Sorry, we couldn't find any article matching ''

Self-Care Realistis untuk Orang Tua Baru: Nggak Ngikutin Standar Media Sosial, Tapi Paling Masuk Akal
Self-care bukan sekadar memanjakan diri apalagi soal luxury seperti yang kita lihat di instastory. Self-care realistis tak perlu biaya besar tapi bisa bantu diri lebih sadar dan bugar.
Self-care atau perawatan diri belakangan banyak digaungkan untuk dilakukan. Karena, self-care adalah sebuah bentuk nyata mencintai diri sendiri dengan melakukan aktivitas secara sadar untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Rutin merawat diri akan membantu kita untuk mengelola stres lebih baik, mencegah burnout, hingga membuat hidup lebih berkualitas. Kita semua butuh self-care, termasuk orang tua baru yang sedang dalam masa adaptasi dengan kehadiran bayi.
Sayangnya, era media sosial menggeser makna self-care yang sesungguhnya. Perkara perawatan diri ini pun dimanfaatkan oleh berbagai industri sebagai peluang bisnis. Self-care jadi dikaitkan dengan kemewahan. Healing jadi dimaknai dengan traveling ke luar kota atau luar negeri. Perawatan di klinik kecantikan, salon atau spa, staycation di hotel, belanja, ngopi cantik, dan seterusnya. Sesungguhnya itu bukan self-care, tapi rewards. Bukan nggak boleh juga, ya, sah-sah aja kok dilakukan selama nggak bikin kantong kering.
Merawat diri bukan sekadar memanjakan diri, melainkan merawat tubuh, pikiran, hati dan jiwa agar tetap sadar dan sejahtera. Bentuk perawatan diri yang paling murni nggak ada hubungannya dengan kesenangan dalam barang dan jasa. Cukup tidur, makan bergizi dan teratur, menetapkan ritual sehat seperti menulis jurnal, bermeditasi, berolahraga adalah perawatan diri yang sesungguhnya. Bebas biaya, sederhana, nggak nguras energi dan waktu dan jauh dari glamor, tapi powerful bagi kesejahteraan fisik dan mental.
Jadi, bagi orang tua baru yang repot dan nggak bisa ninggalin bayi lama-lama, bisa banget self-care; wajib malah! Ini cara self-care realistis yang bisa dilakukan bagi orang tua baru.
Baca juga: Mencintai Diri Sendiri, Sudahkah Kita Melakukannya?
Bentuk Self-Care Realistis Buat Orang Tua Baru yang Bisa Membantu Menjaga Kesehatan mental
Tidur cukup
Tidur cukup adalah salah satu bentuk self-care paling penting tetapi paling sering diabaikan. Buat orang tua baru, bisa tidur 6-7 jam tanpa jeda adalah sebuah kemewahan! Dengan hadirnya bayi, rutinitas otomatis berubah. Menyusui 2-4 jam sekali, jam tidur bayi yang masih pendek-pendek, dan banyak situasi lainnya membuat mommies dan daddies tak bisa mendapat tidur solid yang panjang. Ini bisa membuat orang tua kelelahan dan jadi emosional.

Foto: Image by jcomp on Freepik
Dengan tidur cukup, kesehatan fisik dan mental bisa lebih terjaga. Caranya, saat mommies ingin tidur lebih panjang, mommies bisa minta ke pasangan untuk mengurus bayi sepanjang malam. Sebaliknya, saat giliran daddies ingin tidur lebih panjang, mommies yang mengurus bayi.
Makan enak dan bergizi
Nggak harus ke restoran mahal, makan enak dan bergizi adalah bentuk self-care realistis bagi orang tua baru yang mudah dijangkau. Makanan bergizi yang enak bisa bantu jaga daya tahan tubuh sekaligus membuat mood jadi lebih baik. Tak perlu repot dress up, order online saja.
Journaling
Lelah, stres, kewalahan, curhatnya sama siapa? Buku jurnal! Di zaman saya, namanya diary. Sejak SD saya sudah menulis diary. Melalui journaling, kita bisa menuliskan pikiran, perasaan dan pengalaman sehari-hari dengan bebas, tanpa ragu, malu atau takut dihakimi. Kabar baiknya, journaling bermanfaat untuk mengelola stres, mengenali emosi, meningkatkan kreativitas, kesehatan mental serta kesadaran diri.

Foto: Image by rawpixel.com on Freepik
Journaling nggak hanya untuk menuangkan perasaan negatif atau pengalaman tak menyenangkan aja, lho. Ini juga bisa menjadi jurnal syukur. Tuliskanlah hal-hal yang mommies syukuri setiap harinya seperti bahagianya punya bayi, perkembangan bayi, kerja sama solid dengan suami, dan seterusnya.
Jika dilakukan secara rutin, ini adalah bentuk self-care bebas biaya yang bisa menjadi terapi emosional, meradakan kecemasan serta meningkatkan fokus.
Meditasi nafas lima menit

Foto: Image by karlyukav on Freepik
Di tengah keriwehan hidup, cobalah untuk memulai ritual baru yaitu meditasi. Tak perlu panjang-panjang, cukup 5 menit dulu di awal. Mau kurang dari itu juga oke, semampunya saja. Nyalakan timer, duduk bersila di lantai, tegak tanpa bersandar, pejamkan mata, lalu bernafas. Rasakan setiap tarikan dan embusan nafas dari hidung, masuk ke paru-paru, dan kenali setiap pikiran dan perasaan yang muncul, lalu kembali ke nafas. Meditasi nafas bermanfaat antara lain untuk menenangkan pikiran dan meningkatkan kesadaran diri alias mindfulness.
Jalan pagi atau olahraga kecil 15 menit
Olahraga melepaskan hormone endorfin, serotonin dan dopamin yang membantu mengurangi stres dan kecemasan. Jika dilakukan rutin, bisa memperbaiki suasana hati, kualitas tidur, meningkatkan konsentras dan bikin tubuh lebih bugar. Self-care yang realistis banget nggak, tuh?
Mengundang sahabat makan siang di rumah sambil bertukar cerita

Foto: Image by pikisuperstar on Freepik
Cobalah sesekali undang sahabat untuk makan siang di rumah, sambil ngobrol, tertawa dan update cerita kehidupan. Berbagi dengan sahabat bisa membantu mengurangi stres karena mommies mendapatkan dukungan emosional yang dibutuhkan. Mood lebih baik, jiwa lebih segar, relasi dengan sahabat pun semakin manis.
Baca juga: Bebas Stres, Ini Tips Jitu Menjaga Kesehatan Mental Orangtua Tunggal Menurut Psikolog
Cover: Freepik
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS