidak lupa aspek kita sebagai makhluk hidup yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. 

Investasi krusial yang wajib dilakukan perempuan usia 30-an

1. Investasi otot demi produktivitas dan kesehatan jangka panjang

Mengapa penting dimulai di usia 30-an? 

Secara biologis, massa otot di usia 30-an perlahan mulai menurun (sarcopenia) dan metabolisme melambat. Bila kita masih jarang bergerak, tulang pun akan mudah rapuh hingga osteoporosis, dan tentunya aktivitas jadi makin terbatas dan rentan sakit-sakitan. Selain masa tua yang serba terbatas, kita juga akan jadi beban karena orang lain harus mengurus kita. Menua itu pasti, tetapi kualitasnya kita yang tentukan sendiri. 

Bagaimana bentuk investasinya?

  1. Latihan kekuatan otot, tanpa mengenyampingkan olahraga lain, seperti pilates, yoga, lari, dan padel. Namun dari segi intensitasnya, pastikan latihan angkat beban ini lebih rutin dan diprioritaskan. Nggak padel, nggak apa-apa, nggak nge-gym, jangan!
  2. Konsumsi protein yang cukup. Kalau sudah rutin berolahraga, konsumsi protein harian kita minimal ada di angka 100 gram. Tenang, bahan makanan yang sehari-hari kita konsumsi, bisa, kok, mencukupinya. Yang penting, lakukan secara konsisten.

Baca juga: Rekomendasi Catering High Protein di Jakarta, Harga Mulai dari Rp50 Ribuan per Porsi

Efeknya di usia 40-an?

Tidak ada keluhan sakit pinggang atau sakit kaki selepas jalan-jalan seharian. Metabolisme tubuh juga tetap bisa optimal. Ini juga menentukan masa-masa peri-menopause dan menopause yang akan kita hadapi nantinya. Namun, ingat, ya, lakukan ini dengan konsisten, bertahun-tahun, bahkan saat Anda merasa bosan dan tidak mood melakukannya! Because that’s what consistency is about!

2. Investasi kulit sehat dan terawat

Mengapa penting di usia 30-an? 

Elastisitas kulit dan produksi kolagen mulai mengalami penurunan drastis di usia 30-an. Kerutan halus dan flek hitam akibat paparan matahari selama bertahun-tahun (photoaging), mulai bermunculan. Hal ini bahkan berisiko ke kanker kulit, lho. So, nggak ada pilihan selain terus menjaga kulit.

Bagaimana bentuk investasinya?

  1. Rutin menggunakan skincare yang sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Sunscreen dengan SPF 50 adalah wajib, retinol, dan vitamin C, serta moisturizer juga perlu dipertimbangkan untuk mulai digunakan secara rutin. 
  2. Konsultasi ke klink kecantikan terpercaya biar lebih paham dalam memilih skincare yang sesuai dengan kebutuhan kulit. Bisa jadi, produk yang selama ini digunakan belum mampu mengatasi masalah kulit yang dihadapi. 

Baca juga: 11 Rekomendasi Skincare untuk Skin Barrier, Bisa Dipakai Usia 35 ke Atas

Efeknya di usia 40-an?

Kulit wajah yang sehat dan glowing secara alami, bahkan nggak perlu pakai filter setiap kali selfie. Tampil secara bare-face tidak lagi menjadi sesuatu yang menakutkan karena tidak banyak yang harus ditutup-tutupi. Singkat kata: aging gracefully!

3. Investasi skill (di luar pekerjaan) yang sesuai dengan hobi

Mengapa penting dimulai di usia 30-an? 

Banyak perempuan di usia 30-an yang terjebak dalam pusaran rutinitas. Di kantor, sibuk kejar deadline, di rumah, sibuk dengan urusan rumah tangga. Akibatnya, nggak sempat explore hal-hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Kebayang, nggak, nanti saat pensiun atau terpaksa harus berhenti bekerja, dengan cara apa kita bisa menghibur diri?

Bagaimana bentuk investasinya?

  1. Luangkan waktu untuk hobi yang benar-benar bisa Anda nikmati sendiri. Tenang, ini bukan sekadar me time, tapi demi hidup yang lebih seimbang, karena kita juga harus tahu cara menghibur diri kita sendiri, lewat hal-hal yang berguna.
  2. Tentukan kegiatan apa yang sesuai dengan minat! Beli buku, ikut kelas crafting bareng komunitas, belajar bikin konten di media sosial, nonton tutorial merajut di Youtube (kalau sudah bisa dinikmati, boleh challenge diri sendiri untuk mulai beli peralatannya). Bisa juga dari sekadar beli tanaman, jadi belajar bercocok tanam. Sejatinya, hobi dapat menjadi ruang aman untuk Anda melepas stres. 

Efeknya di usia 40-an?

Ketika tiba waktunya untuk rehat dari karir, nggak jadi bingung karena nggak tahu harus ngapain. Kesibukan di usia 40 tahun akan jauh berbeda dengan sekarang, anak-anak mulai mandiri dan tidak lagi bergantung sepenuhnya dengan kita. Selama ada hobi yang bisa dilakukan dan skill yang terus diasah, kita bisa membahagiakan diri kita. Dan yang penting, kita bisa tetap merasa berdaya saat melakukannya.

4. Investasi finansial dengan memahami literasi keuangan

Mengapa penting di usia 30-an? 

Usia 30-an sebetulnya bukan lagi saatnya untuk memulai, karena dari sebelum berkeluarga hal ini sudah wajib kita lakukan secara mandiri. Kita wajib melek secara finansial agar bisa menerapkan keuangan yang sehat dan mencapai tujuan finansial sesuai impian kita.

Bagaimana bentuk investasinya?

  1. Mengatur pos-pos pengeluaran setiap bulannya
  2. Paham aturan main dalam berhutang
  3. Menyisihkan sebagian pendapatan sebagai tabungan untuk masa depan (tabungan pendidikan, beli aset, dana pensiun, dsb)
  4. Konsisten menyisihkan dana darurat menuju jumlah yang ideal.
  5. Punya produk asuransi kesehatan atau asuransi jiwa sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

Efeknya di usia 40-an?

Dengan membiasakan diri menjalani keuangan yang sehat di usia 30-an, selain tujuan finansial yang lebih mudah digapai, kita akan mengalami ketenangan pikiran ketika kita menua. Kelak, kita pun tidak akan menyusahkan orang lain, terlebih lagi menjadi beban bagi anak dan cucu (sandwich generation).

5. Investasi jejak kebaikan dengan lebih peduli terhadap lingkungan

Mengapa penting di usia 30-an? 

Hal ini juga sebaiknya dimulai sedini mungkin. Namun, sekarang ini kita bisa mulai memilah sampah serta memilih produk yang lebih ramah lingkungan. Di saat sampah kian menjadi isu yang belum bisa dibenahi negara, maka mulailah dari diri kita sendiri. Setidaknya, dalam sepuluh tahun ke depan, kita sendiri bisa mengurangi produksi sampah. 

Bagaimana bentuk investasinya?

  1. Memilah sampah di rumah (memisahkan sampah dapur dan sampah kering, sampah berbahan plastik, besi, maupun sampah elektronik)
  2. Beralih ke barang-barang yang lebih ramah lingkungan, seperti pembalut berbahan kain atau mens-cup, demi mengurangi sampah pembalut bekas pakai. 
  3. Menggunakan skincare sampai benar-benar habis, bersihkan wadahnya, kumpulkan dan kirimkan ke bank sampah. 
  4. Mengonsumsi pakaian dengan lebih bijak. Beli baju bila benar-benar perlu, membeli pakaian yang bahannya lebih ramah lingkungan, atau mungkin re-fashion pakaian lama kita sebelum menggantinya dengan yang baru? 
  5. Membuang sampah pakaian dalam dengan cara yang tepat, yang bisa dipelajari di sini.

Baca juga: Rekomendasi Bank Sampah dan Tempat Donasi Barang-Barang Bekas Layak Pakai

Efeknya di usia 40-an?

Lebih mindful saat menjalani hidup dan senantiasa merasa cukup dengan apa yang kita miliki. Karena sebagai makhluk hidup, ini adalah salah satu cara kita untuk bersyukur dan juga menjaga tanggung jawab kita terhadap bumi. Apa yang kita tanam sekarang, akan menjadi warisan di masa depan, baik untuk anak, cucu, dan terutama bagi bumi.

Kira-kira, mau mulai yang mana dulu, nih, Mommies?

Image by Magnific

Share Article

author

RachelKaloh

Ibu 2 anak yang hari-harinya disibukkan dengan menulis artikel dan content di media digital dan selalu rindu menjalani hobinya, menjahit.

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan