Sorry, we couldn't find any article matching ''

Orang Tua Baru Wajib Tahu: Ini Tips Belanja Kebutuhan Bayi Tanpa Over Budget
Agar terhindar dari belanja impulsif yang berpotensi membuat anggaran membengkak, lakukan tips belanja kebutuhan bayi berikut. Cermat dan hemat.
Sebagai orang tua baru yang lagi OTW punya bayi, pasti berjuta rasanya. Rasa haru, sukacita dan cemas jadi satu. Salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu saat menanti kelahiran sang buah hati yaitu berbelanja kebutuhan bayi.
Antara kebutuhan perlengkapan untuk menunjang perawatan bayi, plus keinginan mendekor kamar bayi, mendadani bayi dan tergemas-gemas dengan segala aksesoris dan perintilannya, membuat kebutuhan berbelanja jadi bias. Belum lagi, paparan klaim-klaim marketing “wajib punya” yang berpotensi menggoda iman untuk membeli secara impulsif. Butuh atau ingin?
Sebelum memborong segala perlengkapan yang belum tentu dibutuhkan, sebaiknya mommies lakukan perencanaan belanja terlebih dahulu. Sebab, perlengkapan bayi sangat banyak, dan tak sedikit yang harganya tinggi. Sehingga, perlu direncanakan dengan cermat dan sadar, agar berbelanja sesuai anggara, dan tidak membengkak. Ini tips belanja kebutuhan bayi untuk orang tua baru.
Baca juga: 8 Tanda Penting Bayi Cukup ASI yang Mudah Dikenali Mommies
Tips Belanja Kebutuhan Bayi dengan Cermat Agar Anggaran Tidak Membengkak
1. Buat rencana anggaran sesuai skala prioritas
Tips belanja kebutuhan bayi yang pertama: buatlah rencana anggaran, daftar barang yang perlu dibeli dan tentukan prioritasnya. Ini akan membuat kegiatan belanja menjadi fokus. Contoh, kebutuhan paling utama yaitu baju bayi newborn, popok, botol bayi, penyimpanan ASIP, dan seterusnya. Kemudian, untuk barang-barang besar seperti carseat, stroller, ada di prioritas nomor berapa? Jika sangat diperlukan, maka anggarannya perlu disiapkan. Jika belum terlalu diperlukan, makan dapat dimasukkan ke dalam daftar prioritas nomor 2 atau 3 dan seterusnya.
2. Beli yang paling penting
Saya ingat betul, dahulu ayah saya selalu bilang saat membeli barang: beli yang paling penting, bukan beli yang penting. Mindset ini akan membuat kita lebih mindful dalam berbelanja dan menghindari dari perilaku belanja impulsif, sehingga anggaran aman.
3. Belanja kebutuhan bayi secara bertahap
Tidak semua barang perlu dibeli sekaligus. Seiring berjalan waktu, terkadang, yang kita pikir perlu di awal ternyata tidak terpakai. Untuk menghindari hal ini, ingat kembali skala prioritas, dan tundalah membeli barang hingga waktu kebutuhannya tiba. Sebagai contoh, membeli baby chair dan perlengkapan makan bayi bisa dilakukan jelang usia bayi 6 bulan.
4. Tips belanja kebutuhan bayi: kombinasikan ukuran baju bayi

Foto: tips belanja kebutuhan baju bayi, Image by valeria_aksakova on Freepik
Bayi pada umumnya cepat bertumbuh apabila asupan ASI-nya optimal. Sehingga, cukup cepat beralih dari pakaian newborn ke pakaian usia bayi 3 bulan ke atas. Jadi, mommies bisa membeli baju newborn secukupnya dan kombinasikan dengan ukuran di atasnya agar lebih hemat.
5. Gunakan barang bayi preloved yang masih layak
Punya saudara yang masih memiliki baju dan barang-barang bayi layak pakai? Tak perlu gengsi menggunakannya. Apabila masih layak pakai, manfaatkanlah. Selain berhemat, juga ramah lingkungan.
6. Prioritaskan kualitas barang untuk waktu pakai yang lama

Foto: stroller bayi dari Image by senivpetro on Freepik
Misalnya perlu membeli stroller; mommies bisa coba mencari stroller yang dapat digunakan dari bayi baru lahir hingga 5 tahun. Begitu juga dengan tas ASIP. Pilihlah yang berbahan kuat, berhubung mommies akan pakai selama 2 tahun.
7. Sewa barang untuk masa pakai singkat
Untuk barang-barang yang dipakai dengan singkat, seperti kursi mandi bayi, rocking chair, mainan bayi, cobalah untuk memilih opsi sewa. Lumayan kan, nggak numpuk barang di rumah, nggak repot menyingkirkannya dan ramah lingkungan juga.
8. Hindari belanja barang bayi yang tidak perlu
Upayakan tidak membeli barang hanya karena lucu dan murah. Fokuslah pada fungsi barang dan kebutuhannya supaya anggaran tidak membengkak.
9. Kombinasikan penggunaan barang sekali pakai dengan barang berkali-kali pakai

Foto: cloth diaper atau popok kain, Earthnappy.com
Misalnya perlak bayi dan popok. Kecuali untuk kebutuhan traveling, gunakanlah perlak (alas ompol) bayi dari bahan karet/katun dengan lapisan anti air yang relatif awet. Begitu juga dengan popok. Selingi penggunaan popok sekali pakai dengan clodi atau cloth diaper. Ini akan membuat anggaran lebih terkendali.
10. Minta saran dari orang yang berpengalaman
Orang tua, kakak, adik atau teman yang sudah lebih dahulu punya bayi akan bisa berbagi tips dan pengalaman tentang penggunaan barang-barang bayi, sehingga menghindarkan mommies dari belanja barang yang tidak terlalu penting.
11. Belanja kebutuhan bayi dengan memanfaatkan promo dan diskon
Tips belanja kebutuhan bayi yang terakhir, tapi tak kalah penting: manfaatkan belanja di toko online saat payday, tanggal kembar dan promo-promo di momen tertentu. Ini menjadi opsi untuk belanja pintar dan hemat!
Baca juga: MD New Parents 101: Rekomendasi Krim untuk Atasi Ruam Popok Bayi
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS