Viral TBC Bisa Sembuh dengan Herbal? Cek Penjelasan Dokter

Self

Mommies Daily・in 4 hours

detail-thumb

Viral klaim TBC bisa sembuh hanya dengan herbal. Dokter menjelaskan pengobatan TBC yang sebenarnya, cara penularan, dan langkah pencegahannya.

Belakangan ada yang sedang ramai, Mommies, yaitu pernyataan seorang influencer yang menyebut bahwa tuberkulosis (TBC) bisa dicegah bahkan diobati hanya dengan herbal. Klaim ini tentu tidak langsung diterima oleh masyarakat awam, bahkan beberapa mempertanyakannya.

Beberapa ahli medis seperti dokter membantah pernyataan tersebut. Mengutip detikHealth, Prof. dr. Agus Susanto, Sp.P., dokter spesialis paru, menjelaskan bahwa penyakit TBC harus diobati menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang diberikan berdasarkan resep dokter. Ia menekankan bahwa pengobatan TBC sudah diatur secara ketat dalam pedoman nasional dan internasional, seperti World Health Organization (WHO), Kementerian Kesehatan RI, dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Jika hanya mengandalkan herbal, infeksi bakteri pada penyakit TBC tidak akan sembuh.

BACA JUGA: 6 Perbedaan Batuk Biasa dan Batuk TBC, Mommies Harus Tahu!

Apa Itu TBC dan Penyebabnya?

Foto: brgfx/Freepik

Melansir laman Kemenkes, tuberkulosis yang biasa disingkat TBC merupakan penyakit menular akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, dengan organ yang paling sering terdampak antara lain paru-paru, tetapi juga bisa mengenai tulang belakang, kulit, otak, kelenjar getah bening, hingga jantung.

Bagaimana Penularan TBC?

Mommies mungkin sudah tahu bahwa penyakit TBC sangat menular. Masih mengacu laman Kemenkes, penularan TB terjadi ketika kuman yang berada di udara terhirup oleh orang lain. Hal ini biasanya terjadi saat penderita TB batuk atau bersin tanpa menutup mulut, sehingga bakteri menyebar ke udara melalui percikan dahak atau droplet.

Dalam sekali batuk, seseorang bisa mengeluarkan sekitar 3.000 percikan dahak yang mengandung hingga 3.500 bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sementara itu, satu kali bersin dapat melepaskan sekitar 4.500–1 juta bakteri ke udara. Setelah terhirup, bakteri akan masuk ke saluran pernapasan menuju paru-paru dan berpotensi menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Kelompok yang Paling Berisiko Terkena TBC

Umumnya, siapa pun yang berada di dekat penderita TBC berisiko tertular. Namun, ada kelompok yang paling berisiko terkena TBC, mulai dari anak-anak, penderita HIV/AIDS, penderita diabetes melitus, lansia, orang yang sering kontak langsung dengan penderita TBC, hingga perokok aktif.

Pengobatan TBC yang Benar Menurut Dokter

Foto: partystock/Freepik

Nah, topik viral yang dibahas adalah sebuah pernyataan influencer terkait TBC bisa sembuh hanya dengan herbal. Akan tetapi, itu tidak benar, ya, Mommies. Seseorang yang didiagnosis terkena TBC akan diberikan obat yang harus diminum secara rutin.

Penderita TBC perlu mengikuti tahapan pengobatan dengan seksama serta menjalani  pengobatan selama 6–8 bulan yang terbagi dalam dua tahap. Tahap awal (intensif), obat harus diminum setiap hari selama 2–3 bulan. Lalu, pada tahap akhir, obat diminum 3 kali dalam seminggu selama 4–5 bulan.

Cara Mencegah Penularan TBC

Penyakit TBC tentu bisa dicegah dengan gaya hidup yang sehat. Menurut Kemenkes, berikut langkah pencegahan yang bisa Mommies dan keluarga ikuti:

  1. Konsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
  2. Menjaga sirkulasi udara di rumah dengan rutin membuka pintu dan jendela setiap pagi agar cahaya matahari dan udara segar dapat masuk.
  3. Menjemur kasur atau alas tidur secara berkala untuk mencegah kelembapan.
  4. Memberikan vaksin BCG pada anak di bawah usia 5 tahun guna membantu mencegah TB berat, seperti meningitis TB dan TB milier.
  5. Melakukan aktivitas olahraga secara teratur, setidaknya dua kali dalam seminggu.
  6. Menghindari kebiasaan merokok.
  7. Tidak meludah atau membuang dahak sembarangan.
  8. Menerapkan etika batuk yang benar ketika batuk atau bersin.

Pengobatan TBC di Puskesmas Ditanggung BPJS

Dikutip dari CNN Indonesia, TBC menjadi salah satu penyakit dari 144 jenis penyakit yang biaya pengobatannya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Mommies dan keluarga bisa mendapatkan layanan dan pengobatan tanpa biaya dengan BPJS. Wakil Menteri Kesehatan RI pun menegaskan bahwa layanan dan pengobatan TBC tersedia secara gratis, seperti dikutip dari laman Kemenkes.

Berikut caranya:

  1. Datang ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama, seperti puskesmas, klinik, atau dokter umum yang bekerja sama dengan BPJS.
  2. Menjalankan pemeriksaan di faskes tingkat pertama. Jika perlu, pasien akan dirujuk ke faskes tingkat lanjutan (rumah sakit). Jika tidak perlu rujukan, pasien bisa menuntaskan pengobatan di faskes tingkat pertama.
  3. Jika pasien dirujuk ke faskes tingkat lanjutan, tunjukkan surat rujukan dari faskes tingkat pertama dan kartu BPJS yang masih aktif.
  4. Setelah dilakukan pemeriksaan di faskes tingkat lanjutan dan dinilai pasien masih bisa ditangani faskes tingkat pertama, dokter akan memberikan surat rujukan balik yang artinya pasien kembali ke faskes tingkat pertama untuk melakukan pengobatan.
  5. Jika masih perlu perawatan lebih lanjut, pasien akan diberikan surat kontrol ulang yang bisa digunakan saat pemeriksaan atau perawatan berikutnya.
  6. Pada kondisi tertentu, faskes tingkat pertama dapat merujuk pasien ke faskes tingkat lanjutan apabila pasien membutuhkan rawat inap.

Jadi, jangan mudah percaya dengan klaim kesehatan yang belum jelas kebenarannya, ya, Mommies. Jika ada gejala yang mencurigakan atau ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang TBC, sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.

BACA JUGA: Terbaru, Ini Daftar Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Ditulis oleh: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo

Cover: Wiroj Sidhisoradej/Freepik