banner-detik
SELF

Kapan Harus Medical Check-Up? Ini Daftar Pemeriksaan Wajib untuk Usia 30–40 Tahun

author

Katharina Mengein 6 hours

Kapan Harus Medical Check-Up? Ini Daftar Pemeriksaan Wajib untuk Usia 30–40 Tahun

Siap medical check-up di usia 30–40 tahun? Ini daftar pemeriksaan wajib, mulai dari kolesterol, tiroid, hingga kesehatan reproduksi.

Kalau mendengar kata medical check-up, biasanya selalu dikaitkan dengan wawancara kerja atau kebutuhan orang yang sudah tua. Padahal, medical check-up memang belum menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, yang umumnya baru ke dokter atau rumah sakit saat sakitnya sudah parah.

Banyak perempuan baru memikirkan medical check-up ketika tubuh mulai terasa tidak nyaman. Pemeriksaan kesehatan seharusnya dilakukan secara rutin, bukan saat sakit saja, loh.

Pemeriksaan dini bisa menyelamatkan nyawa, terutama kalau usia sudah masuk 30–40-an tahun, ketika berbagai risiko penyakit mulai meningkat. Di usia 30–40 tahun, tubuh mulai mengalami perubahan, baik dari sisi hormon, metabolisme, hingga risiko penyakit kronis.

“Ada banyak hal yang dapat dilakukan setiap orang untuk tetap sehat, dan ini (screening atau medical check-up) dapat membantu orang merasa lebih baik, meningkatkan kualitas hidup mereka, dan membantu mereka hidup lebih lama,” kata Dr. Alex Krist, seorang profesor kedokteran keluarga di Virginia Commonwealth University dan wakil ketua U.S. Preventive Services Task Force (USPSTF), seperti dikutip dari Time.

Karena itu, penting untuk menjadikan medical check-up sebagai kebiasaan, bukan sekadar kebutuhan sesaat.

BACA JUGA: Mommies Wajib Tahu, Anak Juga Butuh Medical Check Up Rutin

Kapan Harus Medical Check-Up?

Jadi, kapan sebaiknya kita melakukan medical check-up? Pastinya bukan saat mau masuk perusahaan baru, ya, Mommies. Secara umum, medical check-up disarankan dilakukan secara berkala, apalagi saat ini ilmu pengetahuan terus berkembang sehingga penyakit semakin bisa dideteksi sejak dini.

Kalau untuk wanita usia 30–40 tahun, berikut panduan sederhananya:

  • Minimal satu kali dalam setahun untuk pemantauan rutin
  • Saat memasuki usia 30 dan 40 sebagai titik evaluasi kesehatan
  • Jika memiliki riwayat penyakit dalam keluarga
  • Ketika muncul gejala seperti cepat lelah, perubahan berat badan, atau siklus haid tidak teratur

Banyak penyakit tidak menunjukkan gejala di tahap awal, misalnya diabetes, kolesterol tinggi, dan gangguan hormon yang sering dialami di usia 30-an akhir dan awal 40.

Daftar Pemeriksaan Wajib Wanita Usia 30–40 Tahun

Sebagai perempuan, ada beberapa pemeriksaan khusus yang sebaiknya masuk dalam paket medical check-up (MCU) Mommies:

Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi

Sebagai perempuan, kesehatan reproduksi perlu mendapatkan perhatian, apalagi di usia 30–40 tahun. Bahkan bagi Mommies yang belum hamil, melakukan kunjungan ke dokter kandungan atau ginekolog untuk memeriksa kesehatan area intim adalah hal yang sangat wajar.

Menurut Audra Williams, M.D., asisten profesor di Departemen Obstetri dan Ginekologi, Universitas Alabama, saat memeriksakan diri ke ginekolog, Mommies akan mendapatkan pemeriksaan menyeluruh.

Mommies juga bisa bertanya mengenai kekhawatiran apa pun terkait fungsi seksual, perencanaan keluarga, kesuburan, kesadaran akan kesehatan payudara, dan lainnya.

Pemeriksaan yang disarankan meliputi:

  • Pap smear untuk deteksi dini kanker serviks
  • Pemeriksaan panggul
  • USG rahim jika diperlukan

Pap smear sebaiknya dilakukan secara rutin sesuai anjuran dokter, terutama bagi wanita yang sudah aktif secara seksual.

Pemeriksaan Payudara

Foto: Pexels

Deteksi dini kanker payudara sangat penting. Pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain:

  • USG payudara untuk usia 30-an
  • Mammogram, terutama mendekati usia 40 atau jika ada riwayat keluarga

Pemeriksaan Kesehatan Jantung

Bagi banyak perempuan, tanda atau gejala penyakit jantung berbeda dengan gejala yang dialami pria. Perempuan memang bisa mengalami nyeri atau tekanan di dada, namun juga lebih rentan mengalami gejala lain, termasuk kelelahan, mual, pusing, atau berkeringat.

Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan:

  • Elektrokardiogram (EKG)
  • Rontgen dada

Pemeriksaan tambahan mungkin disarankan bagi Mommies yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga atau faktor risiko seperti merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, atau obesitas.

Bagi perempuan yang menderita gangguan autoimun atau kondisi seperti diabetes gestasional, pemeriksaan tambahan atau pemeriksaan yang lebih sering mungkin disarankan.

Pemeriksaan Dasar Lainnya

Foto: Pexels

Tentu saja, Mommies juga bisa melakukan pemeriksaan wajib dan dasar yang menjadi fondasi dalam setiap medical check-up:

  • Tekanan darah
  • Berat badan dan indeks massa tubuh
  • Tes darah lengkap
  • Gula darah
  • Kolesterol
  • Asam urat

Pemeriksaan Hormon dan Tiroid

Buat yang sudah memasuki usia perimenopause, lakukan juga pemeriksaan hormon. Pemeriksaan ini juga dianjurkan jika Mommies mengalami gejala seperti:

  • Perubahan berat badan yang tidak wajar
  • Mudah lelah
  • Gangguan siklus menstruasi

Ketidakseimbangan hormon sering terjadi tanpa disadari dan dapat memengaruhi kualitas hidup, loh.

Tips Sebelum Medical Check-Up

Jangan tunggu sakit! Banyak penyakit berkembang tanpa gejala yang jelas dan Mommies tentu tidak mau jika baru ketahuan ketika sudah parah. Memang, sih, harga medical check-up tidak murah sehingga membuat sebagian orang malas melakukannya.

Agar hasil medical check-up lebih optimal, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pilih paket sesuai kebutuhan, tidak harus yang paling mahal
  • Pastikan pemeriksaan penting untuk perempuan seperti pap smear atau USG termasuk dalam paket

BACA JUGA: Penting Dilakukan, Ini 7 Tes Kesehatan untuk Program Kehamilan Mommies

Ditulis oleh: Imelda Rahma

Cover: Freepik

Share Article

author

Katharina Menge

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan