
Berapa jumlah tabungan ideal di usia 50 tahun? Ini panduan dari ahli keuangan, plus tips realistis agar tetap aman secara finansial menjelang pensiun.
Mommies, siapa yang mulai kepikiran soal masa pensiun saat usia mulai masuk kepala lima? Wajar banget, karena di fase ini kita biasanya mulai lebih serius memikirkan stabilitas keuangan jangka panjang, terutama supaya nanti bisa menikmati masa pensiun tanpa rasa cemas.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul: sebenarnya, berapa jumlah tabungan yang ideal di usia 50 tahun?
BACA JUGA :Dana Pendidikan Anak, Kapan Harus Siapkan? Ini Kata Pakar Keuangan
Menurut laporan dari Fidelity Investments, salah satu acuan yang cukup sering digunakan adalah: Di usia 50 tahun, seseorang idealnya sudah memiliki tabungan sebesar 6 kali pendapatan tahunan.
Jadi, kalau penghasilan Mommies saat ini sekitar Rp100 juta per tahun, maka target tabungan yang disarankan adalah sekitar Rp600 juta.
Rekomendasi ini bukan tanpa dasar. Fidelity membuat panduan tersebut berdasarkan pola pengeluaran, harapan hidup, dan kebutuhan dana selama masa pensiun. Mommies bisa cek langsung panduannya di sini, ya.
Selain itu, penelitian dari Employee Benefit Research Institute juga menunjukkan bahwa banyak orang berisiko kekurangan dana pensiun jika tidak mulai menabung secara konsisten sejak usia produktif.
Dalam studi mereka, bahkan disebutkan adanya “retirement savings shortfall” (kekurangan dana pensiun) dalam jumlah besar di masyarakat.
Sementara itu, survei lain dari EBRI juga menunjukkan bahwa sekitar 70% pensiunan berharap mereka menabung lebih banyak dan lebih awal untuk masa pensiun mereka. Ini jadi pengingat penting, Mommies, bahwa kesiapan finansial di masa pensiun sangat dipengaruhi oleh kebiasaan menabung sejak jauh-jauh hari.

Sebelum panik (atau merasa “aman banget”), penting untuk diingat bahwa angka tersebut bukan patokan kaku.
Menurut perencana keuangan bersertifikat, Nathan Sebesta, kebutuhan tabungan pensiun setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung:
Artinya, angka 6 kali gaji itu lebih cocok dijadikan panduan awal, bukan standar yang harus persis sama.
Tenang, Mommies. Belum mencapai angka ideal bukan berarti semuanya terlambat, kok. Masih ada waktu untuk memperbaiki strategi. Berikut beberapa langkah realistis yang bisa dilakukan:
Artinya, mulai menyesuaikan gaya hidup agar lebih sederhana dan sesuai kemampuan finansial nanti.
Utang bisa jadi beban besar saat pensiun. Jadi, prioritaskan untuk menyelesaikannya sebelum masuk masa non-produktif.
Coba evaluasi lagi pos-pos pengeluaran bulanan yang sebenarnya bisa ditekan.
Langkah ini sering jadi game changer untuk banyak orang.
Memang bukan skenario impian, tetapi ini adalah pilihan realistis bagi sebagian orang. Seperti yang disampaikan Nathan Sebesta, “Tidak ada yang bermimpi harus tetap bekerja saat pensiun. Namun, bagi yang terlambat memulai dan tidak bisa mengejar ketertinggalan, ini bisa jadi satu-satunya pilihan realistis.”
Kabar baiknya, sekarang banyak opsi pekerjaan fleksibel atau freelance yang bisa tetap dijalani di usia pensiun, sehingga Mommies bisa tetap produktif tanpa terlalu membebani, ditambah juga bisa quality time sama mama.
Untuk baca artikel lengkapnya, Mommies bisa cek artikel Segini Jumlah Tabungan Ideal Ketika Usia 50 Tahun Versi Ahli Keuangan, ya.
Cover: Freepik