
Siap medical check-up di usia 30–40 tahun? Ini daftar pemeriksaan wajib, mulai dari kolesterol, tiroid, hingga kesehatan reproduksi.
Kalau mendengar kata medical check-up, biasanya selalu dikaitkan dengan wawancara kerja atau kebutuhan orang yang sudah tua. Padahal, medical check-up memang belum menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, yang umumnya baru ke dokter atau rumah sakit saat sakitnya sudah parah.
Banyak perempuan baru memikirkan medical check-up ketika tubuh mulai terasa tidak nyaman. Pemeriksaan kesehatan seharusnya dilakukan secara rutin, bukan saat sakit saja, loh.
Pemeriksaan dini bisa menyelamatkan nyawa, terutama kalau usia sudah masuk 30–40-an tahun, ketika berbagai risiko penyakit mulai meningkat. Di usia 30–40 tahun, tubuh mulai mengalami perubahan, baik dari sisi hormon, metabolisme, hingga risiko penyakit kronis.
“Ada banyak hal yang dapat dilakukan setiap orang untuk tetap sehat, dan ini (screening atau medical check-up) dapat membantu orang merasa lebih baik, meningkatkan kualitas hidup mereka, dan membantu mereka hidup lebih lama,” kata Dr. Alex Krist, seorang profesor kedokteran keluarga di Virginia Commonwealth University dan wakil ketua U.S. Preventive Services Task Force (USPSTF), seperti dikutip dari Time.
Karena itu, penting untuk menjadikan medical check-up sebagai kebiasaan, bukan sekadar kebutuhan sesaat.
BACA JUGA: Mommies Wajib Tahu, Anak Juga Butuh Medical Check Up Rutin
Jadi, kapan sebaiknya kita melakukan medical check-up? Pastinya bukan saat mau masuk perusahaan baru, ya, Mommies. Secara umum, medical check-up disarankan dilakukan secara berkala, apalagi saat ini ilmu pengetahuan terus berkembang sehingga penyakit semakin bisa dideteksi sejak dini.
Kalau untuk wanita usia 30–40 tahun, berikut panduan sederhananya:
Banyak penyakit tidak menunjukkan gejala di tahap awal, misalnya diabetes, kolesterol tinggi, dan gangguan hormon yang sering dialami di usia 30-an akhir dan awal 40.
Sebagai perempuan, ada beberapa pemeriksaan khusus yang sebaiknya masuk dalam paket medical check-up (MCU) Mommies:
Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi
Sebagai perempuan, kesehatan reproduksi perlu mendapatkan perhatian, apalagi di usia 30–40 tahun. Bahkan bagi Mommies yang belum hamil, melakukan kunjungan ke dokter kandungan atau ginekolog untuk memeriksa kesehatan area intim adalah hal yang sangat wajar.
Menurut Audra Williams, M.D., asisten profesor di Departemen Obstetri dan Ginekologi, Universitas Alabama, saat memeriksakan diri ke ginekolog, Mommies akan mendapatkan pemeriksaan menyeluruh.
Mommies juga bisa bertanya mengenai kekhawatiran apa pun terkait fungsi seksual, perencanaan keluarga, kesuburan, kesadaran akan kesehatan payudara, dan lainnya.
Pemeriksaan yang disarankan meliputi:
Pap smear sebaiknya dilakukan secara rutin sesuai anjuran dokter, terutama bagi wanita yang sudah aktif secara seksual.

Deteksi dini kanker payudara sangat penting. Pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain:
Bagi banyak perempuan, tanda atau gejala penyakit jantung berbeda dengan gejala yang dialami pria. Perempuan memang bisa mengalami nyeri atau tekanan di dada, namun juga lebih rentan mengalami gejala lain, termasuk kelelahan, mual, pusing, atau berkeringat.
Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan:
Pemeriksaan tambahan mungkin disarankan bagi Mommies yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga atau faktor risiko seperti merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, atau obesitas.
Bagi perempuan yang menderita gangguan autoimun atau kondisi seperti diabetes gestasional, pemeriksaan tambahan atau pemeriksaan yang lebih sering mungkin disarankan.

Tentu saja, Mommies juga bisa melakukan pemeriksaan wajib dan dasar yang menjadi fondasi dalam setiap medical check-up:
Buat yang sudah memasuki usia perimenopause, lakukan juga pemeriksaan hormon. Pemeriksaan ini juga dianjurkan jika Mommies mengalami gejala seperti:
Ketidakseimbangan hormon sering terjadi tanpa disadari dan dapat memengaruhi kualitas hidup, loh.
Jangan tunggu sakit! Banyak penyakit berkembang tanpa gejala yang jelas dan Mommies tentu tidak mau jika baru ketahuan ketika sudah parah. Memang, sih, harga medical check-up tidak murah sehingga membuat sebagian orang malas melakukannya.
Agar hasil medical check-up lebih optimal, perhatikan beberapa hal berikut:
BACA JUGA: Penting Dilakukan, Ini 7 Tes Kesehatan untuk Program Kehamilan Mommies
Ditulis oleh: Imelda Rahma
Cover: Freepik