banner-detik
PARENTING & KIDS

Kisah Bilqis: Balita Makassar yang Diculik dan Ditemukan Selamat, serta Pelajaran untuk Orang Tua

author

Mommies Daily11 Nov 2025

Kisah Bilqis: Balita Makassar yang Diculik dan Ditemukan Selamat, serta Pelajaran untuk Orang Tua

Bilqis, anak berusia 4 tahun asal Makassar ditemukan selamat di Jambi usai hilang hampir sepekan. Ketahui lagi cara menjaga anak di sini.

Kali ini ada kasus yang bikin Mommies dan Daddies kembali diingatkan bahwa penting untuk terus memperhatikan anak, terutama di tempat umum.

Melansir detikSulsel, balita berusia 4 tahun bernama Bilqis menjadi korban penculikan di Taman Pakui Sayang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (3/11/2025). Saat kejadian, ayah Bilqis bernama Dimas (34) sedang bermain tenis sementara anaknya bermain di playground samping lapangan tenis. Dimas rutin memanggil putrinya untuk memastikan kehadirannya, sampai akhirnya pada panggilan ketiga Bilqis tak lagi menjawab. Insiden ini terjadi sekitar pukul 9 pagi.

Menurut rangkuman detikSulsel, Dimas langsung menghentikan permainan dan mencari putrinya di sekitar lokasi. Ia juga sempat menghubungi istrinya, mengira Bilqis sudah dijemput. Namun, istrinya menjawab tidak ada.

Dimas dan istrinya juga dibantu oleh rekan-rekannya kerap mencari putrinya yang hilang hingga Senin pagi. Hari itu, Dimas berhasil memperoleh rekaman CCTV dari sebuah kafe di sekitar Taman Pakui Sayang.

Rekaman CCTV menunjukkan anaknya digandeng seorang perempuan dengan buru-buru. Pihak kepolisian pun juga terlibat dan melakukan penyelidikan.

BACA JUGA: Mencegah Penculikan pada Anak, Ini Cara yang Harus Orang Tua Tahu!

Hilang Sepekan, Bilqis Ditemukan di Jambi

Foto: Nur Hidayat/detikSulsel

Kasus penculikan balita ini menemui akhir yang bahagia, Mommies dan Daddies. Pada Sabtu (8/11) malam, sekitar enam hari atau hampir sepekan setelah dinyatakan hilang, Bilqis ditemukan dalam kondisi selamat di Jambi, Provinsi Sumatera.

Polisi mengungkap Bilqis sempat dijual tiga kali sebelum akhirnya ditemukan selamat.

Berikut kronologinya:

  • Pelaku utama, SY, membawa Bilqis dari taman ke kosannya lalu menjual korban melalui Facebook.
  • Pelaku kedua, NH, berminat dan membeli korban seharga Rp3 juta. Ia menjemput korban dari Makassar ke Jambi. Selanjutnya, ia menjual kembali korban ke pelaku berikutnya dengan dalih membantu keluarga yang tidak bisa punya anak.
  • Pelaku ketiga dan keempat, MA dan AS, membeli korban sejumlah Rp30 juta dari NH. Lalu menjual kembali korban seharga Rp80 juta ke suku dalam Jambi.

Apakah Mommies dan Daddies ada yang merasa janggal? Dari lokasi penculikan dan lokasi ditemukannya yang sudah menyeberangi pulau memunculkan dugaan bahwa kasus ini ada kaitannya dengan sindikat perdagangan anak yang lebih besar. Polisi pun masih menyelidiki kemungkinan tersebut.

Modus Penculikan: Adopsi

Menurut laporan detikaSulsel, polisi sudah menetapkan 4 tersangka dalam kasus penculikan Bilqis, yaitu SY, NH, MA, dan AS. Keempatnya terjerat pasal tentang Perlindungan Anak dan pasal tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang serta terancam hukuman penjara 15 tahun.

Sebelumnya, NH berdalih menjual korban untuk membantu pasangan yang tidak punya anak, yaitu MA dan AS. Faktanya, NH sudah melakukan tiga kali transaksi serupa dengan MA. Sementara, MA sudah menjual anak sebanyak sembilan kali.

Polisi juga mengungkap modus di balik penculikan Bilqis adalah adopsi. Modus itu berlangsung melalui grup Facebook. Para pelaku kerap berkomunikasi, menawarkan, atau mencari di grup tersebut.

Saat Anak Hilang, Apa yang Harus Orang Tua dan Keluarga Lakukan?

Foto: Freepik

Tentunya tidak ada orang tua yang ingin hal ini terjadi kepada anaknya. Persoalan penculikan anak memang harus diwaspadai setiap saat. Ketika anak hilang di tempat umum atau keramaian, alangkah baiknya bila Mommies dan Daddies tidak panik. Meskipun itu adalah reaksi alamiah seorang orang tua, tetapi panik membuat seseorang tidak bisa berpikir jernih. Sebab di sini Mommies dan Daddies perlu berpikir kemungkinan-kemungkinan anak berada di mana.

Dirangkum dari beberapa sumber, berikut yang harus dilakukan orang tua dan keluarga ketika anak hilang baik di rumah maupun di tempat umum:

1. Hilang di Rumah: Cek Semua Sudut dan Ruangan

Menurut laman NCMEC, orang tua bisa terlebih dahulu memeriksa setiap sudut atau ruangan yang memungkinkan anak bersembunyi, misalnya lemari, tumpukan baju, di bawah kasur, di dalam alat elektronik berukuran besar (mesin cuci misalnya), di kendaraan, di bawah tangga, atau di tempat lain yang bisa muat oleh anak kecil.

2. Cek Tempat Terakhir Anak Terlihat

Segera kembali ke lokasi terakhir di mana anak terlihat. Periksa area secara detail, termasuk sudut-sudut ruangan, kamar mandi, tangga darurat, toko terdekat, atau tempat yang biasa anak minati (misalnya area bermain, toko mainan, atau rak buku favorit). Tetap tenang agar Mommies dan Daddies bisa berpikir jernih, dan coba ingat detail pakaian yang dikenakan anak untuk memudahkan pencarian.

3. Hubungi Pasangan atau Keluarga

Seperti yang Dimas, ayah dari Bilqis, lakukan, hubungi pasangan atau keluarga lainnya yang sedang tidak bersama kalian dan tanyakan apakah mereka sedang bersama anak Mommies dan Daddies atau tidak. Jika hasilnya negatif, minta tolong mereka untuk membantu menyebarkan informasi dan melakukan pencarian di area yang berbeda.

4. Tanya Orang Sekitar

Tanyakan kepada orang-orang di sekitar apakah mereka melihat anak berjalan ke arah tertentu. Sertakan ciri fisik dan pakaian anak saat bertanya. Semakin banyak orang yang mengetahui situasi, semakin besar kemungkinan anak cepat ditemukan.

5. Hubungi Pihak Berwenang

Bila dirasa semua cara sudah dilakukan, Mommies dan Daddies perlu segera melaporkan ke pihak berwenang. Jika sedang berada di restoran atau mal, orang tua bisa menghubungi security toko atau tempat yang lagi dikunjungi. Jika tidak, seseorang perlu menghubungi Call Center Polri di nomor 110 untuk segera mendapatkan bantuan polisi.

Lakukan 7 Hal Ini Saat Orang Tua Sedang Tidak Bisa Memperhatikan Anak

Foto: jcomp/Freepik

Bilqis hilang ketika ayahnya sedang bermain tenis. Meski sudah setiap beberapa kali dipanggil, tetap saja anak balita bisa luput dari pantauan orang tua bila tidak benar-benar diperhatikan. Berkaca dari kasus Bilqis, Mommies dan Daddies harus selalu waspada jika bawa putra atau putrinya di tempat umum. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan:

1. Bawa Babysitter

Bila Mommies dan Daddies hendak pergi dan kemungkinan akan melakukan kegiatan yang tak bisa sepenuhnya memantau anak, bawa babysitter. Kehadiran babysitter yang dipercaya bisa membantu orang tua untuk menjaga anak ketika sedang bepergian.

2. Minta Tolong Kerabat atau Teman yang Bisa Dipercaya

Jika tidak ada babysitter dan Mommies atau Daddies sedang jalan-jalan bersama keluarga atau teman, minta tolong salah satu dari mereka untuk memantau anak ketika sedang tidak bisa. Ini lebih baik daripada tidak sama sekali.

3. Buat Identifikasi Kecil

Saat bepergian ke mana pun tempatnya, orang tua juga bisa membuat identifikasi berisi catatan nama anak, nama orang tua, dan nomor telepon di sebuah gantungan kunci, gelang, atau lainnya. Ini membantu jika anak terpisah.

4. Pegang Tangan Setiap Saat

Untuk anak balita atau yang aktif bergerak, pegang tangan mereka untuk siapapun yang sedang menjaganya. Ini membantu mengurangi risiko anak berjalan menjauh tanpa disadari.

5. Ajarkan Aturan Tidak Pergi Tanpa Izin

Sebelum melepaskan pandangan pada anak, orang tua bisa terlebih dahulu mengajarkan untuk tidak pergi tanpa memberi tahu terlebih dahulu. Jika memang ingin melihat atau pergi ke mana, ajarkan mereka untuk izin.

6. Ajarkan untuk Tidak Ikut Orang yang Tak Dikenal

Kalau ada orang yang tidak dikenal menghampiri anak dan hendak mengajaknya pergi, ajarkan putra-putri Mommies dan Daddies untuk tidak mengikutinya. Menurut HealthyChildren.org, orang tua perlu mengajari siapa orang dewasa yang bisa dipercaya dan apa yang harus dilakukan ketika dihampiri orang tak dikenal. Ajarkan juga untuk bilang “Tidak!” dengan tegas atau berteriak minta tolong.

7. Selalu Ingat Pakaian yang Dikenakan Anak

Setiap bepergian, selalu ingat pakaian yang digunakan anak. Foto bila perlu. Meski sepele, hal ini bisa membantu untuk mengidentifikasi atau ketika memberikan informasi kepada orang lain atau pihak berwenang.

Pada akhirnya, setiap orang tua pasti selalu mendoakan keselamatan anak di manapun dan kapanpun mereka berada. Kasus penculikan Bilqis merupakan salah satu dari sekian kasus lainnya yang tidak disorot. Semoga artikel ini membantu kita semua lebih siap, lebih sigap, dan lebih sadar dalam menjaga si kecil!

BACA JUGA: 5 Hal yang Harus Dipahami Anak Agar Terhindar dari Penculikan

Ditulis oleh: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo

Cover: Freepik

Share Article

author

Mommies Daily

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan