
Bridgerton Season 4 Part 1 sudah tayang di Netflix. Dari kisah Benedict dan Sophie, simak pelajaran relationship tentang cinta, kejujuran emosi, hingga batasan sosial.
Serial Netflix Bridgerton Season 4 Part 1 resmi tayang di Netflix pada 29 Januari 2026 lalu. Dalam empat hari penayangannya, kisah yang diadaptasi dari novel Julia Quinn ini telah melampaui 39,7 juta penayangan, dan masih akan terus bertambah.
Di musim keempat ini kisahnya fokus pada anak si anak kedua, Benedict Bridgerton (Luke thompson), sosok playboy yang merasa dirinya tidak akan pernah menikah. Namun, semua itu pupus ketika dia justru jatuh cinta pada sosok wanita bergaun perak yang ditemuinya di pesta topeng sang ibu, Violet Bridgerton.
Pencarian Benedict pun dimulai dan ternyata tidak menemukan titik terang. Di saat yang sama, dia terlibat hubungan yang tidak disengaja dengan Sophie Baek (Yerin Ha), seorang pelayan yang dibantunya saat di pedesaan. Hubungan mereka pun semakin berkembang, apalagi setelah Benedict mempekerjakan Sophie di rumah ibunya. Terhalang oleh kasta, Benedict pun harus menghadapi dilema ketika dia jatuh cinta pada Sophie.

Tidak hanya kisah Benedict dan Sophie, di musim keempat ini Mommies akan kembali diajak melihat kelanjutan kisah Penelope sebagai Lady Whistledown, rumah tangga newlyweed Francesca dan John, sampai taman bunga Violet yang mulai mereka.
Walau baru tayang 4 episode, tetapi sudah ada banyak pelajaran relationship yang bisa diambil dari Bridgerton Season 4 Part 1 ini. Apa saja, ya? Lihat daftarnya di bawah ini!

Pelajaran pertama dipetik dari kisahnya Benedict. Dia jatuh cinta pada sosok Lady in Silver (LiS) yang dia temui di pesta topeng ibunya. Sayangnya, terlalu fokus pada sosok LiS yang dikenal sesaat, sampai dicari-cari ke pelosok kota, bikin Benedict jadi ragu-ragu sama perasaannya pada Sophie yang jelas ada di depan mata. Sebab yang dicintai Benedict itu adalah bayangan LiS yang sama sekali tidak dikenalnya, berbeda dengan sosok Sophie yang selalu menemani dia.

Masih belajar dari Benedict, untuk membangun hubungan yang mendalam dengan pasangan, seseorang harus berhenti bersembunyi di balik persona dirinya dan berani jujur secara emosional. Benedict pun mencoba berhenti menjadi sosok yang tidak serius, suka bermain-main dengan perempuan (dan laki-laki), sampai bersembunyi dari kepribadiannya yang asli. Semua itu dia lakukan demi bisa mengenal Sophie lebih dalam.

“Jika wanita ini penting bagi Anda, jangan biarkan dia seperti salah satu proyek di ruang kerja Anda., sesuatu yang anda sukai hari ini, tapi Anda lupakan besok.” Saran Mrs. Crabtree itu jadi seperti cambuk untuk Benedict agar lebih serius berusaha dalam mengejar cintanya. Hal yang sama juga bisa kita terapkan dalam kehidupan kita.

Sophie punya sosok yang sederhana, praktis, dan sangat membumi, karena setengah hidupnya dihabiskan lingkungan pelayan. Sifat Sophie itu membawa stabilitas dalam hidup Benedict yang bebas dan kadang sinis dalam menilai dirinya sendiri. Sophie bisa membuat adik Anthony itu jadi lebih fokus dalam menjalani hidup dan mulai memikirkan masa depan. Pesannya, pasangan yang tepat bisa membantu kita tetap berpijak di tanah dan kembali menemukan tujuan hidup.

Alur ceritanya mengeksplorasi dinamika kuasa antara bangsawan dan pelayan, Benedict yang merupakan anak keluarga kaya dengan Sophie si pelayan. Hal ini memperlihatkan kalau cinta sejati harus bisa melewati batas struktural dan sosial dengan menghargai pribadi seseorang, bukan melihat dari statusnya.

Seperti Violet Bridgerton, meski sudah punya delapan anak dan ditinggal suami meninggal puluhan tahun, dia tetap bisa menemukan cinta baru dan tidak ragu untuk mengejarnya. Hal ini jadi semangat bagi kita yang merasa sudah tidak bisa lagi menemukan cinta di usia yang sudah tak lagi muda dengan kondisi serupa. Taman kita masih bisa berbunga juga. Kita pasti bisa!

Melanjutkan season sebelumnya, rumah tangga Colin dan Penelope terlihat tetap mesra dan ‘panas’ walau sudah memiliki anak. Saling mendukung dan rutin melakukan aktivitas ranjang yang jadi salah satu kunci kemesraan hubungan mereka.

Kisah Francesca yang ternyata tak pernah merasakan ‘klimaks’ bersama John juga jadi pelajaran bahwa masalah seks juga perlu dibicarakan dengan pasangan. Untungnya Francesca mau berusaha keluar dari masalah itu dengan meminta pendapat Penelope dan Violet. Di akhirnya, Francesca pun membicarakan hal itu dengan suaminya.

Sejak awal season 4, Lady Danbury diceritakan ingin pulang kampung. Dia pun pelan-pelan meminta persetujuan sahabat sekaligus ratunya, Queen Charlotte. Sayangnya, sang ratu terang-terangan menolak dan tidak memberikan izin. Akhirnya mereka jadi bertengkar hebat. Belajar dari itu, penting juga buat menghargai keputusan dan keinginan sahabat kita.

Karena tidak tahu background kehidupan Sophie, dan menyangka dia pelayan biasa, Benedict memberikan tawaran menjadi gundiknya. Hal itu dianggap Benedict sebagai jalan keluar terbaik untuk memperbaiki kehidupan Sophie, yang bisa dia tawarkan dari posisinya. Ini jadi pelajaran banget untuk kita semua agar lebih mengenal pasangan sebelum melakukan atau menawarkan sesuatu. Tujuannya tentu agar tidak menyinggung mereka.
BACA JUGA: Pelajaran Relationship dari Dracin Shine On Me yang Bisa Diajarkan ke Anak
Baru empat episode tapi sudah ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari Bridgerton Season 4. Part 2-nya akan tayang tanggal 26 Februari mendatang. Kalau Mommies belum nonton, langsung segera lihat di Netflix, ya.
Foto: Instagram/bridgertonnetflix