
Masih punya utang puasa Ramadan? Yuk, pahami apa itu puasa qadha, kapan waktu melakukannya, niat, dan tata cara puasa qadha yang benar menurut ajaran Islam.
Sudah lewat Ramadan, tapi baru ingat masih punya utang puasa? Tenang, Mommies nggak sendirian. Banyak orang baru mulai mencicil puasa qadha setelah rutinitas kembali normal. Buat Mommies dan mungkin juga Daddies yang sempat bolong puasanya di Ramadan lalu, mengganti puasa Ramadan harus segera dilakukan.
Yang sering bikin berat biasanya bukan puasanya, tapi mulai nyicilnya. Tahu-tahu sudah masuk bulan Rajab, eh, utang puasa masih utuh. Nah, daripada malah menunda terus atau masih bingung untuk melakukannya, simak penjelasan berikut, yuk!
BACA JUGA: Self Reward vs Boros: Batas Sehatnya di Mana? Cek Penjelasan Financial Planner
Kata “qadha” sendiri berarti mengganti atau menunaikan kewajiban yang belum sempat dilakukan. Jadi, puasa qadha adalah puasa pengganti untuk puasa Ramadan yang ditinggalkan karena alasan yang diperbolehkan dalam Islam. Misalnya karena sakit, sedang haid, hamil, menyusui, atau sedang dalam perjalanan jauh.
Nah, kalau Mommies atau Daddies punya utang puasa Ramadan, maka wajib menggantinya di hari lain di luar bulan Ramadan.
Beberapa kondisi yang membuat seseorang wajib mengganti puasa Ramadan antara lain:
Namun, penting dipahami juga bahwa tidak semua kondisi cukup diganti dengan kegiatan puasa saja. Dalam beberapa kasus tertentu, ada juga kewajiban membayar fidyah. Contohnya, pada lansia atau kondisi tertentu yang membuat seseorang tidak mampu lagi berpuasa dan sulit menggantinya di kemudian hari.
Jadi, sebaiknya sesuaikan dengan kondisi masing-masing, ya.

Sebenarnya, puasa ganti bisa dilakukan kapan saja setelah Ramadan berakhir dan sebelum Ramadan berikutnya tiba.
Tapi, tentu lebih baik jika tidak menundanya terlalu lama. Selain supaya tidak lupa jumlah utangnya, biasanya menjalankannya juga terasa lebih ringan kalau belum terlalu jauh dari bulan Ramadan.
Banyak orang memilih melakukan puasa ganti di bulan Syawal, sambil sekalian menjaga semangat ibadah setelah Ramadan. Ada juga yang mencicil di hari Senin-Kamis supaya lebih ringan.
Yang penting, jangan sampai lewat Ramadan berikutnya tanpa alasan yang jelas.
Jawabannya: tidak harus. Menurut Kemenag, mengganti puasa tidak wajib dilakukan secara berurutan.
Jadi, boleh mengganti puasa secara bertahap sesuai kemampuan dan kondisi tubuh. Misalnya, minggu ini dua hari, minggu depan satu hari, dan seterusnya sampai lunas. Tapi kalau mampu dilakukan berturut-turut, tentu lebih baik karena bisa lebih cepat selesai.
Berikut bacaan niatnya:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku berniat untuk mengqadha puasa Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala.”
Niat ini sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum puasa dimulai.

Sebenarnya tata cara puasa ini hampir sama seperti puasa Ramadan pada umumnya. Berikut langkah-langkahnya:
Lakukan niat pada malam hari sebelum menjalankan puasa.
Walaupun hukumnya sunnah, sahur sangat dianjurkan supaya tubuh lebih kuat menjalani puasa.
Mulai dari terbit fajar hingga magrib, hindari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa.
Saat waktu magrib tiba, segera berbuka puasa dan jangan lupa berdoa.
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menjaga ucapan, emosi, dan perilaku sehari-hari.
BACA JUGA: Kapan Harus Medical Check-Up? Ini Daftar Pemeriksaan Wajib untuk Usia 30-40 Tahun
Ini juga jadi pertanyaan yang sering muncul.
Mayoritas ulama membolehkan menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa sunnah seperti Senin-Kamis. Meski begitu, ada juga yang berpendapat puasa qadha sebaiknya dilakukan terpisah agar fokus menunaikan kewajiban terlebih dahulu.
Kalau masih ragu, Mommies dan Daddies bisa memilih cara yang paling membuat hati tenang.
Supaya Mommies nggak terus menunda mengganti puasa, ini beberapa tips yang bisa dilakukan:
Nggak harus langsung lunas seminggu penuh, kok. Yang penting, mulai dulu dan dicicil pelan-pelan sesuai kemampuan. Karena utang puasa memang nggak akan selesai kalau cuma masuk wishlist tiap habis Lebaran.