
Jangan taruh semua uang di satu tempat, berikut investasi yang bisa dipilih oleh pasangan baru menikah, ada plus-minusnya langsung dari pakar finansial!
Investasi bisa menjadi cara untuk menambah penghasilan pasangan menikah, apalagi yang baru menjadi pasutri baru. Dengan strategi yang tepat, investasi juga dapat membantu pasangan membangun fondasi keuangan yang lebih stabil untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.
Bertanya langsung kepada F.D.V. Wulansari, CFP.—Financial Trainer di QM Financial, ada hal-hal yang perlu didiskusikan dan disepakati bareng pasangan sebelum menentukan instrumen investasi yang cocok. Mommies dan pasangan juga bisa sambil mempelajari beragam jenis investasi dan plus-minusnya. Baca artikel ini sampai selesai untuk penjelasan yang lebih lengkap dari pakar finansial!
BACA JUGA: Suami Istri Lebih Baik Rekening Bersama atau Pisah? Ini Kata Pakar Finansial!

Berdiskusi tentang keuangan memang sebaiknya dilakukan sejak sebelum menikah, termasuk jika berencana berinvestasi di masa depan. Financial Trainer Wulansari pun menyebutkan bahwa ngobrol dengan pasangan tentang finansial idealnya dilakukan sebelum menikah karena sekalian premarital financial check up.
“Kenali kebiasaan dan pengetahuan keuangan, termasuk profil risiko, dan selaraskan cara pengelolaan uang,” lanjutnya tentang beberapa topik finansial yang bisa didiskusikan.
Selanjutnya, dijelaskan juga bahwa ada tiga hal yang perlu didiskusikan dan disepakati bersama pasangan sebelum benar-benar berinvestasi, yaitu:
“Pastikan kita kenali produk investasi yang mau kita beli, jangan asal memilih,” tegas Financial Trainer Wulansari.

Setelah berdiskusi dan menyepakati beberapa hal, Financial Trainer Wulansari selanjutnya memberikan beberapa pilihan investasi untuk pemula yang bisa berguna untuk pasangan baru menikah, termasuk kelebihan dan kekurangannya. Berikut tiga pilihannya:
Kelebihan:
Kekurangan:
Kelebihan:
Kekurangan:
Kelebihan:
Kekurangan:
Selain ketiga produk investasi tersebut, pasutri baru juga bisa mempertimbangkan emas (logam mulia). Financial Trainer Wulansari menjelaskan bahwa harga emas kini cenderung naik secara cukup konsisten. Namun, tetap ada risiko-risiko yang menyertai, seperti risiko selisih antara harga jual dan harga beli yang cukup signifikan, risiko likuiditas jika membeli dengan gramasi besar, serta tetap ada risiko terjadinya fluktuasi harga.
“Jika sudah punya pengetahuan dan pengalaman investasi lebih, bisa pelajari dan eksplorasi produk lain yang risikonya lebih tinggi dengan harapan imbal hasil juga lebih baik.” tutupnya.
BACA JUGA: Sering Terjadi di Awal Pernikahan: 12 Kesalahan Finansial Pasangan Baru Menikah
Ditulis oleh: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Cover: pressfoto/Freepik