WhatsApp Khusus Anak dengan Kontrol Orang Tua, Ini Cara Membuat Akun dan Fiturnya

Parenting & Kids

Dhevita Wulandari・in 6 hours

detail-thumb

Fitur Parent-Managed Accounts WhatsApp resmi hadir Maret 2026! Begini cara membuat akun WhatsApp khusus anak dengan kontrol penuh orang tua. 

Siapa yang sering deg-degan setiap kali si kecil minta pinjam HP buat WhatsApp-an sama sepupu atau teman sekolahnya? Di satu sisi, kita ingin mereka belajar teknologi dan tetap terhubung dengan keluarga dan teman. Tapi di sisi lain, bayangan tentang stranger danger, grup WhatsApp yang isinya entah apa, sampai fitur-fitur yang belum saatnya mereka konsumsi, sering bikin kita maju-mundur untuk kasih anak akses ke WhatsApp.

Nah, kabar baiknya, per awal Maret 2026 ini WhatsApp resmi meluncurkan fitur yang mungkin sudah lama para orang tua tunggu-tunggu, yaitu Parent-Managed Accounts alias akun WhatsApp khusus anak yang dikelola penuh oleh orang tua!

Apa saja fungsi fitur ini dan bagaimana, sih, cara membuatnya? Cek bareng-bareng, yuk, Mommies dan Daddies!

BACA JUGA: Sering Dikira Tantrum, Kenali 5 Tanda Kelelahan Sosial pada Anak

Mengapa WhatsApp Meluncurkan Fitur Akun Khusus Anak?

Fitur WhatsApp ini dirancang khusus untuk anak-anak berusia di bawah 13 tahun, khususnya 10-12 tahun atau usia minimum legal di masing-masing negara.

Alasannya simpel tapi krusial, Meta (induk perusahaan WhatsApp) mendengar suara kita, para orang tua, yang ingin anak-anak punya akses komunikasi yang aman tanpa harus tenggelam di dunia digital orang dewasa. Dengan akun ini, anak-anak bisa belajar berinteraksi secara digital dalam area  yang sudah kita beri pagar pelindung.

Cara Membuat Akun WhatsApp Khusus Anak (Parent-Managed Accounts)

Siapkan masing-masing handphone Mommies atau Daddies dan handphone anak yang sudah punya nomor sendiri. Lalu ikuti langkah mudah ini:

  1. Instal WhatsApp di HP anak: Pastikan sudah versi terbaru. Saat buka pertama kali, pilih opsi Create a Parent-Managed Account atau “Buat Akun yang Dikelola Orang Tua”.
  2. Masukkan Data Anak: Masukkan nomor telepon anak dan tanggal lahirnya. Sistem akan mendeteksi jika usianya di bawah 13 tahun.
  3. Hubungkan ke HP orang tua: Akan muncul kode QR di HP anak. Buka WhatsApp di HP Mommies atau Daddies, masuk ke Settings > Account > Parent-Managed Accounts, lalu pindai (scan) QR tersebut.
  4. Buat PIN 6 digit: Mommies akan diminta membuat PIN. Ingat ya, PIN ini rahasia. Jangan sampai si kecil tahu!
  5. Atur izin: Pilih siapa saja kontak yang boleh menghubungi anak (misal: hanya keluarga inti dan guru).
  6. Selesai! Akun siap digunakan dengan pengawasan penuh dari HP kita.

Fitur-Fitur Akun WhatsApp Anak

Foto: YouTube WhatsApp

Ini bukan sekadar WhatsApp biasa yang dikasih password. Melansir dari WhatsApp, ada banyak pembatasan fitur demi keamanan si kecil, meliputi:

1. PIN Orang Tua

Semua pengaturan privasi dikunci dengan 6 digit PIN yang hanya Mommies dan Daddies yang tahu. Anak nggak akan bisa utak-atik setelan Last Seen atau Profile Photo sesuka hati, bahkan Approve pesan yang masuk.

2. Persetujuan Kontak dan Kontrol Grup

Si kecil tidak bisa asal add orang. Setiap kali ada permintaan pesan dan undangan grup dari nomor yang tidak dikenal, notifikasinya akan masuk ke WhatsApp Mommies atau Daddies dulu untuk disetujui atau ditolak.

Gampangnya, anak hanya dapat berkomunikasi dengan orang yang nomornya sudah disimpan ke dalam Kontak. Anak juga tidak bisa sembarangan masuk grup atau bahkan membuat grup sendiri tanpa izin orang tua.

Begini cara melihat pesan siapa saja yang masuk untuk chat dengan anak:

  • Klik Request pada bagian atas chat di akun anak.
  • Masukkan Parent PIN atau PIN orang tua.
  • Review message request dan detail pengirimnya.
  • Pilih Approve untuk mengizinkan akses chat dengan anak atau Decline untuk menolak.

3. Pengaturan Privasi Akun Anak

Privacy Settings atau pengaturan privasi sudah aman secara default. Tapi jika Mommies dan Daddies ingin menyesuaikannya, bisa dilakukan kapan saja, ya!

Ini caranya:

  • Dari akun anak, masuk ke Setting dan pilih Privacy.
  • Masukkan Parent PIN atau PIN orang tua.
  • Orang tua bisa pilih: info apa saja yang orang lain bisa lihat tentang anak, siapa saja yang bisa menambahkan anak ke dalam grup, dan apakah anak bisa membuat grupnya sendiri.

4. Memantau Aktivitas Anak di WhatsApp

Mau cek apa saja yang dilakukan anak di WhatsApp-nya? Bisa! Mommies dan Daddies perlu melakukan beberapa langkah ini:

  • Dari akun Mommies atau Daddies, masuk ke Setting, scroll ke bawah dan pilih Parental Controls.
  • Di sini orang tua bisa melihat rangkuman aktivitas anak seperti: kapan mereka menambahkan kontak baru, kapan mereka memblokir atau melaporkan akun orang lain, hingga kapan anggota grup yang mereka punya bertambah atau berkurang.
  • Orang tua juga bisa memilih aktivitas anak apa saja yang notifikasinya ingin tersambung ke WhatsApp orang tua. Caranya klik titik tiga di bagian kanan atas, pilih Manage notifications.

5. Fitur yang Dihilangkan di Akun WhatsApp Anak

Untuk menjaga privasi dan mental anak, fitur seperti Status Updates, Channels, Live Location, hingga fitur Meta AI ditiadakan di akun ini. Jadi, mereka fokus untuk chatting dan telepon saja.

Foto: Yan Krukau/Pexels

Apakah WhatsApp Khusus Anak Ini Aman?

Tetap aman karena WhatsApp tetap menggunakan end-to-end encryption. Artinya, pesan mereka tetap privat, tapi kita sebagai orang tua memegang kendali atas “siapa” yang bisa masuk ke ruang privat tersebut.

Tapi orang tua juga harus:

  1. Ingat untuk membicarakan dengan anak soal kegiatan yang mereka lakukan di WhatsApp.
  2. Beritahukan kepada anak bahwa mereka bisa datang kapan saja ke Mommies dan Daddies jika mereka mengalami kebingungan atau rasa tidak nyaman selama menggunakan akun.

BACA JUGA: Indonesia Resmi Menunda Akses Anak di Media Sosial Mulai 28 Maret 2026, dari YouTube hingga Roblox

 

Gimana, Mommies dan Daddies? Sekarang setidaknya satu beban pikiran kita berkurang, ya. Memberi kepercayaan pada anak itu penting, tapi memberi perlindungan itu jauh lebih utama.

Ada yang sudah coba fitur Parent-Managed Accounts WhatsApp ini? Atau masih merasa anak belum butuh WhatsApp sendiri? Sharing di kolom komentar, yuk!

Cover: Katerina Holmes/Pexels