
Fitur Parent-Managed Accounts WhatsApp resmi hadir Maret 2026! Begini cara membuat akun WhatsApp khusus anak dengan kontrol penuh orang tua.
Siapa yang sering deg-degan setiap kali si kecil minta pinjam HP buat WhatsApp-an sama sepupu atau teman sekolahnya? Di satu sisi, kita ingin mereka belajar teknologi dan tetap terhubung dengan keluarga dan teman. Tapi di sisi lain, bayangan tentang stranger danger, grup WhatsApp yang isinya entah apa, sampai fitur-fitur yang belum saatnya mereka konsumsi, sering bikin kita maju-mundur untuk kasih anak akses ke WhatsApp.
Nah, kabar baiknya, per awal Maret 2026 ini WhatsApp resmi meluncurkan fitur yang mungkin sudah lama para orang tua tunggu-tunggu, yaitu Parent-Managed Accounts alias akun WhatsApp khusus anak yang dikelola penuh oleh orang tua!
Apa saja fungsi fitur ini dan bagaimana, sih, cara membuatnya? Cek bareng-bareng, yuk, Mommies dan Daddies!
BACA JUGA: Sering Dikira Tantrum, Kenali 5 Tanda Kelelahan Sosial pada Anak
Fitur WhatsApp ini dirancang khusus untuk anak-anak berusia di bawah 13 tahun, khususnya 10-12 tahun atau usia minimum legal di masing-masing negara.
Alasannya simpel tapi krusial, Meta (induk perusahaan WhatsApp) mendengar suara kita, para orang tua, yang ingin anak-anak punya akses komunikasi yang aman tanpa harus tenggelam di dunia digital orang dewasa. Dengan akun ini, anak-anak bisa belajar berinteraksi secara digital dalam area yang sudah kita beri pagar pelindung.
Siapkan masing-masing handphone Mommies atau Daddies dan handphone anak yang sudah punya nomor sendiri. Lalu ikuti langkah mudah ini:

Ini bukan sekadar WhatsApp biasa yang dikasih password. Melansir dari WhatsApp, ada banyak pembatasan fitur demi keamanan si kecil, meliputi:
Semua pengaturan privasi dikunci dengan 6 digit PIN yang hanya Mommies dan Daddies yang tahu. Anak nggak akan bisa utak-atik setelan Last Seen atau Profile Photo sesuka hati, bahkan Approve pesan yang masuk.
Si kecil tidak bisa asal add orang. Setiap kali ada permintaan pesan dan undangan grup dari nomor yang tidak dikenal, notifikasinya akan masuk ke WhatsApp Mommies atau Daddies dulu untuk disetujui atau ditolak.
Gampangnya, anak hanya dapat berkomunikasi dengan orang yang nomornya sudah disimpan ke dalam Kontak. Anak juga tidak bisa sembarangan masuk grup atau bahkan membuat grup sendiri tanpa izin orang tua.
Begini cara melihat pesan siapa saja yang masuk untuk chat dengan anak:
Privacy Settings atau pengaturan privasi sudah aman secara default. Tapi jika Mommies dan Daddies ingin menyesuaikannya, bisa dilakukan kapan saja, ya!
Ini caranya:
Mau cek apa saja yang dilakukan anak di WhatsApp-nya? Bisa! Mommies dan Daddies perlu melakukan beberapa langkah ini:
Untuk menjaga privasi dan mental anak, fitur seperti Status Updates, Channels, Live Location, hingga fitur Meta AI ditiadakan di akun ini. Jadi, mereka fokus untuk chatting dan telepon saja.

Tetap aman karena WhatsApp tetap menggunakan end-to-end encryption. Artinya, pesan mereka tetap privat, tapi kita sebagai orang tua memegang kendali atas “siapa” yang bisa masuk ke ruang privat tersebut.
Tapi orang tua juga harus:
BACA JUGA: Indonesia Resmi Menunda Akses Anak di Media Sosial Mulai 28 Maret 2026, dari YouTube hingga Roblox
Gimana, Mommies dan Daddies? Sekarang setidaknya satu beban pikiran kita berkurang, ya. Memberi kepercayaan pada anak itu penting, tapi memberi perlindungan itu jauh lebih utama.
Ada yang sudah coba fitur Parent-Managed Accounts WhatsApp ini? Atau masih merasa anak belum butuh WhatsApp sendiri? Sharing di kolom komentar, yuk!