
Saat hamil sudah dilarang, masa retinol masih tidak boleh digunakan saat menyusui? Ini pendapat dokter kulit dan alternatifnya.
Waktu hamil dulu, saya ingat sekali punya banyak restriksi alias pantangan dalam berbagai hal. Sebut saja, nggak boleh makan sashimi, favorit saya. Nggak boleh minum kopi pula. Sengsara, deh, rasanya. Restriksi ini juga berlaku dalam hal perawatan kulit. Yang tadinya nggak pernah lupa mengoleskan retinol sebagai pencegahaan penuaan dini, saat hamil distop sama sekali. Hiks, sedih.
Nah, ketika akhirnya anaknya lahir, dan status berubah dari bumil jadi busui, saya rasanya ingin buru-buru balik lagi merawat kulit, termasuk menggunakan retinol. Eits, tapi tunggu dulu. Apakah retinol aman, karena konon kabarnya bisa terserap ke dalam ASI dan dikonsumsi oleh si bayi kecil?
Kalau menurut dr.SK Sulistyaningrum, Sp.DVE, FINSDV, FAADV, IFAAD, pada dasarnya retinol merupakan turunan paling ringan dari retinoic acid. Biasanya digunakan dalam produk yang dijual bebas berdasarkan izin BPOM hingga konsentrasi 1%. Produk OTC atau over the counter yang diperbolehkan dijual bebas oleh BPOM, seringkali dinilai aman untuk ibu menyusui.
Namun tetap perlu kehati-hatian dalam penggunaannya. dr. Neny Triastuti, dosen Fakultas Kedokteran UM Surabaya sekaligus Dokter Spesialis Kecantikan mengatakan, ada baiknya busui hentikan dulu penggunaan retinol. Sebab, retinol bekerja hingga ke jaringan kulit terdalam. Daripada daripada, ya, kan? Karena pada dasarnya penggunaan retinol saat menyusui juga nggak urgent banget. Masih bisa diganti, kok, dengan kandungan lain yang menyerupai retinol.
Bakuchiol dikenal sebagai senyawa meroterpene phenol yang berasal dari tanaman Psoralea corylifolia. Memang, sih, secara struktural berbeda dari retinoid, tapi kandungan ini juga punya kemampuan yang mirip, kok, yaitu memicu proses regenerasi sel dan produksi kolagen. Nggak seperti retinoid, bakuchiol minim iritasi atau kemerahan yang biasanya terjadi karena penggunaan retinol. Amanlah pokoknya untuk kulit busui.
Buat Mommies yang ingin mencerahkan kulit tanpa risiko iritasi, Vitamin C adalah solusi. Ini merupakan antioksidan yang direkomendasikan oleh para ahli dermatologi. Biasanya setelah hamil, kan, suka munculnya noda hitam atau melasma, nah, permasalahan ini bisa diatasi dengan serum, night cream, atau pelembap mengandung vitamin C. Selain memberikan perlindungan dari radikal bebas, penggunaan Vitamin C secara topikal membantu meningkatkan produksi kolagen, jadi kulit busui tetap tampak segar dan bercahaya meskipun waktu istirahat berkurang.
Baca juga: 10 Rekomendasi Suplemen Ibu Menyusui, Lengkap dengan Manfaat dan Harganya
Niacinamide atau Vitamin B3 adalah bahan serbaguna yang sangat lembut bagi kulit busui yang lagi sensitif-sensitifnya. Biasalah, waktu kita menyusui itu, kan, terjadi fluktuasi hormon dalam tubuh kita. Ada juga, lho, busui yang jadinya jerawatan gara-gara naik turunnya hormon itu tadi. Niacinamide bisa memperkuat skin barrier dan mengontrol produksi minyak berlebih, sehingga sangat efektif untuk mengatasi jerawat hormonal atau pori-pori besar.
Azelaic Acid ini konon kabarnya dianggap sebagai “standar emas” oleh dokter kulit untuk mengatasi masalah jerawat dan kemerahan (rosacea) pada busui. Asam alami ini memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi yang kuat namun tetap dikategorikan aman karena penyerapannya ke sistemik sangat minimal. Selain mengobati jerawat, Azelaic Acid juga sangat ampuh dalam memudarkan bekas jerawat dan meratakan warna kulit, menjadikannya pengganti yang jauh lebih aman dibandingkan produk berbasis retinoid keras atau hidrokuinon.
Yah, namanya juga hamil, pasti ada saja kulit yang tertarik karena proses kehamilan itu sendiri, kan? Nah, kombinasi Hyaluronic Acid dan Peptida, selain bisa menghidrasi secara mendalam, ia juga bisa mengencangkan kulit yang sangat dibutuhkan oleh ibu menyusui. Hyaluronic Acid bekerja seperti magnet air yang menjaga kelembapan alami kulit agar tetap kenyal, sementara Peptida berperan sebagai bahan bangunan protein untuk merangsang produksi kolagen dan elastin.
Perawatan kulit tidak akan lengkap tanpa perlindungan sinar UV, dan bagi ibu menyusui, mineral sunscreen adalah pilihan wajib yang tidak bisa ditawar. Berbeda dengan tabir surya kimia yang mungkin mengandung bahan pemicu gangguan hormon seperti oxybenzone, tabir surya mineral menggunakan Zinc Oxide atau Titanium Dioxide yang bekerja secara fisik di atas permukaan kulit untuk memantulkan radiasi matahari. Dengan kata lain, kandungannya tidak meresap ke dalam pori-pori dan aliran darah, jadi sangat aman untuk dioleskan pada kulit busui.
Cover photo by Envato