Sorry, we couldn't find any article matching ''

Cara Mengatur THR Lebaran Biar Nggak Langsung Habis Menurut Pakar Finansial
Ini cara mengatur THR Lebaran agar tidak cepat habis menurut pakar finansial. Lengkap dengan prioritas pengeluaran dan simulasi budgeting.
Hati-hati, Mommies. Jangan sampai THR hanya jadi uang lewat saja. Banyak orang merasa THR cepat habis dalam waktu singkat, mulai dari pengeluaran untuk kebutuhan hari raya, membeli baju baru, mudik, hingga memberi angpau.
Supaya THR tidak langsung habis, Mommies Daily bertanya kepada pakar finansial mengenai cara mengatur THR Lebaran dengan lebih bijak. Menurut F.D.V. Wulansari, CFP.—Financial Trainer di QM Financial—ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti memprioritaskan pengeluaran wajib dan membuat alokasi dana yang jelas. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
BACA JUGA: Mau Bagi-Bagi THR? Ini Cara Tukar Uang Baru 2026
Tips Mengatur THR agar Tidak Cepat Habis

Foto: www.kaboompics.com/Pexels
Menurut Financial Trainer Wulansari, kunci mengatur THR agar tidak cepat habis ada dua, yaitu mengalokasikan dana secara cermat dan menyesuaikannya dengan prioritas kebutuhan. Mengalokasikan THR secara cermat dapat membantu Mommies melihat kebutuhan apa saja yang harus diprioritaskan.
Beberapa tips mengatur THR lainnya meliputi:
- Memisahkan dana sejak awal agar tidak tercampur dengan saldo harian.
- Membelanjakan kebutuhan Lebaran lebih awal sebelum harga naik dan toko langganan tutup.
- Jika berencana mudik, amankan dana operasional seperti bensin, tol, tiket balik, pemeliharaan kendaraan, dan lainnya.
Begitu menerima THR, Financial Trainer Wulansari menyarankan agar dana tersebut langsung dipisahkan dari dana harian. Caranya bisa dengan membuat beberapa kantong digital untuk memisahkan alokasi dana sesuai kebutuhan, misalnya kantong untuk mudik, belanja Lebaran, atau kebutuhan lainnya.
Prioritas Pengeluaran THR Lebaran
Mengelola pengeluaran THR berarti melihat apa saja yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Financial Trainer Wulansari menyebutkan bahwa prioritas pertama adalah pengeluaran yang bersifat wajib, misalnya:
- Zakat: Baik zakat fitrah maupun zakat mal.
- Hak orang lain: Pemberian THR untuk asisten rumah tangga (ART), sopir, atau pengasuh anak.
- Utang konsumtif: Jika memiliki utang berbunga tinggi, gunakan THR semaksimal mungkin untuk melunasi sebagian atau sepenuhnya.
- Menurut pakar, hal ini penting untuk meringankan beban finansial setelah Lebaran.
- Kebutuhan hari raya: Misalnya biaya mudik, sedekah, atau angpau untuk keluarga dan kerabat dekat.
- Tabungan kurban: Penting untuk menyisihkan dana kurban jika mampu, mengingat Iduladha tidak terlalu lama setelah Idulfitri.
Pembagian Ideal THR untuk Tabungan, Zakat, dan Hiburan

Foto: Nataliya Vaitkevich/Pexels
Mommies mungkin mencari referensi pembagian atau alokasi dana yang ideal untuk berbagai kebutuhan tersebut. Namun, pembagian dana tentu bergantung pada kondisi masing-masing keluarga. Ideal bagi orang lain belum tentu ideal bagi Mommies, ya.
Financial Trainer Wulansari membagikan formula sederhana yang bisa diterapkan untuk mengelola THR, yaitu:
- Menyelesaikan terlebih dahulu semua pengeluaran yang bersifat wajib atau menjadi prioritas utama.
- Menggunakan sisa dana dengan pembagian 50:50, yaitu 50% untuk dana darurat, tabungan, atau investasi dan 50% untuk hiburan seperti makan-makan, jalan-jalan, atau membeli barang yang diinginkan.
Simulasi Budgeting THR + Contoh Template
Mommies bisa menerapkan formula tersebut untuk membuat budgeting dari uang THR. Sebagai contoh, Financial Trainer Wulansari membagikan simulasi alokasi THR sebesar Rp12 juta sebagai berikut:
- Zakat dan sedekah: Rp1.000.000
- THR ART/sopir: Rp1.500.000
- Tabungan kurban: Rp2.500.000
- Biaya hari raya dan mudik: Rp4.000.000
- Sisa dana: Rp3.000.000 (dibagi dengan perbandingan 50:50, yaitu 50% untuk tabungan/investasi dan 50% untuk hiburan atau belanja)
Biasanya banyak orang membuat budgeting menggunakan spreadsheet atau Excel. Aplikasi tersebut memang umum digunakan untuk perhitungan karena memiliki banyak fungsi matematika. Selain itu, keberadaan template finansial juga memudahkan saat menyusun budgeting. Mommies bisa melihat salah satu contohnya pada template berikut.

Foto: Template THR Tracker
Pakar perencana keuangan menyarankan agar THR tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif saat Lebaran, tetapi juga dimanfaatkan untuk rencana jangka panjang, seperti tabungan atau investasi. Dengan membuat alokasi yang jelas sejak awal, THR dapat membantu memenuhi kebutuhan hari raya sekaligus mendukung tujuan keuangan keluarga.
BACA JUGA: 13 Ide Hadiah Lebaran untuk Anak Selain Uang THR
Ditulis oleh: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Cover: RDNE Stock project/Pexels
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS