
Cuaca panas ekstrem di Jakarta diprediksi BMKG hingga 22 Maret 2026. Kenali penyebabnya, bahaya heatstroke dan dehidrasi, serta cara pencegahannya.
Dalam beberapa hari terakhir, udara di Jakarta terasa panas dan pengap sekali, Mommies. Apalagi saat siang hari ketika matahari berada di puncak tertingginya, panasnya terasa menusuk ke kulit dan bikin tenggorokan kering. Ditambah jika Mommies sedang menunaikan ibadah puasa Ramadan, ujiannya dobel-dobel alias harus menahan panas sekaligus tidak bisa minum. Kuat-kuat, ya, Mommies!
Nah, barangkali penasaran, sebenarnya apa yang menyebabkan cuaca panas ekstrem di Jakarta? Padahal beberapa bulan terakhir Jakarta masih sering diguyur hujan dan meninggalkan udara dingin. Yuk, kita simak.
BACA JUGA: Viral TBC Bisa Sembuh dengan Herbal? Cek Penjelasan Dokter

Dikutip dari detikNews, penyebab cuaca panas dan terasa pengap di Jakarta dijelaskan oleh BMKG sebagai kombinasi beberapa faktor atmosfer. Menurut Guswanto selaku Sekretaris Utama BMKG, langit relatif cerah setelah hujan lebat beberapa hari lalu sehingga tutupan awan minim dan tidak merata. Alhasil, sinar matahari yang kuat langsung mengenai permukaan tanpa banyak penghalang.
Lantas, sampai kapan cuaca panas ekstrem di Jakarta akan bertahan? Mengutip sumber eksternal, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca panas ekstrem masih berlangsung sampai menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau sekitar 20–22 Maret 2026.
Diketahui, wilayah Indonesia sedang berada di periode peralihan musim. Cuaca cenderung lebih terik dari pagi hingga siang hari, meski sore atau malam masih bisa hujan lokal.
Menurut BMKG, wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026. Diawali dari wilayah pesisir utara Jawa bagian barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, sebagian kecil Kalimantan, dan Sulawesi, kemudian wilayah lainnya mengikuti secara bertahap. Nah, prediksi BMKG mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.
BACA JUGA: Mudik Hemat Lebaran 2026: Daftar Tol Gratis dan Diskon Tarif hingga 30%

Mengutip detikHealth, Ani Ruspitawati selaku Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta menjelaskan bahwa cuaca panas ekstrem dapat memicu dampak buruk bagi tubuh. Paparan suhu tinggi secara berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga kondisi paling berbahaya yaitu heatstroke.
Kenapa heatstroke berbahaya? Melansir Cleveland Clinic, heatstroke menyebabkan suhu tubuh naik ke tingkat waspada, umumnya di atas 40°C. Semakin lama tubuh mengalami suhu tinggi, semakin riskan pula terjadi komplikasi (seperti kerusakan organ) hingga kematian.
Melanjutkan informasi dari detikHealth, dampak lainnya pada tubuh juga bisa muncul akibat paparan suhu tinggi dari cuaca ekstrem. Misalnya:
Melihat dampak tersebut, Mommies dan keluarga perlu waspada dan tidak boleh menganggap sepele. Selain menyebabkan rasa tidak nyaman, cuaca panas bisa mengganggu kesehatan tubuh. Kondisi ini semakin berisiko bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Kenapa? Karena kemampuan tubuh mereka dalam mengatur suhu tidak seoptimal orang dewasa sehat.
Setelah mengetahui dampak paparan suhu tinggi terhadap tubuh, penting juga untuk memahami hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Utamanya, kita disarankan untuk banyak mengonsumsi air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Bagi Mommies yang sedang puasa, hal ini bisa dilakukan setelah berbuka sampai waktu sahur.
Masih mengutip detikHealth, berikut langkah pencegahan yang bisa Mommies dan keluarga lakukan:
Cuaca panas memang bikin tidak nyaman, Mommies. Selain itu, ada juga risiko kesehatan yang perlu diwaspadai. Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan langkah pencegahan sederhana, Mommies dan keluarga bisa tetap beraktivitas dengan aman tanpa mengabaikan kondisi tubuh.
BACA JUGA: Indonesia Resmi Menunda Akses Anak di Media Sosial Mulai 28 Maret 2026, dari YouTube hingga Roblox
Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Cover: Freepik