
Media sosial ramai membahas kisah wanita yang mengidap kista berukuran 33 cm hingga membuat perut tampak buncit. Simak penjelasan tentang kista di sini.
Belum lama ini ada unggahan yang viral di media sosial tentang perempuan yang mengalami operasi pengangkatan kista sebesar 33 cm, Mommies. Lewat akun TikTok @_princessyun_, Yosie bercerita bahwa kista yang tumbuh di ovariumnya mulanya membesar hampir tanpa gejala.
Selain itu, siklus menstruasinya juga tampak normal. Ia tidak tahu pasti kapan kista itu mulai tumbuh, apakah secara cepat atau bertahun-tahun, tetapi perutnya yang kerap terasa kembung, buncit, dan keras meningkatkan kecurigaannya.

Ia didiagnosis memiliki kista neoplasma, yaitu kista yang terjadi karena perubahan gen sehingga ada sel yang eror dan tumbuh tak terkontrol menjadi kista. Selain itu, kistanya tumbuh di ovarium. Dikutip dari detikHealth, Yosie juga menjelaskan bahwa pola hidup (tingkat stres, olahraga, jam tidur, dkk), pola makan, dan hormon memengaruhi pertumbuhan kistanya.
Wanita berusia 27 tahun itu menjalankan operasi pengangkatan kista di Penang, Malaysia. Untuk kasusnya, satu ovarium dan satu tuba falopi harus diangkat sehingga ia masih bisa hamil karena rahimnya tidak terdampak.
BACA JUGA: Visum Korban Kekerasan Seksual Tidak Lagi Ditanggung Negara, Ini Dampaknya!
Dikutip dari Cleveland Clinic, kista (cyst) adalah kantung tertutup yang dapat tumbuh di tubuh bagian mana saja. Umumnya, benjolan ini sering terbentuk di kulit, payudara, ovarium, dan ginjal. Biasanya, kista dapat berisi cairan, nanah, udara, atau benda padat. Ukurannya pun bervariasi, mulai dari mikroskopis hingga sangat besar.
Beberapa kista bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan, Mommies. Meski begitu, tetap harus diperiksa jika muncul atau terasa benjolan di tubuh.
Penyebab terbentuknya kista dapat terjadi karena berbagai alasan. Berikut beberapa di antaranya:
Pengalaman menderita kista ovarium bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Mommies mungkin saja tidak merasa sakit sama sekali, ada rasa tidak nyaman, nyeri tajam atau nyeri tumpul, dan nyeri di bagian tertentu saat menstruasi.

Mommies juga bisa mengetahui berbagai gejala dan pengobatan kista supaya lebih aware. Nggak hanya itu, penting juga untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari kerugian yang disebabkan oleh kista.
Melansir laman Cleveland Clinic, gejala kista bisa berbeda-beda tergantung tipe dan lokasinya. Beberapa kista berukuran kecil menunjukkan tanpa gejala, Mommies bahkan tidak akan sadar punya kista. Nah, kista ovarium berukuran besar bisa menunjukkan gejala berikut:
Pengobatan kista ovarium tergantung pada gejala, tipe, dan penyebab kista. Mommies bisa diberikan pilihan yang mencakup pemantauan berkala, pemberian obat, dan operasi pengangkatan kista.
Merujuk pada laman Max Healthcare, pilihan gaya hidup dapat memengaruhi pembentukan kista ovarium. Bahkan penyesuaian kecil dan rutin pada rutinitas sehari-hari dapat menghasilkan hasil yang signifikan. Secara umum, berikut beberapa gaya hidup yang harus dijaga:
Nah, apakah kista berbahaya jika didiamkan? Tergantung pada jenis dan penyebabnya, ya, Mommies. Menurut laman Cleveland Clinic, beberapa kista ovarium nggak perlu pengobatan dan akan hilang dengan sendirinya seiring waktu. Beberapa yang lain perlu pengobatan atau pengangkatan segera karena berkaitan dengan kondisi kesehatan yang lebih serius. Jadi, Mommies tetap perlu mendiskusikan dengan layanan kesehatan dan cari tahu hal yang sebaiknya dilakukan.
Penyakit kista memang sering dikaitkan dengan perempuan, Mommies. Selalu jaga pola hidup yang sehat supaya bisa terhindar dari penyakit ini. Semoga kita semua tidak ada yang mengalami penyakit kista, ya!
BACA JUGA: 20 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Jantung, Enak dan Gampang Diolah
Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Cover: ArtPhoto_studio/Freepik