
Penggunaan laptop di sekolah mulai dikurangi, anak-anak kembali menulis tangan dengan pensil dan kertas. Apa manfaatnya? Simak penjelasan lengkapnya untuk Mommies dan Daddies.
Mommies, Daddies, pernah nggak sih merasa sekarang anak-anak makin jarang pegang pensil? Hampir semua tugas dikerjakan lewat laptop atau tablet. Bahkan, menulis tangan pun mulai jadi keterampilan langka.
Tapi menariknya, di tengah arus digitalisasi yang makin kencang, justru muncul tren baru: anak-anak kembali diminta belajar menggunakan pensil dan kertas. Beberapa orang tua di berbagai negara mulai mengurangi penggunaan perangkat digital di sekolah dan kembali ke metode tradisional. Alasannya? Ternyata bukan sekadar nostalgia, tapi ada manfaat besar di baliknya.
Lalu, apa sebenarnya yang membuat menulis kembali dilirik?
BACA JUGA: 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta: SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB
Seiring perkembangan teknologi, pendidikan memang ikut berubah. Laptop, tablet, dan aplikasi belajar menjadi bagian dari keseharian anak. Praktis, cepat, dan serba instan.
Namun, di balik kemudahan itu, banyak orang tua mulai khawatir. Anak jadi terlalu bergantung pada gadget, bahkan untuk hal-hal dasar seperti mencatat pelajaran.
Dari sinilah muncul kesadaran baru: jangan sampai anak kehilangan kemampuan dasar yang sebenarnya penting untuk perkembangan otaknya.

Apakah menulis tangan lebih baik daripada mengetik di laptop atau komputer?
Menurut jurnal ilmiah terbaru berjudul Life, menulis tangan punya manfaat yang tidak bisa digantikan oleh mengetik. Saat anak menulis dengan tangan, otaknya bekerja lebih kompleks. Ada koordinasi antara visual, motorik, dan kognitif yang terjadi secara bersamaan. Ini yang bikin proses belajar jadi lebih “nempel”.
Berdasarkan temuan tersebut, Beryl Exley, seorang profesor kurikulum bahasa Inggris di Universitas Griffith, menilai meskipun sekarang zaman sudah serba digital, keterampilan menulis dengan tangan tetap perlu diperhatikan dan dilakukan dalam kegiatan belajar anak.
Beberapa manfaat utamanya seperti:
Menulis tangan membuat anak lebih mudah mengingat informasi dibandingkan sekadar mengetik.
Karena prosesnya lebih lambat, anak punya waktu untuk benar-benar mencerna apa yang ditulis.
Gerakan tangan saat menulis membantu perkembangan koordinasi dan keterampilan fisik anak.
Anak jadi terbiasa menyusun ide dengan runtut dan mandiri. Menariknya lagi, justru karena tidak instan, menulis memberi ruang bagi anak untuk berpikir lebih matang.
Eits, jangan salah paham dulu, Mommies dan Daddies. Bukan berarti teknologi harus dihindari, ya.
Di era sekarang, Profesor Exley mengakui bahwa kemampuan menggunakan perangkat digital tetap penting. Anak perlu terbiasa mencari informasi, belajar dari berbagai sumber, dan mengembangkan keterampilan digital sejak dini.
Dengan teknologi, anak bisa mengakses informasi lebih luas, belajar dengan metode interaktif, hingga mengembangkan skill baru yang relevan dengan masa depan.
Nggak harus ekstrem, kok. Yang penting adalah memastikan anak tetap punya kesempatan untuk melatih keterampilan menulis tangan di tengah penggunaan gadget yang tinggi.
Karena pada akhirnya, bukan soal memilih antara pensil dan laptop. Tapi bagaimana kita membantu anak tumbuh jadi pribadi yang punya daya pikir kuat, terampil secara motorik, dan adaptif terhadap teknologi.
BACA JUGA: 7 Cara Memilih Sekolah sesuai Karakter Anak, Jangan Sekadar Ikut Tren!
Jadi, digitalisasi tetap punya peran besar dalam pendidikan anak. Namun, adanya tren baru untuk kembali menulis dengan pensil dan kertas ini juga menuai pro dan kontra.
Untuk membaca selengkapnya, Mommies dan Daddies bisa lanjutkan membaca di artikel: Tren Baru, Anak-anak Kembali Diminta Gunakan Pensil & Kertas untuk Kurangi Penggunaan Laptop.