7 Kesalahan Keuangan saat Lebaran yang Bikin THR Cepat Habis Menurut Financial Planner

Self

Mommies Daily・in 5 hours

detail-thumb

Menggunakan THR juga harus secara mindful supaya tidak boncos. Berikut kesalahan keuangan yang sering terjadi saat Lebaran dan tips dari financial planner.

Lebaran merupakan momen spesial yang identik dengan kumpul bersama keluarga, silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan. Di sisi lain, pengeluaran tambahan tentu tidak bisa dihindari. Mulai dari agenda buka bersama, belanja baju baru, menyiapkan hidangan khas Lebaran, hingga memberikan THR.

Selain itu, THR yang diterima pun terkadang terasa seperti numpang lewat saja. Padahal, mengelola THR juga penting supaya tidak cepat habis dan tetap bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan anak dan keluarga.

Untuk mengulik topik ini, Mommies Daily berkesempatan bertanya kepada Muty Djuhari, CFP®️, CIS®️, perencana keuangan dengan pengalaman 10 tahun dan aktif menjadi trainer, pembicara, serta membuka jasa konsultasi personal finance. Mommies juga bisa mengunjungi media sosial Muty melalui akun Instagram @myuts.

Menurutnya, ada beberapa kesalahan keuangan yang paling sering terjadi saat Lebaran.

BACA JUGA: Cara Mengatur THR Lebaran Biar Nggak Langsung Habis Menurut Pakar Finansial

Kesalahan Keuangan yang Paling Umum Terjadi saat Lebaran

Foto: Freepik

Muty menjelaskan bahwa kesalahan yang paling umum terjadi adalah menggunakan THR secara emosional atau tanpa perencanaan yang jelas. Kesalahan ini sering muncul karena banyak orang menganggap THR sebagai uang tambahan. Akibatnya, pengeluaran untuk baju baru, hampers, angpau, atau mudik dilakukan tanpa batas yang jelas.

“Padahal, THR juga bisa dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi finansial keluarga, misalnya melunasi utang konsumtif, menambah dana darurat, atau menyisihkan untuk tujuan finansial terdekat seperti uang pangkal sekolah anak,” sambungnya.

THR juga sangat bisa digunakan untuk kebutuhan di luar momen hari raya. Ia mengingatkan bahwa ada kebutuhan lain seperti kurban beberapa bulan kemudian, menabung, berinvestasi, serta rencana keuangan jangka panjang lainnya.

Mengapa Kesalahan Tersebut Sering Terjadi Setiap Tahun?

Foto: qalebstudio/Freepik

Mengapa kesalahan keuangan saat Lebaran sering terjadi setiap tahun? Muty menjelaskan bahwa keputusan keuangan sering diambil secara spontan saat hari raya karena Lebaran merupakan momen yang penuh emosi dan tradisi. Padahal, menurutnya, pengeluaran Lebaran adalah pengeluaran tahunan yang sebenarnya bisa disiapkan berbulan-bulan sebelumnya.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa setiap keluarga pasti memiliki prioritas keuangan yang berbeda. Misalnya fokus menyiapkan uang sekolah anak, mencicil utang, atau menabung untuk renovasi rumah. Kebutuhan-kebutuhan finansial tersebut bisa dipenuhi jika pengeluaran Lebaran dikelola dengan baik.

“Penting untuk berani membuat batasan,” tegasnya. “Misalnya tidak terlalu jor-joran saat mudik atau menyesuaikan pengeluaran dengan kondisi keuangan keluarga.”

Apa yang Bisa Dilakukan agar Gaji Bulanan Tidak Tercampur dengan THR?

Nah, ada cara mudah untuk memisahkan gaji bulanan dengan THR, Mommies. Menurut Muty, cara paling sederhana adalah memisahkan THR dengan mentransfernya ke rekening yang berbeda sejak awal. Setelah itu, Mommies bisa membuat alokasi atau budgeting sebelum mulai berbelanja kebutuhan Lebaran.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar sebagian THR disisihkan untuk melunasi utang konsumtif, menambah dana darurat, atau memenuhi tujuan finansial keluarga. Jadi, selain untuk kebutuhan Lebaran, kebutuhan finansial lainnya juga tetap bisa terpenuhi dengan menyisihkan THR.

“Jika memungkinkan, sebagian juga bisa dialokasikan untuk tabungan atau investasi jangka panjang, sehingga THR tidak hanya habis untuk konsumsi saat Lebaran,” pungkasnya.

BACA JUGA: Panduan Besaran THR untuk ART, Babysitter, Supir, dan Keluarga Menurut Pakar Finansial

Ditulis oleh: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo

Cover: Freepik