
Ini kata dokter spesialis gizi soal tips makan saat sahur, menu sahur dan buka puasa bergizi seimbang untuk anak, hingga vitamin yang dibutuhkan saat puasa.
Mommies dan Daddies yang punya si kecil yang mulai belajar berpuasa? Pasti selain drama bangun sahur, ada satu pertanyaan yang sering muncul di kepala, “Gimana, ya, supaya anak tetap kuat puasa tapi nutrisinya nggak keteteran?”
Tenang, kekhawatiran itu wajar banget! Menyiapkan si kecil untuk berpuasa memang bukan cuma soal melatih kesabaran dan mental, tapi sebagai orang tua juga harus memastikan asupan gizinya tetap optimal supaya tumbuh kembangnya nggak terganggu.
Soalnya, nggak mau, kan, kalau di sekolah nanti si kecil malah lemas karena lapar atau sebaliknya mengantuk di jam belajar.
BACA JUGA: MD Ask the Expert: Mau Gigi Anak Sehat? Ini Kata Dokter Gigi!
Sahur itu ibarat “bekal” si kecil sebelum perjalanan panjang untuk mampu berpuasa seharian. Kalau bekalnya kurang tepat, ya bisa ketebak, baru siang sudah lemas dan minta batal puasa, deh!
Supaya nggak cepat lapar, Mommies bisa memberikan menu sahur yang ideal dan bergizi kepada anak, yaitu harus mengandung karbohidrat kompleks (seperti nasi merah, oat, atau roti gandum) dan protein yang cukup (telur, ayam, ikan, atau tahu tempe). Kombinasi ini bekerja lebih lama di dalam tubuh, jadi energi si kecil lebih tahan lama dan rasa laparnya nggak datang terlalu cepat.
Yang perlu dihindari adalah jangan kasih makanan yang terlalu manis atau tinggi gula saat sahur, ya, Mommies dan Daddies! Makanan seperti ini bisa memicu insulin spike — yang justru bikin si kecil malah cepat lapar lagi setelah beberapa jam. Drama banget, kan?
Jangan lupa untuk selipkan sayur dan buah di menu sahur. Serat dari keduanya nggak cuma baik untuk pencernaan, tapi juga membantu menjaga hidrasi tubuh si kecil lebih lama selama seharian berpuasa.
Mommies dan Daddies pasti paham situasinya setelah seharian puasa. Godaan untuk langsung makan banyak itu nyata adanya! Tapi justru di sinilah peran orang tua sangat penting untuk membimbing si kecil berbuka dengan cara yang benar.
Prinsip utama berbuka puasa adalah mengembalikan kadar gula darah secara bertahap, bukan sekaligus. Caranya?
Mulailah dengan takjil yang sehat seperti kurma atau buah segar. Selain sunnah, kurma dan buah secara ilmiah memang efektif mengembalikan energi dengan cepat tanpa membebani dan bikin kaget lambung. Bandingkan dengan gorengan yang tinggi lemak jenuh. Memang enak sih, tapi berat di perut dan kurang optimal untuk pemulihan energi si kecil.
Setelah makan takjil dan istirahat sejenak, barulah lanjut ke makan besar.
BACA JUGA: Resep Takjil Ramadan yang Lebih Sehat dari Gorengan
Masih ada beberapa hal lain yang perlu Mommies dan Daddies ketahui untuk memenuhi gizi seimbang pada anak saat mulai belajar puasa dan sudah mulai berpuasa. Semuanya Mommies Daily bahas bersama dr. Karina Marcella, Sp.GK di segmen MD Ask the Expert yang bisa ditonton di kanal YouTube Mommies Daily atau dengan klik video di bawah ini.
Cover: Mommies Daily