Sorry, we couldn't find any article matching ''

Dana Pendidikan Anak, Kapan Harus Siapkan? Ini Kata Pakar Keuangan
Simak cara siapkan dana pendidikan anak menurut financial trainer di sini. Bukan hanya soal menabung tetapi juga perencanaan yang matang!
Kapan, sih, waktu yang tepat untuk menyiapkan dana pendidikan anak? Apakah harus sudah disiapkan sebelum hamil? Bagaimana cara menabungnya? Berapa yang harus disiapkan?
Nah, Mommies dan Daddies yang masih pasutri baru mungkin masih bertanya-tanya soal bagaimana cara menyiapkan dana pendidikan anak, apa yang harus dilakukan untuk memulainya, seperti itu. Untungnya, Mommies Daily berkesempatan bertanya langsung kepada pakar Financial Trainer di QM Financial bernama F.D.V. Wulansari, CFP. Kira-kira ada tips apa saja, ya?
BACA JUGA: Cuaca Panas Bisa Menghambat Kemampuan Belajar Anak, Ini Kata Penelitian!
Kapan Harus Mulai Menyiapkan Dana Pendidikan Anak?
Nah, ini penting banget. Kira-kira kapan Mommies dan Daddies harus mulai menabung dan menyiapkan dana pendidikan anak?
Menurut Financial Trainer Wulansari, menyiapkan dana pendidikan anak sebaiknya dimulai sejak awal menikah atau setidaknya awal hamil. Alasan utamanya, nominal biaya pendidikan dan inflasi pasti akan meningkat terus. Kalau sudah disiapkan dari jauh hari—tentu sambil mempertimbangkan peningkatan biaya, pasti akan jauh lebih ringan daripada menyiapkan tanpa rencana sama sekali. Kita pun bisa mendapatkan efek positif compounding interest dari investasi.
Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak
Selanjutnya, Financial Trainer Wulansari juga punya beberapa tips dalam menyiapkan dana pendidikan anak. Yuk, simak!
Foto: tirachardz/Freepik
1. Berdiskusi dengan Pasangan
Dana pendidikan anak merupakan topik yang sangat penting untuk didiskusikan bareng pasangan. Mommies dan Daddies bisa berdiskusi tentang sekolah yang ditargetkan untuk anak serta riset lebih jauh tentang sekolah incaran. Apa saja yang perlu dicari? Misalnya, kurikulum, program-program sekolah, lingkungan pertemanan, jarak dari rumah, dan sebagainya.
2. Pastikan Semua Biaya Bisa Dipenuhi
Financial Trainer Wulansari kemudian menjelaskan, “Pastikan selain mampu menyisihkan untuk persiapan uang pangkal, orang tua juga mampu membayar SPP dan biaya bulanan atau tahunan lainnya dari penghasilan rutinnya.”
Jadi, dana pendidikan itu mencakup banyak jenis biaya, apalagi kalau swasta. Contohnya, uang pangkal, SPP, uang seragam dan buku, dan sebagainya tergantung masing-masing sekolah. Nah, pastikan juga untuk mempertimbangkan semua macam biaya, apakah bisa dipenuhi atau tidak oleh Mommies dan Daddies.
3. Terapkan Prinsip Hope for the Best, Prepare for the Worst
Selanjutnya, Financial Trainer Wulansari juga menekankan untuk selalu siap dalam segala situasi dan kondisi dengan menerapkan prinsip hope for the best, but prepare for the worst. Maksudnya, orang tua boleh berharap anak akan masuk sekolah negeri saat SMA atau mendapatkan PTN jalur reguler. Akan tetapi, siapkan juga dana untuk institusi pendidikan swasta untuk berjaga-jaga.
4. Jangan Lupa Uang Pangkal dan Uang Semester
Nah, sebelumnya sudah disebutkan bahwa Mommies dan Daddies ketika menyiapkan dana harus mempertimbangkan apakah semua jenis biaya bisa terpenuhi dari penghasilan atau tidak. Nah, kalau sudah aman, Financial Trainer Wulansari juga membagikan tips harus menyiapkan dana pendidikan anak sejauh apa.
“Untuk PG-SMA, siapkan biaya uang pangkal dari jauh hari, sementara untuk kuliah siapkan biaya uang pangkal dan uang semesteran selama 4 tahun atau hingga lulus,” jelasnya. Uang pangkal dan uang semester biasanya biaya yang paling besar, makanya itu harus disiapkan dari dini.
5. Sesuaikan dengan Kemampuan
Terakhir, Financial Trainer Wulansari mengingatkan bahwa dalam menyiapkan dana pendidikan anak, jangan lupa untuk sesuaikan dengan kemampuan orang tua dan jangan memaksakan diri.
Cara Menghitung Berapa Banyak Dana Pendidikan yang Harus Disisihkan per Bulan
Foto: jcomp/Freepik
Nah, ini juga penting, yaitu cara menyisihkan uang untuk dana pendidikan setiap bulannya. Bersumber langsung dari Financial Trainer Wulansari, ia menyarankan untuk mempelajari rumus time value of money di kalkulator TMV online atau di Microsoft Excel/Google Spreadsheets.
Tahap pertama, tetapkan target yang ingin dicapai berdasarkan hasil riset saat ini lalu hitung nilai masa depan dengan memperhitungkan faktor inflasi. Misalnya, uang pangkal SMP saat ini 30 juta dan harus siap 12 tahun lagi, asumsi perkiraan inflasi 5% per tahun, maka nilai masa depannya adalah Rp53,9 juta.
Tahap kedua, hitung berapa yang harus disisihkan setiap bulan. Financial Trainer Wulansari menjelaskan bahwa orang tua bisa memilih hanya ingin menabung atau ingin berinvestasi.
Jika hanya ingin menabung (dengan asumsi bunga tabungan mendekati 0%), maka hitungannya Rp53,9 juta/12 tahun/12 bulan hasilnya Rp375 ribu per bulan.
Kalau ingin sekalian berinvestasi dengan asumsi imbal hasil tertentu, nilai yang harus disisihkan tiap bulan tentu lebih rendah. Gunakan rumus PMT dalam time value of money. Misalnya, Mommies dan Daddies mau investasi rutin per bulan di produk dengan imbal hasil bersih 6% per tahun, maka yang disiapkan adalah Rp257 ribu per bulan.
Kalau Dana Pendidikan Tidak Disiapkan dari Jauh Hari, Apa Dampaknya?
“Alokasi yang harus disisihkan per bulan lebih tinggi, sehingga bisa jadi orang tua harus lebih berhemat atau mencari penghasilan ekstra untuk bisa memenuhi target dana pendidikan,” sebut Financial Trainer Wulansari.
Apabila dana dengan jumlah ideal belum terkumpul ketika tenggat pembayaran tiba, orang tua perlu mempertimbangkan pilihan sekolah yang biayanya lebih terjangkau. Jika tetap memaksakan dengan “membobol” dana pensiun atau tabungan lain atau jual aset cepat dengan harga murah, Financial Trainer Wulansari menjelaskan, pastikan untuk memahami konsekuensinya (pensiun atau tujuan lain tertunda dan aset terjual dengan harga tidak ideal).
Nah, dari penjelasan panjang di atas, ternyata menyiapkan dana pendidikan anak bukan sekadar hal yang bukan sekadar soal menabung, melainkan membutuhkan perencanaan yang matang. Semoga untuk semua orang tua yang sedang berjuang menyekolahkan anaknya dengan pendidikan terbaik bisa diberikan jalan dan rezeki yang lancar, ya!
BACA JUGA: 16 Rekomendasi YouTube dan Podcast untuk Anak Balita, Yuk, Tonton dan Dengarkan!
Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Cover: Freepik
Share Article


POPULAR ARTICLE






COMMENTS